
" Pagi ma..pa...," sapa Daniel yang menuruni tangga bersama dengan istrinya dan segera mencium pipi mamanya saat tiba di ruang makan.
" Pagi sayang, jam berapa kalian tiba semalam ?" tanya mama Helena pada putra sulungnya itu.
" Kami tiba di rumah jam sebelas malam ma," isyarat angel
" Apa kau akan berangkat ke kantor Niel ? bagaimana dengan luka pasca operasimu?" tanya Andrew saat melihat putra sulung nya sudah rapi dengan pakaian kantor nya sepagi ini.
" Ya pa, aku sudah lama meninggalkan perusahaanku sejak pergi ke amerika dan hari ini aku ada pertemuan dengan client."
" Jangan terlalu memaksakan kau harus banyak istirahat tuk pemulihanmu. Mungkin sudah saatnya papa harus memaksa Revan tuk membantu papa di perusahaan."
" Jangan memaksanya pa, Revan mencintai pekerjaan nya sebagai dokter."
" Selamat pagi Tuan besar, Nyonya besar dan Nyonya muda," sapa Bram.
" Pagi Bram, apakah kau sudah sarapan Bram?" tanya Helena saat melihat Bram dan Andrew hanya mengangguk membalas sapaan nya.
" Saya akan sarapan saat tiba di kantor Nyonya besar."
" Bram...kamu harus menjaga kesehatanmu juga jangan mengikuti Daniel yang juga selalu melupakan jam makan nya karena pekerjaan, sebentar saya akan meminta Sarah tuk menyiapkan sarapan untukmu dan tidak ada penolakan "
__ADS_1
" Sarah tolong bikinkan sarapan tuk asisten Bram," pinta Helena kepada Sarah yang baru meletakkan kopi untuk Daniel.
" Baik Nyonya besar," sarah berbalik ke arah dapur tuk menyiapkan sarapan yang diminta tuk asisten Bram.
Tak lama asisten Sarah kembali dari dapur dengan tas kain dan memberikannya tuk Bram.
Daniel melihat interaksi asisten pribadinya itu bertatapan dengan Sarah benerapa detik dan mereka langsung bersikap profesional karena berada satu ruangan dengan atasannya.
" Sepertinya menarik," batin Daniel dalam hati sambil tersenyum smirk.
" Baiklah mari kita berangkat Bram, ma..pa...Daniel berangkat ke kantor "
" Ma..pa..Angel antar Daniel dulu ke depan," pamit Angel.
*
Daniel menghentikan aktifitas nya yang tengah membaca laporan yang berada di meja kerjanya saat seseorang masuk ke dalam ruangan nya tanpa mengetuk pintu yang ia duga pasti salah satu dari sahabatnya itu karena hanya kedua sahabatnya itulah yang selalu seenaknya jika memasuki ruangannya.
" Dimana Thomas ? biasanya kalian selalu bersama seperti pasangan yang sedang kasmaran," ejek Daniel
" Cih...sembarangan saja kau, aku masih nornal ! Thomas sedang tebar pesona pada sekertaris baru asistenmu yang dingin itu di luar." ujar Roby sambil duduk di sofa. Daniel bangun dan berjalan menuju sofa di ruangannya.
__ADS_1
" Hey bro....cantik sekali asisten si kulkas membuatku betah berlama-lama di perusahaannmu."
" Ya dan semoga saja saat itu pacarmu yang bekerja dalam tim legal perusahaan papaku datang dan melihat kau sedang merayunya, aku akan mengambil gambarmu saat wanitamu mengamuk dan menghajarmu," ujar Daniel dengan santainya.
" Ck, kau sungguh tidak asyik !"
" Bagaimana dengan keadaanmu? kudengar dari Bram, kau menjalani operasi usus buntu saat kau berada di new york," tanya Roby.
" Kau itu sungguh terlalu mengapa kau tidak mengabariku dan Roby ? kami akan langsung terbang untuk membantu menjagamu," protes Thomas dengan kesal karena biasanya Daniel akan memberitahukan dirinya dan Roby untuk segera pergi tuk menjaganya walaupun kenyataannya Daniel memanggil kedua sahabatnya hanya tuk di suruh-suruh karena Daniel akan jauh lebih menyebalkan dan rese jika sedang sakit.
" Cih..! kayak kalian masih mau datang tuk melihatku, kau pasti sibuk dengan pacar barumu si mantan ratu kecantikan yang bekerja sebagai salah satu humas di stasiun tv papamu dan Roby juga sibuk berkencan diam-diam dan rela terbang ke new york demi bertemu dengan wanita nya yang sedang seminar di sana," ujar Daniel sambil meneguk kopi yang baru saja diletakkan oleh asisten nya di atas meja.
" Kau berbohong padaku ? ternyata kau menemui wanitamu di new york bukan untuk melobi salah satu investor asing tuk perusahaan papamu ?!" tanya Thomas pada Roby yang sibuk dengan ponselnya.
" Ehm...a-aku sekalian kerja juga di sana," aku Roby dengan terbata sambil karena kebohongannya telah diketahui oleh kedua sahabatnya. Tak lama ponsel Thomas bergetar di tangannya dan menampilkan tulisan kelinci imutku 🐇 dengan foto Clara di id caller nya yang membuat Roby seketika langsung menutupi ponselnya dengan telapak tangannya dan pergi ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota J dari ruangan kerja Daniel.
" Cih...kelinci imutku ! sungguh norak sekali dia " cibir Daniel
" Itu benar sepupumu Clara?? mereka berkencan di new york ? kenapa kau tidak menghubungiku, aku kan bisa menyusul kalian ke sana untuk bersenang-senang ," sungut Thomas
" Aku ke sana kerja bodoh ! daripada melihat mukamu lebih baik aku ditemani oleh istriku."
__ADS_1
Tbc