Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Menyambut kelahiran si kembar


__ADS_3

Daniel terusik dengan ulah istrinya yang terus menerus menepuk tangannya. " Ada apa ? Apa kau menginginkan sesuatu ?" tanyanya dengan suara serak. " Sepertinya si kembar menginginkan makan roti yang waktu itu Bram berikan untukku " ujar Angel dengan mata berkaca kaca.


Daniel langsung terduduk saat meliat butiran air mata menetes di pipi istrinya itu. " Hey jangan menangis..., anak papa laper ya ?" ujar Daniel seraya mengelus lembut perut bulat Angel.


"Kapan Bram memberikan mu roti ?" tanya Daniel lembut. " Seminggu yang lalu, katanya ada tamu yang memberikannya untukmu sebagai oleh oleh," jelas Angel.


Daniel segera menelepon asisten serba bisanya itu. " Bram siapa tamu yang seminggu lalu memberikanku roti ?"


"............."


Daniel melihat ke atas jam yang berada di atas nakas, masih jam 2 pagi gumamnya


" Baiklah, pesankan tiket pesawat ke Papua. Kau ikut denganku." Daniel menutup telepon dan melihat wajah istrinya yang sudah tersenyum cerah setelah mendengar bahwa Daniel akan segera membelikan apa yang ia inginkan.


" Aku akan membantumu tuk berpakaian," jari jemari Angel bergerak dengan lincahnya dan menuruni ranjang untuk berjalan ke arah walk in closet untuk membawakan baju untuk Daniel.


Daniel mendengus kasar. " Awas si Bram, nanti akan kuberi dia pelajaran karena sudah menyiksaku."


Jam dua belas siang Daniel tiba di rumah nya dengan sekotak roti yang di inginkan oleh istri gendutnya. Angel begitu senang melihat kedatangan Daniel dan segera berjalan menuju Daniel dengan tergesa gesa. " Hati hati sayang, nanti kau terjatuh. Apa kau sesenang ini melihat kedatanganku?" tanya Daniel seraya memeluk Angel dan mencium dalam dalam aroma vanila dari tubuh Angel yang selalu membuatnya candu dan ingin selalu berada di dekat nya.

__ADS_1


" Aku sudah menantikan roti ini sejak kau pergi subuh tadi, si kembar selalu bergerak aktif ku rasa mereka juga menantikan roti yang kau beli, " jelas Angel seraya mengambil plastik yang berada dalam genggaman Daniel dan membukanya karena ia sudah tidak sabar ingin mencicipinya segera.



Sumber foto dari google


" Pelan pelan makannya, tidak ada yang akan merebut rotimu," ujar Daniel seraya mengelus lembut rambut Angel.


Bulan depan kandungan Angel akan menginjak 9 bulan dan seluruh keluarga Wiratama sudah bersiap untuk menyambut kelahiran si kembar calon penerus keluarga Wiratama. Termasuk dengan Daniel yang selalu siaga tiap saat untuk menyambut kelahiran anaknya.


Mungkin Daniel lah yang lebih tegang menanti kelahiran calon anak nya. Seperti yang saat ini ia lakukan menggendong istrinya ala bridal style menuruni tangga untuk menjalani 'latihan' saat Angel akan melahirkan nanti. Angel memutar bola matanya malas menjalani 'latihan' yang Daniel inginkan ini hanya karena Daniel ingin semuanya sempurna tidak ada kekurangan sama sekali padahal Daniel melakukan hal ini hanya untuk menutupi kegelisahannya saja.


" Ada apa hem, apa kau mau nambah lagi ? anak anak ku sepertinya merindukan papanya," ujar Daniel mengungkung Angel seraya tersenyum mesum.


" Jangan becanda, aku ingin makan sate yang dekat perusahannmu, tolong belikan ya ?" ujar Angel seraya tersenyum manis.


" Huff....baiklah, tapi setelah itu kita lanjut satu ronde lagi ya ?" ujar Daniel seraya mencuri ciuman di bibir Angel dan mengambil ponselnya di atas nakas.


" Lima menit siapkan mobil untukku, kita ke perusahaan."

__ADS_1


" Meeting dengan Perusahaan Jerman jam 7 pagi Tuan Muda," ujar Bram mengingatkan.


" Aku tau, Angel ingin makan sate di dekat perusahaan," ujar Daniel seraya menutup ponsel nya dan bersiap untuk mengganti pakaian nya dengan jaket yang sudah disiapkan oleh Angel.


" Sabar ya twins, papa akan segera membelikan sate untuk kalian dan mama"


Setelah melewati drama tadi pagi dan juga mendapatkan kembali jatah nya sebagai bayaran atas jerih payahnya membelikan sate untuk Angel. Daniel menatap wajah serius Angel yang tengah memakaikan dasi di tubuhnya. "Semakin hari kenapa Angel semakin cantik dan sexy...kenapa perasaanku tidak tenang begini ya dari tadi apa aku tidak usah pergi bekerja saja?" gumam Daniel.


" Kau bicara apa ?"


" Tidak ada, aku di rumah saja ya? Entah kenapa dari tadi perasaanku tidak enak."


" Bukankah kau ada janji bertemu dengan perusahaan dari Jerman ? Aku baik baik saja ada mama dan Sarah yang menjagaku di rumah."


" Baiklah, aku berangkat dulu. Twins papa kerja dulu kalian jaga mama di rumah jangan buat mama lelah ok ?" ujar Daniel seraya mencium Angel dan perut bulat Angel, kebiasaannya sejak usia kandungan Angel menginjak 8 bulan.



Sumber foto dari google.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2