
Daniel dan yang lainnya sama sekali tidak menyadari jika Angel sedang memikirkan semua kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu. Tentu saja semua pembicaraan dengan Revan tadi siang di dekat kolam renang telah meresahkan hati dan pikirannya. Angel merasa jika Revan sudah terlalu melanggar batas. Revan telah dibutakan oleh perasaan yang ia sebut dengan cinta, hingga tidak bisa menyadari jika apa yang tengah ia lakukan bisa saja ia sesali di masa yang akan datang.
Angel berpikir seperti ini bukan tanpa alasan. Dirinya masih mengingat dengan jelas saat Revan mengatakan bahwa ia mempertaruhkan segalanya demi bisa hidup bersama Angel, termasuk keluarganya sendiri. Angel sendiri tau bagaimana rasanya tidak memiliki keluarga dan harus hidup sendirian di dunia yang kejam ini. Revan belum merasakan bagaimana beratnya dan kesepian tanpa keluarga, walaupun Angel memiliki Bunda Rani tapi itu tidak bisa menggantikan posisi orang tua kandung.
Angel juga tahu jika perkataan Revan tadi didengar oleh keluarganya, pasti akan melukai hati mereka. Apa Revan tidak berpikir sampai sejauh itu ? Bagaimana bisa Revan bertindak gegabah seperti itu ?
Tanpa sadar Angel menghela nafas panjang. Hal itu membuat Daniel yang sedang memeriksa e-mail masuk pada ponselnya menegakkan tubuhnya dan menatap Angel yang telah berbaring telentang di tempat tidur.
" Apa ada yang terasa tidak nyaman ? perlu aku ganti bantal atau selimut yang baru ? tanya Daniel pada Angel. Dengan ragu Daniel mengulurkan tangannya dan menyentuh perut bulat Angel.
__ADS_1
" Aku tidak memerlukan hal itu." jawab Angel menggunakan isyarat tangan.
" Lalu mengapa kau menghela nafas seperti itu ? apa posisi tidurmu tidak nyaman ? tanya Daniel lagi.
Angel menggeleng dan memilih memejamkan kedua matanya. Angel tidak ingin Daniel mengetahui apa yang telah terjadi tadi siang, jika Daniel mengetahuinya bisa dipastikan hubungan kakak beradik ini akan semakin merenggang. Angel tidak mau sampai hal itu terjadi, ia tidak mau dirinya menjadi penyebab rusaknya keluarga orang lain.
¤¤¤
Rumah keluarga Wiratama ramai dengan beberapa orang yang berlalu lalang membawa bunga untuk menghias halaman belakang untuk tempat siraman Angel. Ya, hari ini mereka mengadakan acara tujuh bulanan Angel atau Mitoni
__ADS_1
Sumber foto dari google
Acara yang hanya di hadiri oleh anggota keluarga terdekat dan juga 2 orang sahabat Daniel. Prosesi yang digelar tampak khidmat dan selama prosesi Daniel tampak selalu berada di dekat Angel dan siaga saat membantu Angel menuruni tangga sebelum acara siraman dimulai. Tahapan demi tahapan mereka jalani dengan senyum yang selalu terukir di wajah mereka, prosesi yang dilakukan dengan tujuan agar proses persalinan berjalan dengan lancar. Tahapan pertama diawali dengan sungkeman calon ibu kepada calon ayah, lalu calon ayah dan calon ibu melakukan sungkeman kepada kedua orang tua. Angel tidak menunjukkan wajah lelah walaupun dirinya harus berganti pakaian selama 7 kali yang melambangkan 7 bulan dan juga harapan bagi si bayi. Tampak Daniel terlihat sangat tampan dengan beskap berwarna biru cerah senada dengan dress yang gunakan dan rambut yang digelung keatas menambah pesona kecantikan Angel. Dan yang terakhir Daniel menemani Angel menjalankan prosesi berjualan cendol / rujak dengan memayungi sang istri.
Tampak dari kejauhan Revan memandangi Angel dan Daniel yang menjalani acara tujuh bulanan dengan tangan yang terkepal erat, sungguh pemandangan di depan matanya membuat hatinya memanas dan langsung meninggalkan lokasi acara untuk menenangkan dirinya.
Tbc
__ADS_1