Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Don't judge a book by it's cover


__ADS_3

Semua pekerja kebun sayur dan sawah milik Aan dan kokom terlihat memasang ekspresi cemas. Mereka semua tidak bekerja hari ini dan memilih bergerombol menuju rumah juragan Aan. Salah satu pekerja mengucapkan salam dan memanggil manggil nama juragan mereka.


" N**aon ieu teh ? isuk keneh geus ngagarombol, gandeng ," ("Ada apa ini ? pagi pagi sudah ngegerombol, berisik") tanya Aan sedikit tidak senang karena waktu santainya yang seharusnya ia habiskan dengan keluarga harus terganggu dengan kedatangan semua pekerjanya yang datang ke rumahnya pagi sekali, Aan juga merasa sedikit penasaran karena hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


" Punten juragan, kabeh sayuran ruksak, euweuh nu bisa dipanen. Sawah-sawahna oge diacak-acak ku jelema, kabeh siki padi paeh. ("Permisi/maaf juragan, sayuran semuanya pada rusak tidak ada yang bisa di panen, sawah juga diacak acak orang bibit padi nya pada mati semua.") Sebelumnya para pekerja sudah menunjuk seseorang yang akan berbicara tuk mewakili mereka.


" Kumaha, sanes dinten ayeuna panen sayuran? aya bener nanaon ditingalkeun pikeun nyimpen ?" ("Apa, bukannya hari ini waktunya panen sayur ? apa benar benar tidak ada lagi yang bisa diselamatkan ?") tanya Kokom dengan panik dan terkejut mendengar penjelasan salah satu pekerjanya. Padahal kemarin ia dan suaminya sudah memeriksa kebun dan semuanya tertata rapi, sayuran juga dalam kondisi yang baik.


Tanpa pikir panjang Aan dan Kokom langsung bergegas untu melihat sawah dan kebun milik mereka.


Angel yang tidak berada jauh dari sana untuk sekedar berjalan jalan pagi untuk memperkuat otot otot kakinya, mendengar semua pembicaraan para pekerja dengan abah dan ambu, ia bisa menyimpulkan siapa dalang dibalik hal menyedihkan ini. Ia berbalik dan menatap Daniel yang sedang berjalan di belakangnya dengan tatapan tajam, ya kini tiap pagi dan sore kesibukan Daniel adalah menemani Angel berjalan jalan menyusuri jalan di desa, walaupun Angel tidak mau ada Daniel tapi siapa yang bisa menolak setiap keinginan Daniel.

__ADS_1


" Kamu benar benar jahat ! " Tentu saja Angel dengan mudah menghubungkan semua kejadian pagi ini pada Daniel, ia masih mengingat dengan ancaman yang sebelumnya Angel kira adalah sebuah omong kosong.


"Aku sudah sering mendengar hal itu. Coba cari kata kata lain untuk mendeskripsikan diriku," ujar Daniel dengan santai seakan tidak peduli dengan kemarahan Angel.


Angel merasa semakin marah melihat sikap santai Daniel. "Apa kamu tidak bisa berpikir sebelum bertindak ? Jika kamu merusak sayur serta sawah abah dan ambu, maka yang akan terkena dampak bukan hanya abah dan ambu saja, hampir seluruh warga desa akan terkena dampaknya juga." Angel terlihat begitu frustasi menghadapi Daniel.


" Oh begitu..., lalu apa hubungannya ?" tanya Daniel seakan tidak mengerti dengan apa yang tengah terjadi.


Daniel berdecak, " Kenapa kau sebodoh ini? apa kau pikir semua kekayaan ambu dan abah berasal dari perkebunan sayur mereka? jika kau berpikir seperti itu, berarti kau memang bodoh."


"Jaga bicara kamu, mereka adalah orang tua bersikaplah sopan! Tentu saja aku berpikir seperti itu, penghasilan ambu dan abah memang berasal dari perkebunan sayur yang mereka jual ke kota."

__ADS_1


Daniel meraih rahang Angel dengan kasar, " Otakmu bekerja terlalu sederhana hingga kau tidak bisa memikirkan kemungkinan yang lebih jauh dari suatu masalah. Untuk sekarang cobalah terus berpikir seperti itu, aku hanya ingin melihat bagaimana akhir cerita dongeng yang sedang kau tulis ini."


Angel mencoba tuk melepaskan cengkraman Daniel pada rahangnya yang semakin terasa menyakitkan, tetapi Daniel tidak terlihat untuk melepaskannya cengkramannya itu. Daniel malah mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Angel, " Ya, aku yang menghancurkan kebun mereka. Ini bisa dibilang uang muka atas sesuatu rencana yang buruk yang akan mereka lakukan setelah ini. Percayalah Angel, semua orang yang kau anggap baik tidak sebaik yang kau pikirkan. Don't judge a book by it's cover Angel, atau kau akan terkejut dengan isi buku yang telah kau nilai baik itu."


Daniel melepaskan cengkramannya, Angel menatap Daniel dengan penuh kemarahan.


" Aku akan mengadukan semua tindakanmu pada ambu dan abah !" ancam Angel lalu melenggang pergi dengan langkah yang hati hati. Daniel hanya menatap punggung Angel yang mulai menjauh darinya.


Daniel sendiri terlihat tidak peduli, ia memikirkan sesuatu yang menarik hingga membuat sebuah seringai terbit di wajahnya yang tampan. Ia tengah menyusun sebuah rencana yang pastinya akan membuat keadaan yang sudah dramatis ini akan teihat lebih dramatis lagi.


__ADS_1


Tbc


__ADS_2