Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Kau membawa milik ku


__ADS_3

Daniel bangkit dari duduknya dan membantu Angel untuk duduk. Setelah duduk Angel segera mencari notesnya dan segera menuliskan sesuatu.


"Kenapa bapak masih berada di sini? bukannya bapak tidak suka melihat saya? dan kenapa bapak mencari saya sampai ke sini ? bukankah saya sudah tidak mempunyai urusan lagi dengan bapak ?"


Daniel yang kini duduk bersila di atas tikar yang digelar di samping kasur tipis Angel, merebut notes milik Angel dan membuangnya begitu saja, masih dengan tatapan yang masih tertuju pada Angel, Daniel berkata " Aku tidak suka melihatmu menggunakan buku sialan itu, gunakan bahasa isyarat saja !"


Angel terkejut, lalu dengan takut takut menggerakkan jemarinya dengan pelan.


"Bapak bisa bahasa isyarat ?"


" Aku bukan orang tolol yang memintamu menggunakan bahasa isyarat jika diriku tidak menguasainya, dan satu lagi tidak perlu menggerakkan dengan perlahan seperti itu aku lebih dari mampu untuk memahaminya dengan cepat." ujar Daniel dengan jumawa.

__ADS_1


Tentu saja Daniel memang mampu untuk memahami bahasa isyarat sudah sejak lama, tapi Daniel tidak pernah menunjukan kemampuannya. Daniel sendiri merasa tidak perlu semua orang tahu dengan kemampuan yang tidak berguna itu. Tetapi kali ini berbeda, Daniel merasa perlu menunjukkan kemampuannya pada Angel jika dirinya adalah seseorang yang serba bisa, pria yang kompeten.


Saat sadar dengan apa yang ia pikirkan Daniel tertegun, bagaimana bisa dirinya berpikir untuk memamerkan kemampuannya pada Angel ? memangnya siapa Angel hingga boleh menilainya ? dan kenapa dirinya harus menunjukkan kelebihannya pada Angel ? Hei..apa dirinya sudah gila ? sepertinya dirinya membutuhkan liburan untuk mengembalikan akal sehatnya yang entah sudah bertravel kemana mana.


Angel mengangguk dan kembali bertanya " Lalu bagaimana dengan pertanyaan saya ?"


"Aku memang mencarimu karena aku masih memiliki urusan denganmu, lebih tepatnya, aku baru tahu jika kita masih mempunyai urusan," jawab Daniel dengan tatapan serius yang tertuju pada netra indah milik Angel.


Daniel mendengkus dan mengarahkan tatapan matanya pada perut bulat Angel, Daniel mengendikkan dagunya dan berkata " kau membawa milik ku."


Angel bertambah bingung, apa yang dimaksud Daniel dengan miliknya dan mengapa Daniel menatap perutnya seperti itu ? beberapa detik kemudian Angel seakan akan menyimpulkan sesuatu yang tidak masuk akal. Angel menggeleng dan memeluk perutnya protektif, wajahnya yang cantik terlihat pucat semakin menyedihkan saat menggerakkan tangannya " Bapak jangan mengatakan omong kosong."

__ADS_1


"Aku tidak berbicara omong kosong, janin yang sedang kau kandung memang berasal dari benih yang kutanam." Daniel sama sekali tidak terlihat sedang bermain main dengan kata katanya. Angel bisa melihat dengan jelas kesungguhan tersebut, tapi Angel menepis kesungguhan yang terasa sebagai omong kosong. Angel tidak mau menerima apa yang telah Daniel katakan.


" Jika bapak sedang bercanda, maka candaan bapak tidak lucu ," sentak Angel wajahnya yang cantik semakin pucat Angel benar benar terguncang dengan kabar yang telah Daniel katakan.


Daniel menggeram kesal dengan tingkah keras kepala Angel dan tidak mau mendengar apa yang telah ia katakan.


"Apa kini aku tidak terlihat serius ?" sentak Daniel kesal.


Angel tersentak mendengar nada seram yang digunakan Daniel, ia menciut takut dan menempelkan punggungnya pada dinding kamarnya. Daniel mendengus lalu mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum menjelaskan semuanya pada Angel. Hal ini tentu saja harus ia lakukan demi membawa Angel kembali bersamanya.


"Kejadian yang menimpamu berkaitan denganku, dimulai dari foto dan video hingga kabar yang menyebar ke seleruh kota semuanya di bawah pengaturanku." Daniel mulai menjelaskan agar Angel merasa yakin dengan pengakuannya yang mengakui janin yang saat ini tengah tumbuh dan berkembang dalam rahim Angel adalah anaknya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2