Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Mencari Angel


__ADS_3

Daniel mengerutkan dahinya, ia benar benar tidak suka jika Angel disebut calon menantu, memangnya siapa yang mau menikahi gadis bisu itu ? lebih tidak suka lagi saat dirinya diminta untuk segera membawa Angel ke hadapan mamanya. Percayalah bahkan Daniel tidak mau melihat wajah Angel. Ia sudah cukup tersiksa dengan mimpi mimpi mengenai Angel yang selalu datang tiap malamnya. Daniel tersiksa dengan gairah yang selalu datang karena mimpinya itu, bahkan siksaan itu berlangsung sampai menjelang pagi dan dilanjutkan oleh rasa mual yang selalu menyerangnya. Malam malam selalu Daniel habiskan dalam rendaman air dingin demi mengurangi siksaan gairah yang menimpa tubuh bagian bawahnya.


"Tolong bawa Angel ya ? demi mama." pinta mamanya sembari mengelus kepala Daniel dengan sayang.


Jika sudah seperti ini memangnya apalagi yang harus Daniel perbuat selain mengabulkan permintaan mamanya. Daniel mendesah dan menjawab " Baiklah akan Daniel usahakan."


Helena tersenyum lebar dan membiarkan Daniel mengusap air matanya "Mama jangan menangis lagi." pinta Daniel dengan lembut ia benar benar tidak menyukai mamanya menangis ia tidak tega membiarkan mamanya sedih, mamanya harus selalu merasa bahagia.


Helena mengangguk dan tersenyum "Baiklah, sekarang pergilah mama akan menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan calon menantu san calon cucu mama tiba," ujar Helena lalu beranjak keluar dari kamar putra sulungnya dengan senyum merekah tentu saja ia merasa senang Daniel telah berjanji akan membawa Angel segere ke rumahnya. Helena tau, jika Daniel sudah berjanji, maka pasti Daniel akan menepati janjinya dengan cara apapun juga.

__ADS_1


Daniel mendesah dan bersandar pada ranjangnya setelah mamanya meninggalkan kamarnya. " Tolong jangan panggil wanita bisu itu sebagai menantu mama, Aku bahkan belum menikah dengannya. Dan aku harap hal itu tidak pernah terjadi," gumam Daniel.


Daniel bangkit dari ranjangnya dan mengambil sebuah jaket kulit berwarna hitam dari lemarinya. Daniel benar benar merasa tertekan dengan semua yang terjadi. Mungkin dengan bertemu dengan adiknya bisa melepaskan penat dan lelahnya walau hanya sesaat. Daniel keluar rumah tanpa berpamitan pada kedua orang tuanya karena Daniel yakin kalau mamanya pasti akan memaksa Daniel untuk mencari Angel daripada bertemu dengan adiknya sendiri.


Sungguh, memikirkannya sudah membuat kepalanya pening bukan main. Daniel segera memasuki mobilnya dan melajukannya membelah jalanan kota.


Daniel merasakan jantungnya berpacu dengan cepat saat mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki jalanan sepi. Sudah lama Daniel tidak merasakan euphoria sehebat ini sungguh menyenangkan. Sepertinya keputusan Daniel untuk keluar ada benarnya, mungkin saja suasana hatinya akan membaik dan semoga saja dirinya bisa terlepas dari semua hal yang berkaitan dengan Angel.


Perjalanan tersebut memakan waktu yang tidak singkat, begitu matahari sudah terbenam Daniel baru bisa menghela nafas lega saat mobilnya sudah memasuki pintu masuk desa. Saat mobil mewah Daniel tiba di sama Daniel menyadari tatapan orang orang yang menatapnya penuh dengan rasa kagum dan penasaran.

__ADS_1


Daniel sendiri terlihat tidak peduli, di kota saja mobil yang ia miliki tergolong dalam katagori sangat mewah apalagi di desa seperti ini. Karena jalanan tidak lagi bisa ditempuh oleh mobil Daniel memutuskan untuk turun dan memarkirkan mobilnya di samping pintu masuk desa. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi adiknya yang memang sedang berada di desa tersebut.


"Kenapa kau mau ditugaskan ke desa ini ? aku tidak menyangka bahwa masih ada manusia yang hidup di jaman batu seperti ini," ujar Daniel sarat akan nada celaan yang tidak ia sembunyikan.


Ucapan Daniel memang tidak salah, desa yang ia kunjungi ini berada di pedalaman dan juga ia pastikan bahwa orang orang desa yang tinggal di dalamnya pasti tertinggal jauh dari segala kemajuan jaman dan globalisas



foto berasal dari google

__ADS_1


Tbc


__ADS_2