
Langit masih begitu kelamnya, menandakan jika alam semesta masih memerlukan waktu istrirahat. Tetapi Andrew tidak membutuhkan waktu untuk beristirahat. Untuk kesekian kalinya dirinya terjaga di tengah malam yang hening. Ia melirik istrinya yang masih tertidur lelap di sampingnya, istri kedua dalam hidupnya yang sangat Andrew cintai. Ya seperti yang di ketahui bahwa Helena bukanlah ibu kandung Daniel. Andrew menikahi Helena setelah istri pertamanya meninggal dunia.
Andrew memandang langit malam, sebenarnya dirinya merasa resah. Sedikit banyak pertemuan dan ikatan yang terjalin antara Daniel dan Angel sebenarnya adalah rencana dari Andrew. Sebelum menjabat sebagai CEO Wiratama Grup, Daniel mempunyai perusahaan sendiri yang ia dirikan dan bergerak di bidang properti yang ia rintis sejak kepulangannya dari amerika.
Saat dirinya membutuhkan tambahan dana untuk memperbesar DW Corp, Andrew menjanjikan akan memberikan suntikan dana asal Daniel mau menangani Wiratama Grup dan menjadikannya berkembang di bawah kepemimpinannya.
Sebenarnya Andrew mencoba untuk mengubah Daniel, dan dirinyalah yang mengatur agar Daniel menjadi pembicara pada acara seminar yang di adakan oleh kampus Angel adalah bagian dari rencananya. Andrew mengetahui jika salah satu penerima beasiswa dari yayasan miliknya adalah seorang tunawicara dan menempuh pendidikan di fakultas yang sama dengan Daniel dulu. Andrew tertarik dan mencari tahu latar belakangnya dan ia menyukai pribadi Angel yang tulus dan cerdas.
Sedikit banyak Andrew percaya jika Angel dapat merubah Daniel menjadi manusia yang lebih baik. Sayangnya Andrew tidak memperkirakan jika pertemuan Daniel dan Angel malah membuahkan suatu tragedi. Andrew tahu berapa besar luka yang dimiliki Daniel saat dirinya masih kecil, tapi dirinya tidak mengetahui jika luka itu belum membaik sedikitpun. Daniel masih memiliki dendam sedemikian rupa hingga dirinya tidak bisa membuka diri untuk melangkah dan menatap masa depan dengan lapang dada.
__ADS_1
Andrew pun mengingat masa lalu yang terasa pilu dan menyakitkan. Masa lalu yang telah menorehkan luka mendalam pada hati seorang anak kecil yang kesepian dan rapuh.
Jeritan terdengar bersaut sautan menggema di rumah mewah milik keluarga Wiratama. Andrew muda yang baru pulang dari kantor tak bisa menahan diri tuk berlari cepat ke arah sumber suara. Dirinya membeku saat melihat dengan mata kepalanya sendiri putranya yang masih berusia 3 tahun tengah dicengkram dengan kuatnya oleh seorang wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri.
" Amanda apa yang kau lakukan? lepaskan Daniel" ucap Andeww mencoba untuk tidak panik dan meninggikan suaranya. Andrew tau kondisi istrinya saat ini, jika ia meninggikan suaranya akan membuat istrinya menjadi tidak terkendali. Bukan rahasia lagi jika istrinya, Amanda tidak mencintai dirinya. Keduanya menikah karena pernikahan bisnis, tetapi berbeda dengan dirinya yang langsung jatuh cinta saat pertama kali bertemu dan mencintai istrinya itu selayaknya suami pada umumnya.
