Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Menyembunyikan sesuatu hal besar


__ADS_3

Kecanggungan dan keheningan meliputi ruang kerja Andrew, mereka duduk bersebrangan dan keduanya tidak membuka suara sama sekali. Pembicaraan baru dimulai bertepatan dengan masuknya Helena ke ruangan tersebut.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu ?" tanya Andrew dengan pertanyaan standard, tentu saja Andrew akan melakukan pemanasan dahulu sebelum melempar Boom yang akan meledakkan suasana.


"Lancar seperti biasa pa, kemarin Daniel berhasil menandatangi kontrak kerja sama dengan perusahaan Livingstone dari Inggris," ucap Daniel dengan sombong.


"Syukurlah kalo begitu," ujar Andrew sambil menyeruput teh yang telah disajikan oleh istri tercintanya.


"Kapan papa akan memberikan suntikan dana untuk perusahan yang telah kubangun?" tanya Daniel setengah tidak sabar karena ia tidak mau terlalu lama meninggalkan DW Corp perusahaan yang telah di dirikannya yang sekarang dihandle sementara oleh asisten serba bisanya disamping membantunya juga di Wiratama Grup. Namanya juga asisten serba bisa jadi harus sesuai dengan panggilannya, Bram harus serba bisa mengikuti semua yang Daniel inginkan dan itu semua sesuai dengan gaji yang diberikan oleh Daniel yang bernilai fantastik.


"Pendirian papa masih tetap sama, papa tidak akan memberikan suntikan dana untuk DW Corp, sebelum kamu membuat papa puas."


"Daniel mengerang frustasi, "Puas yang papa maksud ini seperti apa? bukankah selama dalam kepemimpinanku Wiratama Grup telah memperoleh banyak kesuksesan dan meraih banyak kerja sama serta keuntungan yang sangat banyak bagi Wiratama Grup? apa lagi yang papa butuhkan agar papa puas?"


"Papa semakin tidak puas saat kau bertanya apa yang akan membuat papa puas? kamu itu seorang pemimpin, seharusnya kamu bisa bijak mengambil langkah setidaknya jadilah contoh yang baik untuk adikmu."


"Jangan menyangkut pautkan hal ini dengan adikku, pa. Dia sudah besar dan tidak lagi membutuhkan contoh lagi dariku."

__ADS_1


Helena mendesah, ia sudah bisa mengira ngira jika setiap pembicaraan mereka akan berakhir seperti ini, tidak jauh dari masalah pekerjaan dan kritik Andrew akan tingkah laku Daniel yang sering sesukanya sendiri, semua ini terkadang membuat Helena pusing tujuh keliling untung saja saat ini putra bungsunya tidak ada di rumah, jika ya pasti dapat dipastikan bahwa akan terjadi kekacauan yang lebih parah daripada ini.


"Ah sudahlah, apa hanya hal ini yang ingin papa bicarakan denganku? jika iya, aku ingin kembali kekamarku, aku lelah, ingin tidur."


Andrew menggeleng lalu menatap putra sulungnya dengan tajam, "Apa tidak ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan dengan papa?"


"Apa maksud papa? bukankah papa yang ingin bicara sesuatu denganku?"


Andrew masih menatap Daniel dengan tajam, mencoba tuk mengintimidasinya. Sayangnya putranya itu sungguh bebal, bahkan ia sudah tidak lagi bisa membuatnya terintimidasi atau letakutan atas ancamannya.


"Apa yang sudah kamu lakukan akhir akhir ini?" tanya Andrew.


Daniel mengerutkan keningnya, "aku tidak melakukan sesuatu yang berbeda, aku bekerja, dan terkadang melepaskan penat bersama dengan sahabatku di club."


"Sayang, bukankah itu hal yang biasa Daniel lakukan? lalu apa yang membuatnya aneh? kenapa kamu bertanya seperti itu?"


Andrew tersenyum dan mencium kening istrinya, "putra kesayanganmu itu telah menyembunyikan suatu hal yang besar pada kita sayang."

__ADS_1


"Menyembunyikan sesuatu? apa yang sudah kamu sembunyikan pada mama Niel?" tanya Helena langsung pada Daniel.


Daniel sendiri terlihat bingung dan mencoba mengingat apa yang telah ia lewatkan dan telah ditemukan oleh papanya. Beberapa saat kemudian, Daniel terlihat terkejut dan menatap papanya dan berkata dalam hati "apa mungkin?"


"Tampaknya putra kita telah mengingat sesuatu yang telah ia sembunyikan pada kita," ucap Andrew dengan seringainya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi ? bisa jelaskan sekarang pada mama ? tanya Helena pada Daniel.


Daniel menghela nafas dan membuang muka tidak mau menatap mata mamanya, ia tidak mau sampai mamanya mendengar apa yang telah ia lakukan. Daniel mengetatkan rahangnya, ia merasa kecolongan sampai papanya mengetahui masalahnya dengan Angel, setelah ini ia akan mencari tahu siapa gerangan sumber informasi Andrew.


Yang terpenting saat ini bagaimana cara meloloskan diri dari situasi sulit ini. Daniel harus mencegah papanya mengatakan apa pun pada mamanya, karena Daniel tidak berani membayangkan reaksi mamanya setelah memdengar apa yang telah ia lakukan besar kemungkinan mama nya akan marah dan bahkan akan menyumpahinya sebagai anak tidak bermoral dan mengusirnya dari rumah, atau mungkin lebih parah lagi mamanya tidak mau mengakuinya sebagai anak.


"Daniel sepertinya kesulitan menjelaskannya sendiri sayang, apa kau mau mendengarkan penjelasan dariku?"


Daniel tersadar dari lamunannya saat mendengar suara papanya. Daniel berubah panik saat melihat mamanya menyetujui usulan papanya, tidak...mamanya tidak boleh mendengar apapun.


" Papa !" seru Daniel menghentikan ucapan papanya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2