Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Jangan sakiti putriku


__ADS_3

" Cepat keluar !" ujar nya sambil menarik kasar tangan balita cantik itu yang hanya menatap nya saat perempuan itu berbicara panjang lebar dan menyebabkan kotak yang berisi roti itu terjatuh dan isi nya berhamburan di lantai.


" Nda mauu....aww...papah sakiit !" jerit balita cantik itu saat tangannya di tarik kasar oleh perempuan yang berbibir merah seperti cabai yang pernah ia lihat di dapur rumah nya.


" Aww....dasar anak kurang ajar beraninya kau mengigit tanganku !" ujar Nita reseptionist wanita itu saat balita cantik itu menggigit tangannya.


" Dasar anak kurang ajar akan ku pukul kau !"


Grep !


Tangan Nita tertahan karena seseorang memegang tangan nya.


" Tolong jangan sakiti putriku," isyarat jemari Angel menahan wanita yang tidak ia kenali hendak memukul putrinya.


Angel dan putranya masuk


Nita terheran tiba-tiba seorang wanita menahan tangan nya dan membuat isyarat dengan jemari tangannya yang tidak ia pahami itu. " Cih siapa kau ??!"


" Hiks....huaaaa.....mamah.....," tangis putrinya pilu sambil memeluk kaki Angel.

__ADS_1


Angel segera menyamakan tingginya dengan putrinya dan membawanya kedalam pelukannya untuk memberikan rasa aman pada putrinya yang menangis sambil gemetar karena mendapat perlakuan kasar dari wanita yang berada di depannya itu.


" Oh jadi anak ini adalah putrimu?!"


" Apa salah putriku hingga dirimu berbuat kasar pada putriku?" tanya Angel dengan isyarat jemarinya sambil menahan amarahnya.


" Oh ternyata kau bisu...heh bisu berani sekali kau melotot melihatku !! cepat angkat kaki dari gedung ini dan bawa putrimu keluar dari sini secepatnya disini bukan tempat untuk menjual roti !"


" Dasar nenek sihir...jangan mengatai mamaku !" teriak pria kecil yang sedari tadi mengepalkan tangannya menahan amarahnya saat melihat saudari dan mama nya mendapat perlakuan kasar dan hinaan di depan matanya.


" Hey anak kecil segera bawa ibu bisumu dan saudarimu keluar dari gedung ini, kalian tidak pantas berada di sini !"


" Siapa yang kau maksud tidak pantas berada di sini ?!" bentak asisten Sarah dengan tatapan tajam setelah melihat nona mudanya dan kedua anak kembarnya sedang dihina di depan matanya.


" Plakk !"


" Berani sekali kau menghina dan mengasari nona muda dan anak kembarnya ! Sudah bosan hidup kau rupanya !"


" Apa no-nona muda ? berarti dia is-istri dan anak-anak tuan Daniel ? Ucap wanita itu dengan gemetar, terkejut setelah mengetahui siapa wanita dan kedua anak balita yang telah ia kasari dan hina tadi.

__ADS_1


" Plakk !"


" Tamparan ini untuk menghentikan mulut busuk mu yang sudah menghina nona muda keluarga Wiratama, dan yang ini karena telah mengasari nona kecil...cucu keluarga Wiratama !"


Sarah kembali menampar wajah wanita itu dengan sekuat tenaga sampai wanita itu terjatuh dan berdarah di sudut bibirnya yang robek akibat tamparan keras asisten Sarah.


" Seret wanita ini keluar dan berikan hukuman yang setimpal !" ujar Sarah pada dua orang petugas security.


" Baik asisten Sarah."


" A...ampun nona muda...ma-maafkan saya nona muda...sa-saya sungguh me-menyesal....," ucap wanita itu yang sekarang gemetar ketakutan dan menyesal telah menghina dan mengasari menantu dan cucu keluarga Wiratama.


Tampak Angel tidak menggubris permohonan maaf wanita yang tadi telah mengasari putrinya sampai gemetar ketakutan dan menangis dengan pilu, bahkan dirinya tidak masalah dengan penghinaan yang menyebut kekurangannya itu asal bukan kedua anak kembarnya yang disakiti, Angel akan berubah menjadi seekor harimau demi melindungi kedua anaknya.


" Maafkan saya nona muda, akibat kecerobohan saya nona muda dan nona kecil mengalami ini semua. Saya akan segera meminta hukuman saya pada tuan muda nanti." ujar Sarah sambil membungkuk hormat.


" Kak Sarah tidak salah, tadi kakak sedang menerima telepon dari mama, sudahlah kami tidak apa-apa jangan sampai suamiku mengetahui kejadian ini toh wanita itu sudah mendapatkan hukuman nya." ujar Angel dengan isyarat jemarinya.


Angel menggendong putrinya yang masih menangis sambil mengelus punggungnya seakan memberikan penghiburan agar putrinya tidak menangis lagi.

__ADS_1


Hola...maaf kan saya akhir-akhir ini jarang dan lama menulis novel ini dikarenakan kondisi tubuh yang butuh banyak istirahat di tempat tidur. Semoga para readers masih tetap menunggu cerita Daniel dan Angel serta kedua anak kembar mereka.


Tbc


__ADS_2