
" Tuan muda ada undangan jamuan malam dengan perusahaan Livingstone besok malam di Plaza Hotel jam 6 sore."
"Ehm...aku tidak tau apakah aku bisa menghadirinya atau tidak. Bram atur kepulanganku sore ini, aku sudah tidak betah jika harus berlama lama di rumah sakit ini, kerjakan dengan baik jangan sampai istriku mengetahuinya. Dan carikan aku penthouse dengan pemandangan terbaik,aku ingin menghabiskan masa pemulihanku di apartemen saja bersama dengan istriku," ujar Daniel dengan tersenyum sambil membayangkan hal-hal menarik.
" Baik Tuan muda saya akan segera mengurusnya dengan dokter." ucap Bram sambil membungkuk sebelum meninggalkan ruang rawat Daniel. "Huft....Tuan muda semakin menjadi tingkahnya sejak Nyonya muda datang menyusul ke sini", rutuk Bram dalam hatinya dengan semua permintaan Daniel.
Satu jam setelah kepergian Bram, Angel memasuki ruang rawat Daniel. "Yang...kamu kemana saja siy, aku kesepian di sini sendirian si Bram gak tahu ada dimana dia dan perban bekas operasiku belum di ganti sejak tadi pagi," adu Daniel dengan manja.
" Maaf,tadi aku ketiduran setelah Sarah membawakan terapis untuk memijit seluruh tubuhku di hotel, Baiklah aku akan segera menyeka tubuhmu dan mengganti perbanmu lebih dulu."
Daniel menikmati tubuhnya diseka oleh handuk hangat oleh istrinya bahkan Daniel menyuruh istrinya untuk mengulang ngulang menyeka bagian tubuhnya dengan dalih masih terasa lengket padahal itu hanya akal-akalan nya semata untuk menikmati usapan lembut tangan Angel. " Yang besok ada jamuan makan dengan klien ku di Plaza Hotel, kamu mau ya ikut bersamaku besok sore ?" tanya Daniel seraya memainkan rambut istrinya.
" Kamu kan belum bisa bergerak banyak, bagaimana kalau Bram yang menggantikanmu besok ?"
__ADS_1
" Aku sudah sembuh Yang, bahkan aku bisa mengajakmu tuk mencoba seberapa kuat ranjang rawat ini jika kita bercinta di sini." ujar Daniel seraya mencium jemari tangan Angel dengan tatapan penuh maksud.
Tak lama kemudian dokter yang menangani Daniel datang berkunjung ke ruang rawatnya.
Anggap saja percakapannya dalam bahasa inggris ya 🤠" Selamat sore Tuan Wiratama, bagaimana keadaan anda hari ini ?"
" Siang dokter, keadaan saya sangat baik seperti yang anda bisa lihat saat ini."
" Saya membawa kabar baik untuk anda, sore nanti anda sudah bisa keluar dari rumah sakit dan melanjutkan istirahat anda di kediaman anda, jangan lupa anda belum boleh di ijinkan untuk bergerak secara ekstrim dulu dan perban harus setiap hari di ganti."
" Istri saya bertanya; apa dokter yakin jika saya sudah bisa meninggalkan rumah sakit sore ini?" jelas Daniel mengartikan pertanyaan istrinya.
Dengan tersenyum dokter ini menoleh pada Angel, " asal nyonya bisa memastikan kalau Tuan Wiratama tidak bergerak secara ekstrim dan selalu menjaga lukanya tetap kering "
__ADS_1
" Baiklah dokter, saya akan pastikan jika suami saya akan menuruti semua perkataan dokter, terima kasih atas bantuannya pada suami saya selama berada di rumah sakit ini."
" Istri saya berkata; Baiklah istri saya akan pastikan jika saya akan menuruti semua perkataan dokter, terima kasih atas bantuannya pada saya selama berada di rumah sakit ini." jelas Daniel dengan ekspresi datar, sebenarnya ia enggan tuk beramah tamah dan bersusah payah harus mengartikan isyarat Angel pada orang lain, tetapi jika tidak ia lakukan istrinya itu pasti akan mendiamkan nya seharian. Daripada tidak bisa bermanja-manja dengan istrinya lebih baik menuruti kemauan istrinya itu.
" Tuan muda saya bawakan kursi roda untuk membantu anda."
" Apa kau pikir aku selemah itu sampai harus memakai kursi roda ?! Aku masih sangat kuat, ini hanya sebuah luka kecil Bram!" ujar Daniel sambil menatap tajam asisten serba bisanya itu.
" Cih ! kan anda tadi yang menulis pesan meminta saya tuk membawakan kursi roda," rutuk Bram dalam hatinya.
" Sayang...jangan jauh-jauh aku masih belum bisa berjalan dengan baik, maukah kau memapah ku sayang ?" rayu Daniel dengan manja.
" Baiklah, aku akan membantu memapahmu sampai ke mobil."
__ADS_1
Sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke penthouse,tempat Daniel akan beristirahat tuk pemulihannya, selama itu pula Bram melihat drama Daniel yang bermanja- manja dengan istrinya seperti anak berusia satu tahun.
Tbc