
"Ambu tidak berniat untuk kembali memisahkan kami bukan ?" potong Daniel langsung. Tentu saja Daniel adalah pria cerdas yang dapat membaca apa yang sedang Kokom bicarakan saat ini setelah tadi setibanya mereka di depan rumah Kokom memanggil dirinya dan Angel untuk berbicara.
Daniel mengetatkan rahangnya saat ini. Rupanya wanita paruh baya dihadapannya ini masih ingin menantangnya. Jika benar seperti itu, Daniel tidak akan keberatan untuk mengikuti permainan mereka ini.
"Bukan memisahkan, ambu hanya ingin agar Angel terasa nyaman. Kamu tau sendiri bukan saat ini kandungannya sudah membesar, kondisi emosi dan fisiknya harus dijaga. Menurut ambu tinggal terpisah untuk sementara waktu adalah pilihan yang tepat," ucap ambu mencoba tuk meluruskan ia tidak mau sampai menyinggung Daniel dan membuat Daniel membawa Angel pergi dari sini sedangkan Angel sendiri tidak mau pergi bersamanya.
"Apapun alasannya, ambu tidak memiliki hak untuk memisahkan kami. Aku adalah suami sah nya, baik dari segi agama dan hukum kini semua tanggung jawab Angel berada di tanganku. Lebih dari orang tuanya aku memiliki hak lebih besar untuk mengatur hidup Angel, di sini ambu hanyalah sebagai orang tua angkat berani mengatur ngatur ? apa ambu tidak merasa bersalah ?"
Angel memukul meja. " Kamu keterlaluan ! bagaimana kamu bisa berkata kasar seperti itu pada orang yang lebih tua ?" dirinya saat ini tengah marah pada Daniel, sebenarnya tidak mengherankan untuk Angel melihat Daniel bertindak tidak sopan pada ambu mengingat apa saja yang telah Daniel lakukan selama ini baik pada dirinya dan Revan yang jelas jelas adalah keluarganya.
Daniel menyeringai melihat kemarahan Angel, dan menoleh pada ambu. "Maaf ambu, saya tidak bisa menahan sikap kasarku pada seseorang dan juga melupakan sopan santun jika lawan bicaraku juga tidak menunjukan kesopanan, jika ambu hanya ingin membicarakan hal ini sepertinya saya dan Angel mohon diri, Angel harus banyak istirahat."
__ADS_1
Tanpa permisi Daniel segera menggendong Angel ala bridal style, yang tentunya Angel segera memberontak. Pria itu segera meninggalkan Kokom yang saat ini tengah diliputi oleh kemarahan, ia berusaha mati matian menekan amarahnya. Tentu saja Kokom tidak ingin Angel merasa takut melihat sifat aslinya.
Angel sendiri terlihat terus memberontak dalam gendongan Daniel bahkan dirinya tidak segan segan menjambak rambut Daniel dan menggigit. " Diam, jangan bergerak gerak kalau kau tidak mau aku lempar saat ini," ancam Daniel, seketika itu juga Angel berhenti memberontak dan diam dalam gendongan Daniel. Ia tidak mau sampai mencelakakan bayi dalam kandungannya.
Daniel terlihat sedikit kesusahan saat membuka pintu rumah dan segera mendudukan Angel di atas kasur keras setibanya di kamar. Daniel sendiri langsung duduk di hadapan Angel dan menahan kedua pundak Angel, ia terlihat kesal setengah mati saat Angel ingin beranjak pergi saat dirinya ingin bicara.
"Kau harus mau ikut pulang bersamaku sekarang juga," tegas Daniel
Daniel terlihat tidak percaya dengan apa yang Angel katakan lewat bahasa isyarat. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Angel, benarkah kabar yang mengatakan bahwa Angel adalah mahasiswi terpintar itu adalah kebohongan ? Bagaimana bisa Angel bisa sebodoh ini dan tidak mengerti dengan apa yang tengah terjadi. " Hah...rasanya aku tidak mengerti mengapa dulu pihak kampus memberikan beasiswa penuh pada orang bodoh sepertimu. Kau mengatakan mereka tulus ? kau belum tau saja seberapa sampahnya mereka daripada diriku."
Angel kembali memukul Daniel dengan kesal. "Kamu selalu saja merendahkan orang lain ! apa kamu tidak sadar telah bersikap jahat dan sombong ? bahkan aku tidak sudi tuk hidup bersamamu."
__ADS_1
"Aku memang merasa sedikit terhibur melihatmu melakukan perlawanan. Tapi lama kelamaan aku berpikir lebih baik kau diam dan menurut padaku, itu akan terlihat lebih manis. Tidak ada penolakan Angel, kita akan pergi dari desa menjijikan ini segera mungkin !"
"Aku sudah katakan berulang kali bahwa aku tidak akan pergi !"
"Aku tidak memberikan pilihan padamu Angel, aku mau kita pergi dari sendiri dan itu yang akan terjadi." tegas Daniel.
Dengan cara apapun Daniel akan membawa Angel pergi bersamanya. Meski itu artinya dirinya harus membuat rencana lain yang akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar, Daniel tidak peduli yang penting segala yang ia mau harus ia dapatkan.
"Aku sendiri tidak mempunyai kewajiban untuk menuruti semua perkataanmu, kita tidak memiliki hubungan suami istri !" Sampai kapanpun Agel tidak akan mau pergi bersama Daniel.
"Baiklah lakukan apa yang ingin kau lakukan aku tidak akan peduli lagi, tapi ingatlah satu hal bahwa akan ada hukuman dariku atas semua sikapmu ini," Daniel segera pergi meninggalkan Angel setelah memberikan ancaman. Angel tidak menghiraukan ancaman Daniel dan memilih berbaring sebentar di kasur karena lelah, berdebat dengan Daniel selalu membuat dirinya lelah.
__ADS_1
Tbc