Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Menemukan keberadaan Angel


__ADS_3

Daniel tidak habis pikir kenapa adiknya mau maunya ditugaskan di tempat seperti ini bahkan mendapat signal ponsel saja sangat sulit disini, karena sejak tadi suara adiknya terputus putus.


"Aku sudah berada di pintu masuk desa, kau dimana ?" tanya Daniel seraya mengedarkan pandangannya meneliti apa saja yang ada di sana.


"Lalu apa yang harus lakukan sampai urusanmu itu selesai ?" tanya Daniel lagi dengan rasa kesal. Rupanya adiknya itu tengah mempunyai urusan penting dan tidak bisa bertemu dengannya saat ini juga. Padahal Daniel ingin merubah suasana hatinya dengan menemui adiknya yang sudah lama tak ia temui. Bukannya memperbaiki suasana hati Daniel malah merasa semakin tidak senang karena situasi yang tidak terduga.


"Ya sudah aku akan berkeliling dulu," ucap Daniel kesal dan mematikan ponselnya.


Setelah memutuskan sambungan ponselnya, Daniel memutuskan untuk menyusuri jalanan desa. Beberapa warga desa menatap kagum dan penasaran pada wajah tampan Daniel. Rambutnya yang coklat terlihat acak acakan di terpa angin, hidungnya yang mancung tubuhnya yang tinggi dan atletis, kaus hitam yang dipadukan dengan jaket kulit warna hitam semakin membuat tampilan Daniel sempurna.


Daniel merasa cukup senang dengan pemandangan yang berada di depan matanya, kebun teh dan ladang sayur serta buah buahan. Saat lembayung senja menghiasi langit, pemandangan yang Daniel lihat terasa semakin sempurna membuat suasana hatinya naik ke tingkat yang lebih baik saat ini. Saat Daniel baru akan kembali melangkah, Daniel mendapatkan panggilan masuk dari Thomas. Dengan setengah kesal Daniel menerima panggilan dari seseorang yang sebenarnya tidak ingin ia akui sebagai sahabat.


" Ada apa ?" tanya Daniel dengan ketus.

__ADS_1


"Kenapa nada bicaramu seperti itu? sangat menyebalkan," suara Thomas terdengar tak kalah kesalnya terdengar di telinga Daniel.


Daniel mengengkus, "Jika kau meneleponku hanya tuk membuat suasana hatiku bertambah kesal, lebih baik kau kembali berpesta dengan para wanita wanitamu itu," ucap Daniel tajam.


"Heii..aku menghubungimu karena hal penting kawan.." ujar Thomas tak kalah kesalnya dengan sahabatnya itu.


"Memangnya hal penting apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya Daniel menghentikan langkahnya di dekat kebun teh.


"Aku telah menemukan keberadaan Angel," ucapan Thomas berhasil membuat Daniel mau melanjutkan pembicaraan dengan sahabatnya.


"Aku tidak mau memberitahukan padamu, aku sudah memberitahukan Bram dia yang akan memberitahukanmu, udah ya aku mau melanjutkan berpesta dengan wanita wanitaku, bye !"


Daniel memejamkan matanya saat menyadari bahwa dia sudah dipermainkan oleh Thomas. " ****...beraninya dia menutup ponselnya terlebih dahulu, awas saja kalau kita ketemu aku akan memberikan pelajaran tak terlupakan untuknya."

__ADS_1


Daniel segera mengangkat panggilan ketika Bram menelepon nya. "Dimana Angel ?" tanya Daniel langsung.


"Tuan sudah tau kabar tentang keberadaan Angel ?" tanya Bram segera setelah signal ponsel tersambung baik.


"Ya barusan Thomas menghubungiku secara langsung, jadi dimana Angel berada ?" tanya Daniel dengan tidak sabar.


Tentu saja Bram merasa heran dengan ketidaksabaran yang ditunjukan oleh tuan nya saat ini. "Tuan pasti akan terkejut mendengarnya"


Daniel mengalihkan pandangannya saat melihat sosok mungil yang berjalan menyusuri jalanan yang membelah perkebunan teh. Tanpa sadar kaki Daniel melangkah mengikuti sosok mungil tersebut. Jantung Daniel berpacu dengan cepat melebihi saat Daniel memacu mobil sport nya di jalanan sepi, sementara matanya terfokus pada seseorang yang ia ikuti sementara telinganya masih aktif mendengarkan penjelasan Bram.


" Saat ini Angel berada di pelosok desa yang jauh dari kota, ia tinggal di sana dan diperlakukan cukup baik oleh warga desa, ia tinggal di de ---"


Daniel mematikan telepon dari asisten serba bisanya sebelah pihak dan menghentikan langkahnya saat sosok mungil yang ia ikuti sedari tadi juga menghentikan langkahnya. Kini keduanya tepat berada di tengah tengah area kebun teh. Dengan penuh antisipasi Daniel membuka bibirnya dan berkata " Angel ?"

__ADS_1


Sosok mungil yang sedari tadi Daniel ikuti menoleh dan terkejut saat melihat wajah Daniel. Wajahnya yang cantik tiba tiba memucat, seakan darah surut begitu saja dari sana. Tanpa bisa di tahan sosok mungil yang tak lain adalah Angel, mundur beberapa langkah, ekspresi terkejutnya kini berubah menjadi sebuah ketakutan yang nampak begitu jelas di wajah cantiknya.


Tbc


__ADS_2