
Daniel mendengus kasar setelah meneliti keadaan rumah reot yang Angel tinggali. Dulu sewaktu pertama kali ia memasuki rumah reot ini Daniel belum meneliti dengan jelas secara detail rumah reot ini karena harus memikirkan rencana untuk menghadapi Angel setelah sekian lama tidak bertemu.
Daniel mengusap kasar wajahnya, sungguh ia tidak bisa membedakan apakah ini rumah yang ditinggali oleh manusia atau kandang kambing? menurutnya rumah reot ini tidak layak untuk ditinggali oleh manusia. Bagaimana bisa Angel selama ini tinggal di tempat menyedihkan seperti ini ? Bagaimana dengan kondisi anaknya yang berada di dalam kandungan Angel ?
Berbeda dengan Daniel yang sibuk mencela keadaan rumah reot ini, Angel sungguh bersyukur mendapat tempat tinggal sehingga dirinya tidak perlu menyusahkan ambu dan abah.
Setelah membersihkan diri, Daniel memasuki kamar Angel yang terasa kecil olehnya. Apalagi atap kamar yang rendah membuat ruangan semakin terasa sesak. Sungguh menyebalkan, selain terasa pengap ruangan juga terasa panas bagi Daniel. Daniel melangkah dengan hati hati agar tidak menggangu Angel yang telah tertidur dengan nyenyaknya.
__ADS_1
Daniel duduk bersila diatas tikar, ia mengamati Angel yang masih tertidur dengan nyenyak tanpa terganggu sedikitpun. Daniel mendengus melihat cara tidur Angel yang absurd, kedua tangannya berada diatas kepalanya, satu kaki nya menekuk ke atas serta terbuka sedikit. Sedangkan daster batik tipis yang Angel kenakan sudah menggulung sampai di bawah batas dadanya dan sebuah kain sarung yang ia gunakan sebagai selimut menutupi hingga pinggangnya.
Mata Daniel kini terpaku pada perut Angel yang sudah membulat saat ini kehamilan Angel sudah hampir memasuki bulan ke 6, tanpa sadar Daniel menatap dengan lembut dan tanggannya terulur mengelus lembut perut Angel, bukannya terbangun Angel malah mendengkur seakan akan senang dengan perlakuan yang Daniel berikan padanya.
Daniel kembali mendengus, " Sepertinya jika ada gempa pun, kamu tidak akan terbangun." Beberapa saat kemudian Daniel mengerutkan keningnya, "kamu bisa tidur sepulas ini tanpa rasa khawatir dengan apapun ? apa kau tidak pernah berpikir jika seseorang bisa dengan mudah menerobos masuk dalam rumah reot ini ? dengan kebiasaan tidurmu yang seperti kebo ini, entah apa yang akan terjadi padamu."
Daniel merasa bahwa dirinya kini telah menjadi orang gila karena memarahi Angel yang masih tertidur nyenyak, sungguh berada di dekat Angel telah merubah dirinya sedikit demi sedikit, ia merapikan daster tipis yang Angel kenakan sampai di atas lututnya. Daniel mendengus dan mengubah posisi tidur Angel menjadi lebih sedikit kalem agar tersedia tempat untuk dirinya berbaring di atas kasur. Ia terkejut bukan main, bukannya merasakan nyaman seperti yang ia bayangkan dirinya malah merasa tersiksa karena kasur yang Angel tiduri ternyata sekeras batu.
__ADS_1
Daniel berniat untuk bangkit kembali dari posisi berbaringnya ia tidak akan bisa tidur dalam kondisi seperti ini, lebih baik ia tidur dalam posisi duduk di atas tikar saja.
Saat Daniel akan bangkit, Angel dengan polosnya mengubah posisi tidurnya hingga tubuhnya menghadap ke arah Daniel, menindih lengan Daniel menjadikannya seperti bantal serta melingkarkan salah satu kakinya pada kaki Daniel dan salah satu tangan Angel juga melingkar di perut Daniel memeluknya seperti sedang memeluk guling yang sangat nyaman.
Tentu saja awalnya Daniel merasa aneh, tapi lama kelamaan Daniel kembali merasakan sensasi yang hampir saja ia lupakan. Sensasi kelembutan tubuh seorang wanita yang menempel erat pada tubuhnya dan membuat adik kecilnya di bawah sana terbangun. Tidak..,Daniel tidak boleh terlarut dalam perasaan ini dan juga karena situasi sangat tidak mendukungnya untuk melakukan hal itu. Dengan wajah yang datar Daniel melingkarkan salah satu tangannya memeluk tubuh Angel, setelah memastikan perut Angel tidak tertindih Daniel pun akhirnya ikut memejamkan mata dan ikut menyusul Angel ke dalam dunia mimpi
__ADS_1
h**anya sekedar ilustrasi, sumber foto google
Tbc