Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Jangan membuatku takut


__ADS_3

Daniel melirik pada jam yang berada dipergelangan tangannya. Waktu menandakan sudah jam 10 malam, lagi lagi hari ini ia harus lembur dan pulang larut malam. Ia masuk ke dalam kamarnya "Kemana Angel ? biasanya jam segini ia sudah tertidur lelap, dan mengapa pintu balkon masih terbuka?" gumam Daniel seraya meletakkan tas kerja serta membuka jas kerja juga simpul dasi pada kemeja yang ia kenakan.


" Aneh di mana Angel ?" Daniel mencari ke arah balkon kamar yang semula ia berpikir jika istrinya itu tertidur di kursi yang ada di balkon. Daniel mendengar suara air yang dinyalakan dari dalam kamar mandi..." knock...knock...Angel kau di dalam ?" " Angel...knock...knock..." setelah beberapa saat tidak mendapat jawaban Daniel memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi. " Angel....Angel apa ka----- Ya Tuhan......Angel !!" Daniel bagai disengat arus listrik tubuhnya menegang saat ia menemukan Angel terduduk di bawah Shower yang menyala dengan baju yang basah serta tubuhnya yang dingin.


Tanpa pikir panjang lagi, Daniel segera mengendong Angel keluar dari kamar mandi untuk segera membawa Angel ke rumah sakit. " Siapkan mobil !" perintah Daniel dengan suara yang mengelegar membuat seisi rumah terkejut. Kedua orang tuanya keluar dari kamar dan begitu terkejut melihat Daniel sedang membawa Angel yang terlihat memucat dengan pakaian yang basah. " Ya Tuhan...ini ada apa Niel ?" tanya Helena seraya memegang tangan Angel yang dingin.


" Aku tidak tahu ma...aku akan membawa Angel ke rumah sakit sekarang." Daniel segera memasuki mobil dengan Bram yang menjadi sopir nya. Tadi asistennya setelah menaruh beberapa dokumen pada ruang kerja Daniel, dirinya mendengar suara mengelegar dari Daniel dan segera turun untuk menyiapkan mobil untuk Tuan mudanya itu.

__ADS_1


¤¤¤


" Plak..!" Masih tidak mau berbicara ?!" seru Daniel dengan mata yang melotot tajam menatap Sarah yang hampir terjatuh di hadapannya karena tamparan keras Bram. Kebungkaman Sarah membuat Daniel marah.


" Plak....plak...!" " Sudahlah, dirinya tidak akan membuka mulut walau kau melempar dirinya dari jendela, ikut dengan Bram dan terima hukumanmu," usir Daniel sambil memijit pangkal hidungnya. Bram membungkuk hormat pada Daniel sebelum meninggalkan ruangan itu. Daniel membuang nafas berat, dirinya benar benar lelah saat ini, ia pulang larut malam dan menemukan istrinya sudah memucat dengan tubuh yang basah di bawah shower yang menyala. Untung dirinya cepat menemukan Angel dan segera membawa Angel ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, kini kondisi Angel sudah stabil setelah dokter memberikan infus dan suntikan penurun panas. Daniel benar benar sangat ketakutan dan hampir tidak bisa menopang dirinya karena kakinya seperti jelly, karena saat tiba di rumah sakit tubuh Angel semakin dingin dan detak jantung kedua calon anaknya sempat menghilang. Untung kedua orang tuanya ikut menyusul dirinya ke rumah sakit untuk menenangkannya.


Sungguh pengalaman yang sangat menakutkan untuk Daniel melihat Angel dan calon anaknya berada di persimpangan antara hidup dan mati.

__ADS_1


Kini tampilan Daniel sudah jauh lebih baik dan fresh dengan kaos putih dan celana training berwarna hitam.


Tanpa permisi Daniel naik ke ranjang rawat Angel yang besar dan berbaring seraya memeluk istrinya " Cepat bangun, jangan membuatku takut seperti tadi lagi. Aku benar benar takut saat mendengar detak jantungmu sempat menghilang," ujar Daniel dengan mata yang berkaca kaca memeluk Angel dengan erat seolah takut kehilangan Angel dan kedua calon anak yang berada di kandungan Angel.


" Tenanglah ada aku yang akan menjagamu dan kedua anak kita malam ini," ucap Daniel dan mencium kening Angel dan menutup matanya. Ia menaruh kepalanya di dada Angel untuk mendengar bunyi detakan jantung Angel. Daniel berharap besok pagi istrinya itu sudah sadar dan membuka matanya.


__ADS_1


Sumber foto dari google


Tbc


__ADS_2