Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Satu putra kita sudah menemukan kebahagiaannya.


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang telah ia bicarakan dengan Angel. Saat ini Daniel tengah melihat Angel sedang merapikan pakaian twins, sedangkan Daniel sibuk membereskan tas perlengkapan si kembar yang memang selalu dibawa saat bepergian. Daniel dan Angel tidak perlu mempersiapkan apa apa lagi, karena Daniel sudah menyiapkan semua keperluan di kediamannya yang baru.


" Apa sudah selesai ?" tanya Daniel menatap Angel yang terlihat sudah menggendong putranya dengan lembut.


Daniel memilih untuk memboyong keluarga kecilnya menuju ke rumah pribadi yang telah ia persiapkan. Sebenarnya sejak Angel melahirkan, Daniel ingin membawa Angel segera tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya. Tapi mengingat jika saat ini si kembar adalah anak pertama baginya dan Angel, Daniel memutuskan untuk tinggal bersama kedya orang tuanya. Tentunya Daniel dan Angel perlu belajar pada mamanya bagaimana caranya merawat bayi.


Daniel menaruh putri cantiknya ke dalam gendongan di depan dadanya seperti kanguru dan memeluk bahu Angel sebelum membawa istrinya itu untuk keluar dari kamar mereka. Setibanya di lantai satu dirinya bisa melihat kedua orang tuanya yang terlihat sedih dengan apa yang ia rencanakan. Daniel mengulas senyum tipis dan berkata pada mamanya. " Mama jangan sedih, aku dan Angel memang tinggal terpisah dengan mama, tapi kami tidak menghalangi mama untuk bertemu dengan twins kapanpun yang mama mau. Kami berdua pun akan sering berkunjung."


Helena mengerucutkan bibirnya dan menatap putra sulungnya dengan sedih, beberapa saat kemudian dirinya mencium cucu cantiknya yang berada dalam gendongan Daniel yang tampak sedang memandangi oma dan papanya. "Oma pasti akan merindukan cucu cantik oma." Kemudian Helena mengalihkan pandangannya pada Angel lalu mencium cucu tampannya yang tengah tertidur tenang dalam gendongan mamanya.

__ADS_1


"Mama pasti akan kesepian, menantu dan cucu cucu mama sudah tidak tinggal lagi bersama dengan mama. Angel harus janji sama mama harus sering sering menelpon mama."


Angel mengangguk dan tersenyum pada mama mertuanya. Melihat hal itu membuat Helena tidak bisa menahan diri dan memeluk menantu kesayangannya itu.


Selesai mereka berpelukan, barulah papa mertuanya menatap menantu dan kedua cucu kembarnya dengan hangat. "Kalau bisa setiap hari Angel harus mengirimi foto foto si kembar pada papa ya?" ucap Andrew mencium cucu laki lakinya dan berniat mencium cucu perempuannya yang berada di gendongan Daniel, tetapi dengan sigap Daniel menutupi wajah putrinya sengan tangannya.


Angel yang menyadari keposesifan Daniel terhadap putrinya hanya bisa memukul punggung lebar Daniel. Tentu saja Angel merasa kesal, sejak twins lahir Daniel sama sekali tidak pernah mengijinkan laki laki manapun untuk menyentuh putrinya termasuk papanya. Hanya sewaktu pesta pernikahan kemarin Andrew dapat menyentuh cucu perempuannya karena mereka sengaja membawa sepasang cucu kembarnya agar tidak menganggu malam pertama putra sulungnya dengan menantunya, itupun dengan terpaksa Daniel lakukan agar dirinya tidak mendapat gangguan dari sepasang anak kembarnya saat mengulang malam pertamanya.


"Kami harus pergi sekarang ma" ucap Daniel seraya mencium kening mamanya dan memeluk bahu istrinya dan membawanya untuk segera masuk ke dalam mobil yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Bram.

__ADS_1


Andrew dan Helena melambaikan tangan mereka mengantar kepergian putra sulung dan menantunya itu. Andrew merangkul pinggang istrinya dan mencium puncak kepala istrinya. " Satu putra kita sudah menemukan kebahagiaannya, lalu bagaimana dengan putra kita yang satunya lagi ?" tanya Helena yang berada dalam pelukan suaminya.


" Tenang saja, Revan pun akan segera menemukan kebahagiannya. Ia akan bertemu dengan seseorang yang akan membuatnya bahagia sama seperti Daniel. Hanya saja perlu waktu bagi putra kita untuk memulihkan hatinya dan membuka diri untuk merasakan cinta yang baru."


" Semoga saja, huff....sekarang rumah ini menjadi sepi, tidak ada lagi celoteh cucu kembar kita karena Daniel pindah ke rumahnya yang baru dengan keluarga kecilnya. Sedangkan putra bungsu kita pergi ke luar kota menyibukan diri untuk menyembuhkan luka hatinya " gumam Helena.


Semula Helena tidak mengijinkan Revan pergi bertugas ke luar kota dan entah kapan kembali, tetapi Andrew menyadarkan jika putra bungsu mereka memang perlu waktu untuk sendiri.


" Kalau begitu bagaimana kalau kita membuat bayi kecil untuk meramaikan rumah kita kembali ?" tanya Andrew dengan nada serius.

__ADS_1


Helena yang mendengar ucapan suaminya tentu saja kesal. Ia mencubit perut suaminya dan berkata " Ingat umur !"


Tbc


__ADS_2