
Angel menatap Revan dengan kedua matanya yang bulat. Wajahnya yang manis terlihat terkejut mendengar perkataan Revan tadi. Ekspresi Angel yang saat ini terlihat sangat manis membuat Revan menahan diri nya untuk tidak menarik Angel ke dalam pelukannya.
Dengan tangan gemetar Angel menulis pada notes nya yang selalu ia bawa, "Dokter saya mohon jangan bercanda, candaan dokter ini sungguh tidak lucu."
Revan menggeleng dan mengenggam kedua tangan Angel. "Aku benar benar tidak sedang bercanda, aku benar benar menyukaimu Angel, aku mencintaimu," ucap Revan dengan sungguh sungguh. Ya barusan saja Revan menyatakan perasaan cintanya pada Angel.
"Aku sudah tertarik denganmu sejak awal, dan akhirnya aku paham bahwa perasaan ini lebih dari sekedar perasaan tertarik biasa, aku sadar bahwa aku mencintaimu Angel," Revan menatap Angel dengan begitu hangat ia merasa takjub bahwa ia menemukan cinta di tempat dan orang yang tidak terduga. Revan tidak peduli dengan kekurangan yang Angel miliki tetapi ia tidak menyangka bahwa ia akan jatuh cinta pada pasiennya sendiri. Memang terkadang Tuhan memang memiliki rencana yang indah untuk umatnya.
Angel melepas kedua tangannya dan menulis pada notesnya "Sepertinya dokter salah mengartikan perasaan yang saat ini dokter tengah rasakan, biar saya bantu tuk meluruskannya, perasaan yang dokter rasakan itu bukan perasaan cinta melainkan rasa kasihan atas apa yang telah terjadi padaku. Selain yatim piatu dan diusir oleh warga serta menjadi korban pemerkosaan saya juga harus menjadi orang tua tunggal untuk calon anakku, pasti semua hal itulah yang membuat dokter merasa bingung, yakinlah dokter ini bukan perasaan cinta.
__ADS_1
Revan kembali menggeleng "Percayalah padaku ini perasaan cinta bukan rasa kasihan, jantungku selalu berdetak kencang setiap kau berada di dekatku dan aku ingin selalu melihat dan menghabiskan waktu denganmu. Tolong terima cintaku, aku akan membuatmu hidup aman dan bahagia."
Angel terlihat begitu bingung, ia memundurkan langkahnya dan kembali menulis pada notesnya "Dokter saya mohon jangan seperti ini, saya benar benar tidak pantas untuk dokter, ada banyak wanita sempurna dan pantas di luar sana untuk bersanding dengan dokter, tolong jangan membuat saya merasa terbebani oleh perasaan dokter ini."
"Tidak aku yakin kamu yang terbaik untukku jadi jangan menolak perasaanku ini Angel aku benar benar mencintaimu dengan tulus, Aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkan jawaban yang terbaik yang akan kau berikan padaku. Angel percayalah aku sungguh mencintaimu dan aku harap kaupun dapat memberikan rasa cinta yang sama padaku."
¤¤¤
" Apa yang mama maksud ?" tanya Daniel dengan wajah pucat.
__ADS_1
Helena mengalihkan pandangannya dan membiarkan air mata membasahi kedua pipinya "Kamu memang berpikir seperti itu bukan? kamu tidak mau mengikuti keinginan mama karena mama bukanlah ibu kandungmu," suara mamanya sarat akan luka yang tak ia tutupi.
Daniel menggeleng panik, ia bersimpuh di hadapan mamanya ia memegang kedua tangan mamanya, "Mama, meskipun mama hanya ibu sambungku tapi bagiku mama adalah lebih daripada kandung bagiku sendiri, mama adalah ibuku selamanya begitu dan tidak ada yang lain."
Benar Helena dan Daniel tidak ada hubungan darah, Helena menjadi ibu sambung bagi Daniel saat pria itu berusia lima tahun. Sifat Helena yang lembut dan keibuan mengulurkan tangannya pada Daniel, memberikannya pelukan hangat dan rasa sayang untuk Daniel kecil yang kesepian. Meskipun Daniel hanya anak sambungnya tetapi Helena tidak pernah membeda bedakan dan pilih kasih antara Daniel dengan anak kandungnya, Helena selalu menekankan bahwa dirinya mempunyai dua putra yang ia rawat sendiri. Karena itulah Daniel sangat menghormati dan menyayangi Helena dengan sepenuh hatinya lebih daripada ia menyayangi ibu kandungnya.
Mamanya menoleh dan berkata, "lalu kenapa kamu tidak mau membawa Angel segera pada mama ? mama sangat ingin bertemu dengannya, mama ingin bertemu dengan calon menantu mama sebelum melahirkan cucu pertama mama."
Tbc
__ADS_1