" Amanda, kumohon tolong lepaskan Daniel " ujar Andrew mencoba tuk mendekat pada Amanda yang berada di balkon lantai dua. Andrew memberikan isyarat kepada pelayan untuk menjauh dan bersiap jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Tetapi ucapan lembut Andrew disalah artikan oleh istrinya, tangannya semakin mengarahkan pisau ke leher Daniel sehingga membuat luka sayatan kecil pada leher Daniel, sedangkan tangannya yang lain dipakai untuk berkomunikasi. " Aku membencimu ! begitu pula dengan anak ini, aku membenci kalian semua !!" Andrew menelan ludahnya kelu " kau boleh membenciku sepuasnya, kau juga boleh melukaiku, tapi kumohon tolong lepaskan Daniel. Biarkan putra kita pergi terlebih dahulu "
" Jangan sebut anak ini sebagai putraku ! aku sama sekali tidak berharap memiliki seorang anak denganmu ! gara gara dirimu aku tidak bisa meraih mimpiku dan harus tersiksa hidup denganmu dalam pernikahan ini ! jika kau begitu menyayangi anak ini, bagaimana kalau aku membuat anak ini menghilang agar kau bisa merasakan kehilangan sama seperti saat aku kehilangan mimpiku."
__ADS_1
Amanda membalikan tubuh Daniel dan membaringkannya di lantai dan mengangkat tangannya yang mengenggam sebuah pisau tinggi tinggi keatas. Kedua netra Daniel menatap mamanya dengan penuh luka, tetapi Amanda tidak peduli dan tetap berniat tuk mengujam pisau tajam itu pada putranya sendiri. Andrew yang melihat itu mengetatkan rahangnya dan menerjang istrinya tuk menyelamatkan putranya. Ia meraih Daniel kedalam pelukannya dan kaget saat melihat Amanda menusukkan pisau tersebut tepat di dadanya. Andrew tidak sadar jika putranya juga melihat detik detik terakhir Amanda menggerakkan jemarinya dan mengungkapkan kebenciannya pada Daniel " aku menyesal melahirkannya, dan aku tidak pernah mencintainya. Hingga akhir hayat pun aku tetap membencimu dan anak itu ! kuharap kematianku juga akan membuat kalian merasakan bagaimana hidup menderita seperti yang telah aku rasakan selama ini"
Andrew mengusap kasar wajahnya, sejak dulu dirinya tau jika putra sulungnya terlahir dengan sangat cerdas. Setelah melihat bahasa isyarat dan kematian mamanya, rupanya Daniel belajar bahasa isyarat diam diam dan pada akhirnya memahami apa yang disampaikan oleh mamanya di akhir hayatnya. Dan sejak saar itu dirinya sama sekali tidak memiliki simpati pada orang orang yang berkebutuhan khusus. Andrew tau jika itu adalah cara Daniel melarikan rasa sakit hati dan kecewanya atas kenyataan yang ia ketahui. Selama ini mamanya selalu berbicara dengan bahasa isyarat dan Daniel kecil yang tidak memahaminya selalu bertanya pada papanya apa yang mamanya sampaikan dan Andrew selalu berbohong dengan mengatakan jika mamanya sangat menyayanginya.
Luka demi luka yang Daniel miliki membawa dampak besar di masa depannya. Luka yang Andrew turut andil di dalamnya dan menjadi kesalahannya di masa lalu, karena itulah dirinya berusaha untuk menebusnya dan menunjukkan bahwa Daniel tidak bisa memukul rata semua orang. Masih ada seseorang di dunia ini yang berhati tulus dan bisa mengobati luka hati yang Daniel miliki dari kecil. Kini Andrew hanya bisa berdoa dengan tulus agar menantunya, Angel tidak melakukan hal yang sama seperti Amanda, yaitu melukai hati Daniel dan meninggalkan Daniel dengan perpisahan yang menyakitkan.
Jadi ini asal muasal dari dendam Daniel terhadap orang berkebutuhan khusus seperti Angel, karena Angel mengingatkan Daniel akan sosok ibu kandungnya yang menolak kehadirannya dan mengabaikannya sejak dari lahir. Daniel hidup dengan kesepian, ibunya tidak menganggapnya sebagai anak sedangkan ayahnya sibuk bekerja di kantor.
Tbc
__ADS_1