Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Melepas penat


__ADS_3

"Sekali lagi saya minta maaf, saya akan lebih berhati hati lagi." Angel berulang kali menuliskan permintan maaf nya.


Sebenarnya semua yang ia tuliskan sudah lebih dari cukup untuk meminta maaf atas kesalahannya yang tidak berhati hati dalam bekerja. Entah kenapa Angel merasa bahwa ia tetap harus meminta maaf pada Daniel, lebih tepat nya Angel sudah terbiasa melakukan hal itu. Ya, gadis manis itu sudah terbiasa untuk meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.


Berulang kali Angel meminta maaf tapi Daniel tetap tidak mengubris dan memilih untuk melangkah pergi begitu saja meninggalkan ruangan tersebut. Tentu saja Daniel tidak merasa perlu untuk menjawab permintaan maaf gadis yang ia benci, lagi pula ia tidak sudi untuk menjawab dan bertukar kata dengan gadis bisu itu. Mood Daniel sudah rusak, berlama lama di ruangan itu sudah tentu akan membuat suasana hati nya semakin memburuk dari waktu ke waktu. Daniel melangkah pergi dengan wajah merah padam menahan amarah sambil melepaskan jas yang melekat di tubuh nya dan membuang nya kasar ke tempat sampah yang ada di pojokan ruangan VIP yang ia tinggalkan, seakan tidak sudi membiarkan bekas sentuhan gadis bisu itu melekat di tubuh nya yang atletis itu.

__ADS_1


Suara dentuman music menghentak lantai dansa mengiringi muda mudi menggila melepas penat di club malam ternama di ibu kota yang diperuntukan untuk para tamu VIP, dari atas Daniel menikmati waktunya sambil menyesap cairan berwarna coklat yang mengandung alcohol mengamati orang orang yang menggila di bawah sana. Daniel sama sekali tidak tertarik ikut menggila seperti itu ia hanya ingin melepas penat setelah seharian ini mood nya berantakan karena kejadian siang tadi di sebuah restoran dengan sedikit minum.


"Woohoo....hey kawan mari kita berpesta sampai pagi". Daniel melirik tajam pada seorang pria yang baru datang di hadapan nya dengan dua wanita sexy dengan pakaian minim menempel manja di pelukan nya. Daniel menepis tangan seorang wanita malam yang meraba dada nya. "Aku ingin bicara dengan mu Thomas."


Daniel meletakan gelas minuman nya ke meja kaca dengan keras dan membuat Thomas dan kedua wanita malam itu tersentak. "Aku serius Thomas, aku tidak mau ada orang lain yang mendengar pembicaraan ini." ujar Daniel sambil melangkah pergi menuju ruangan pribadi yang biasa Daniel gunakan bersama dengan sahabat nya tuk melepas penat di tempat ini. "Cih..! seperti nya kau sudah menjadi miskin sampai tidak bisa menyewa sebuah hotel untuk melanjutkan aksi mu," sarkas Daniel sambil menatap tajam sahabat nya Roby yang sedang melakukan kegiatan yang mengasikan pada d**a seorang wanita malam yang sudah terbuka bagian depan nya di dalam ruangan VIP itu.

__ADS_1


Daniel mendengkus kasar saat diri nya sudah nyaman duduk di sofa kulit yang menempel pada sisi dinding, Thomas masuk sambil membawa beberapa botol alcohol untuk menghibur sahabat nya yang ia tau dalam mood yang tidak baik malam ini. "Hal serius apa yang ingin kau bicarakan sampai kau mengganggu kesenangan kami bermain dengan para wanita cantik ?" sedangkan Roby sibuk merapikan kemeja nya yang sudah kusut akibat aksi panas nya tadi. "Ada seorang gadis yang ingin kusingkirkan, dan aku ingin kalian berdua yang mengurus nya", ucap Daniel sambil menutup mata nya. Tapi begitu mata nya terpejam bayangan wajah Angel yang manis memenuhi benak nya dan tentu saja hal itu membuat Daniel semakin kesal dibuatnya.


"Gadis ??" beo Thomas dan Roby serempak sambil menatap ke arah Daniel dengan tatapan bingung , karena jelas jelas mereka tau bahwa seorang Daniel wiratama tidak akan mau merepotkan diri untuk mengurus seorang gadis. Daniel mengangguk dan mengendorkan simpul dasi pada leher nya, " Ya gadis yang sangat menganggu."


Tbc

__ADS_1


__ADS_2