Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Kado yang sangat istimewa


__ADS_3

" Rumah pribadiku sudah selesai di renovasi, bagaimana jika bulan depan kita pindah ke rumah pribadi kita ? twins juga sudah empat bulan sudah saatnya kita belajar mandiri untuk keluarga kecil kita," Daniel membuka pembicaraan saat dirinya menemani twins bermain di ruang keluarga. Angel menoleh pada Daniel, " Baiklah, aku setuju denganmu," ujar Angel seraya tersenyum padanya. Daniel memeluk istrinya, dirinya sudah tidak sabar untuk segera memboyong keluarga kecilnya tuk tinggal di rumah pribadinya yang sudah lama tidak ia tinggali itu. Dulu Daniel membelinya dengan hasil keringatnya sendiri walau tidak sebesar dan semewah rumah kedua orang tuanya, tapi di rumah pribadi akan menjadi menyenangkan terutama dirinya bisa bebas mencium istrinya dan juga melihat tatapan adiknya yang selalu mencuri pandang menatap istrinya. Tentu saja dirinya tidak senang jika istrinya dipandangi oleh pria lain walaupun itu adalah adik kandungnya sendiri.


Daniel melepaskan pelukannya saat dirinya mendengar tangisan putri cantiknya, ternyata putrinya itu menangis karena Matthew tidak mau memberikan bola kesayangannya. " Putri cantik papa kenapa menangis hem? jangan menangis sayang besok akan papa belikan bola yang lebih bagus dari itu ya?" ujar Daniel sambil menenangkan putrinya yang menangis kejer itu sambil mengerak gerakan tangannya seakan mengadu pada papanya.


" Ternyata putranya si Roby sama menyebalkannya dengan ayahnya, berani sekali kau pria kecil sudah membuat putriku yang cantik ini menangis karenamu ?" omel Daniel pada balita kecil yang sedang bermain bola dengan riang bersama dengan putranya.


Angel yang melihat suaminya memarahi balita kecil itu memukul pelan lengan suaminya. " Kau itu....namanya juga anak kecil, sini biarkan aku yang menenangkan Mika. Kamu coba tolong periksa pempersnya Matthew aku mencium bau yang tidak sedap, Clara sedang menyiapkan susu untuknya."


" Kau benar sayang, sepertinya Matthew pup aku akan mengganti pampersnya. Hey kau pria kecil awas jika kau membuat putri cantikku menangis lagi," ucap Daniel sambil mengganti pampers kotor balita itu.


__ADS_1


Sumber foto dari Pinterst


Jam tujuh malam Roby datang ke rumah keluarga Wiratama untuk menjemput putranya. " Maaf pekerjaanku banyak sekali hari ini, terima kasih sudah menjaga putraku hari ini," ujar Roby pada Clara yang sedang menggendong Matthew yang tertidur lelap dalam dekapannya. " Tidak apa kak, Matthew sangat manis ia sama sekali tidak merepotkanku," ujar Clara sambil tersenyum manis pada Roby.


" Cih putramu sama menyebalkannya seperti dirimu," ujar Daniel asal. Angel yang mendengar perkataan Daniel segera mencubit perut suaminya sambil melotot.


" Jangan dengarkan dia, kapanpun kamu bisa membawa putramu bermain ke sini,ia bisa bermain dengan twins dan kami sangat senang menjaga putramu." isyarat Angel dengan jemarinya.


" Aku akan membantu kak Roby meletakkan Matthew pada baby seat di mobilnya," pamit Clara.


Setelah meletakkan putranya pada baby seat di kursi belakang, Roby segara berpamitan pada Clara. Clara menatap kepergian Roby dengan perasaan sedih karena dirinya seakan tidak ikhlas melepas balita kecil yang sudah mencuri hatinya itu berpisah dengannya.

__ADS_1


Angel keluar dari kamar mandi sehabis menyikat giginya. Ia melihat suaminya yang sedang duduk di depan box bayi anak kembar mereka sambil tersenyum memandangi anak kembarnya. Sungguh Daniel merasa jika Tuhan begitu menyayanginya dengan memberikannya sepasang anak kembar yang sungguh membuat hidupnya bahagia. Kelahiran si kembar merupakan sebuah kado yang sangat istimewa bahkan rasanya lebih daripada dirinya mendapatkan proyek kerjasama dengan perusahaan besar.


Angel mengelus punggung Daniel dan tersenyum padanya. Daniel yang merasakan sentuhan istrinya segera bangkit dari tempatnya dan memeluk istrinya seraya mencium leher jenjang Angel seraya membisikkan sesuatu di telingnya. " Sayang, twins sudah tertidur nyenyak. Sekarang saatnya aku tuk bermanja manja denganmu," ujar Daniel seraya merames pa***t istinya.


Daniel membawa Angel ke ranjang besar mereka dan menciumi bibir manis istrinya yang telah membuatnya candu, dirinya tidak sabar untuk segera mengulangi malam panas mereka seperti waktu di hotel kemarin. Daniel membuka satu persatu baju istrinya dan juga dirinya sambil terus memberikan sentuhan yang membuat istrinya bersemu merah membuat dirinya tidak sabar untuk melakukan penyatuan.


Daniel melakukan penyatuan dengan sangat lembut, ia merasa jika tubuh istrinya telah membuatnya candu Daniel semakin bernafsu menggerakan pinggulnya. Tiba tiba suara tangis putranya terdengar, Angel yang mendengar tangis putranya segera membuka matanya. " Sky menangis, sepertinya ia haus."


" Sebentar sayang, aku lagi tanggung," ucap Daniel sambil terengah engah.


Angel mendorong tubuh Daniel agar segera bangkit dari atas tubuhnya dan segera mengambil putranya yang menangis kencang menginginkan asi. Daniel menghembuskan nafasnya kasar dan segera memakai boxernya dan pergi le kamar mandi untuk menuntaskannya dengan bermain solo di kamar mandi.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2