Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Masuk ke dalam jebakannya


__ADS_3

Lelah dengan tangisnya, Angel jatuh tertidur dalam pelukan Daniel. Dengan penuh kehati hatian Daniel memeriksa wajah Angel dan mendesah saat melihat wajah cantik itu sudah basah dengan air mata. Daniel menyeka dan merapihkan anak anak rambut yang menempel pada wajah Angel. Setelah memastikan bahwa Angel benar benar tertidur nyenyak dalam pelukannya, ia merogoh kantong celananya dan melakukan panggilan dengan seseorang.


"Hallo..." tanya Daniel saat panggilan itu tersambung.


" Hallo tuan," jawab Bram sigap.


"Apa semuanya sudah siap ?" tanya Daniel sembari membenarkan posisi kepala Angel, perlakuan Daniel begitu lembut dan hati hati, tentu saja ia tidak ingin besok Angel terbangun dengan leher yang sakit karena posisi tidurnya tidak benar.


"Tentu, helicopter yang tuan pesan sudah siap."


" Baik 5 menit dari sekarang kita akan berangkat."


Daniel mematikan sambungan ponselnya, ia meraih baju hangat Angel lalu memakaikannya pada Angel, sebelum menggendong Angel dengan mudahnya. Daniel memastikan bahwa rumah reot yang terlihat masih seperti biasanya dari luar. Ia segera mengambil langkah panjang menuju jalan yang selama ini telah ia ingat sebagai jalur pelarian.


Tak lama, Daniel tiba di tengah tengah hutan yang lapang, di tengah sudah ada helicopter yang sudah siap landas. Bram muncul dan segera memasangkan alat pelindung telinga pada Angel yang masih tertidur nyenyak.


Untungnya Bram melakukan itu dengan sangat cepat sehingga tidak membuat Angel terbangun.


" Ayo aku sudah tidak tahan berada di desa menjijikan ini." ucap Daniel lalu melangkah mendekat pada helicopter miliknya dan siap diterbangkan oleh pilot kepercayaan nya.

__ADS_1


" Tentu tuan," ucap Bram lalu mengikuti Daniel dengan patuhnya.


Daniel membaringkan Angel dengan hati hati di atas kasur empuk berukuran besar yang berada di sebuah kamar yang mewah


Begitu menyentuh kasur empuk tersebut, sebuah senyum terbit di wajah Angel yang cantik. Daniel yang melihat hal itu sempat tertegun untuk beberapa saat, dan kembali tersadar untuk menyelimuti tubuh Angel.


Sedikit banyak Daniel merasa puas jika Angel merasa nyaman dengan kasur yang ia persiapkan.


Tanpa bisa ditahan tangan Daniel terulur dan mengusap pipi chuby Angel dengan lembutnya. Jangan merasa heran darimana sikap lembut Daniel ini, karena Daniel sendiri tidak mengerti kenapa dirinya bisa bersikap selembut ini pada seorang wanita. Terlebih wanita itu adalah Angel, gadis yang semula sangat ia benci karena kekurangannya, entah dirinya harus merasa takjub atau merasa bersyukur dengan perubahan pada dirinya.


Daniel mendengus kasar, tapi tatapan hangat yang ia berikan tak terlepas pada wajah Angel yang sedang tertidur pulas. Daniel tau kalau sekarang Angel pasti tidur jauh lebih nyaman, semua itu terjadi karena kasur yang kini Angel tiduri sangat jauh berbeda dengan kasur yang ia gunakan di desa. Daniel bahkan sampai berulang kali memerintahkan pada pihak penthouse untuk menyiapkan kamar terbaik dengan semua fasilitas yang terbaik. Jangan tanyakan berapa jumlah nominal yang Daniel keluarkan untuk menyiapkan semua ini karena Daniel sendiri tidak peduli, ia hanya menginginkan yang terbaik dan ia tidak peduli harus mengeluarkan begitu banyak uang demi kenyaman Angel dan calon anaknya itu. Toh hasilnya sangat memuaskan terlihat dari Angel yang sangat nyaman berbaring di atas kasur yang telah disediakan.


"Bagaimana keadaannya ?" tanya Daniel tanpa basa basi


" Tuan Revan dan orang orang desa sudah menyadari hilangnya tuan dan nyonya Angel," jawab Bram


" Rupanya mereka cukup tanggap, lalu kini apa yang mereka lakukan ?" tanya Daniel sembari membuka sekaleng beer. Sekaleng beer rasanya sangat cocok untuk menghabiskan malamnya yang panjang ini.


" Tuan Revan disalahkan oleh Kokom dan Aan dan mereka memaksa Tuan Revan untuk bertanggung jawab atas kerugian yang mereka tanggung, tapi sepertinya Tuan Revan marah besar atas menghilangnya nyonya Angel, karena itu Tuan Revan memanggil anak buahnya untuk menghancurkan desa dan memberi pelajaran pada Kokom dan Aan. Kini Tuan Revan dan rombongan tengah bergerak mencari keberadaan nyonya," jelas Bram mengingat seluruh informasi yang telah ia kumpulkan atas perintah Daniel sebelumnya.

__ADS_1


Daniel menegak minumannya sebelum menyeringai dan menjawab " Seperti rencana kita, buat perhatian mereka teralih dan berpikir bahwa aku membawa Angel ke Maldives. Kau sudah menyiapkan semuanya bukan?"


" Semuanya sudah beres tuan, dimulai dari pesawat pribadi, hinga resort yang telah direservasi atas nama tuan dan nyonya. Tuan Revin dan anak buahnya pasti akan tertipu dan pergi jauh sesuai dengan telah tuan rencanakan." Bram telah menjalankan tugas yang Daniel berikan sudah dapat pastikan rencana Daniel untuk mengecoh Revan akan berjalan baik.


Daniel mengangguk puas, asisten serba bisanya itu memang selalu sempurna dalam menjalankan semua tugas yang ia berikan dan lagi lagi ia harus memberikan bonus untuk Bram atas kerja kerasnya.


" Kerja bagus Bram." puji Daniel


"Terima kasih tuan."


" Kau bisa beristirahat, ah sebelum itu tolong kau buatkan siomay yang terakhir kau buatkan untukku dan kirim melalui seseorang ke penthouse ku," tanpa mendengar jawaban dari asistennya, Daniel menutup ponselnya.


Kini Daniel tinggal memikirkan langkah berikutnya yang perlu ia ambil, ia tidak dapat menahan seringainya membayangkan adiknya masuk ke dalam jebakannya. Bisa dapat dipastikan kalau Revan akan merasa kesal setelah sadar telah pergi jauh jauh hanya tuk masuk ke dalam jebakan yang telah Daniel rancang.



Penampilan kamar mewah Daniel dan Angel dalam penthouse yang mereka tempati. -sumber foto dari google-


Tbc

__ADS_1


__ADS_2