Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Hormon kehamilan


__ADS_3

"Bruk....! " Tubuh Daniel terjatuh ke bawah lantai dari ranjang rawat Angel. Dirinya benar benar terkejut, Daniel mengerang dan mengumpat. " Haiizz....., Sialan ! apa mak---" ucapannya terhenti saat dirinya baru saja akan melampiaskan kemarahannya pada Angel yang baru saja mendorongnya jatuh dari ranjang rawat terpaksa menelan kemarahannya setelah melihat wajah Angel yang basah oleh air mata.


Daniel seketika merasa panik dan segera menangkup kedua pipi Angel. " Apa masih sakit ? katakan mana yang sakit ? apa perlu ku panggilkan dokter ?" tanya Daniel dengan lembut.


Angel menepis tangan Daniel. " Tidak ada yang sakit. Jangan pura pura peduli padaku ! Aku membencimu ."


" Kamu kenapa ?" kenapa tangan mu terluka ? kenapa kau bisa berada di kamar mandi dengan baju yang basah di bawah shower ? sebenarnya apa yang sudah terjadi ?" tanya Daniel seraya menyentuh tangan Angel yang kini telah di perban.

__ADS_1


Angel sama sekali tidak menjawab pertanyaan Daniel, ia malah melempari tubuh Daniel dengan barang barang yang berada dekat dalam jangkauan tangannya dengan menangis lencang. Tingkah Angel yang seperti ini tentu membuat Daniel bingung.


Daniel menepis semua lemparan Angel lalu mengenggam kedua tangan Angel. Tentu saja Angel berontak untuk melepaskan tangannya dari genggaman Daniel, dirinya benar benar tidak mau disentuh oleh Daniel saat ini, ia sungguh merasa muak melihat Daniel.


" Angel...tenanglah dulu !" sentak Daniel yang rupanya dituruti oleh Angel. Kini Angel tidak memberikan perlawanan apa pun dan terlihat sudah agak tenang.


Merasa jika Angel sudah mulai tenang, Daniel melonggarkan cengkraman tangannya pada tangan Angel dan mengenggamnya lembut. Daniel menghela nafas sebelum bertanya " Apa yang terjadi sehingga tanganmu luka seperti ini dan berada di bawah shower yang menyala ?"

__ADS_1


Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, akhirnya Angel diperbolehkan untuk pulang, sebenarnya dokter sudah mengizinkan Angel tuk pulang pada hari ke tiga dan luka di tangan Angel juga sudah sembuh tapi Daniel bersikeras untuk meminta dokter untuk melakukan test kesehatan secara lengkap untuk Angel dan juga kehamilannya karena dirinya tidak mau mengambil resiko jika nanti ke depannya istri dan calon anaknya terjadi hal yang tidak diinginkan.


Angel lagi lagi menepis tangan Daniel yang berusaha tuk merangkulnya saat sesampainya di rumah keluarga Wiratama. Sejak selama dirawat di rumah sakit wajah Angel terlihat sendu seakan tengah merasakan sedih di hatinya, sedangkan Daniel terlihat menahan rasa frustasinya.


Daniel selalu menemani selama Angel berada di rumah sakit, tidak pernah sedikitpun dirinya beranjak dari sisi istrinya yang sedang hamil besar itu.


Untuk masalah pekerjaan Daniel melimpahkannya ke asisten serba bisanya. Dirinya juga terlihat begitu memanjakan dan menuruti semua kemauan Angel dan juga ia berusaha tuk mengorek informasi atas apa yang sebenarnya telah terjadi.

__ADS_1


Dirinya pun sempat bertanya pada semua pekerja yang berada di rumahnya saat kejadian itu terjadi tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahui, kecuali Sarah karena memang selalu berada di dekat Angel tetapi sampai hari ini Sarah tidak berkata apapun dan lebih memilih menerima hukumannya. Jadilah Daniel tidak mendapatkan informasi apapun.


Tbc


__ADS_2