
Daniel mengingat kembali pembicaraan dengan papanya tadi di ruangan kerjanya.
" Kau sendiri tau jika papa bisa mengetahui semua hal, itu artinya papa juga menebak alasan di balik semua tindakan tidak masuk akal mu ini," ucap Andrew serius. Daniel menatap wajah papanya yang tiba tiba menjadi serius dan ia mengetahui pasti papanya memang tahu motif di balik tindakannya pada Angel. Tapi Daniel tidak mau mengakuinya kalau ia masih terbayang sama masa lalu dan belum bisa melangkah maju, ia masih membenci seseorang yang telah menorehkan luka di hatinya.
"Apa maksud papa? aku tidak mengerti"
"Tidak perlu berpura pura." Andrew menghela nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya, Andrew mengenal putranya lebih dari siapa pun ia yang menyaksikan Daniel lahir sampai tumbuh dewasa seperti ini. Jadi ia tau jika Daniel masih terbayang oleh masa lalu lebih tepatnya terpengaruh oleh luka yang ia dapatkan sewaktu kecil, dimana Andrew juga ambil alih atas penderitaan yang dialami oleh putranya.
"Papa tidak bisa memaksamu untuk melupakan masa lalu yang terasa menyakitkan, papa juga merasa menyesal tidak bisa mencegah kau mendapatkan luka itu tapi percayalah papa selalu berdoa agar kamu bisa terus melangkah menuju masa depan. Papa tidak ingin kamu menyesal setelah melampiaskan kemarahanmu atas masa lalu pada seorang gadis polos yang tidak memiliki salah padamu, cepat cari Angel atau kamu akan kesulitan mencarinya," ujar Andrew sambil bangkit berdiri.
Sebelum Andrew meninggalkan ruangan tersebut ia berkata " Jangan sampai dendam masa lalu membuatmu buta melihat masa depan."
__ADS_1
Daniel mengetatkan rahangnya dan menghela nafas kasar dan melemaskan tubuhnya bersandar di sofa. Ia memejamkan mata nya mencoba untuk menenangkan diri tapi yang terjadi Daniel malah mengingat peristiwa kemarin.
Daniel duduk di sebuah sofa single yang ada di salah satu kamar kost an yang tidak ada penghuninya,Thomas dan Bram asisten serba bisa Daniel berada dibelakangnya. Daniel menatap beberapa orang warga sekitar di tempat kost an itu dan ibu pemilik tempat kost yang kemarin berrtindak kasar pada Angel yang kini tengah berlutut dihadapannya. Tubuh mereka bergetar hebat seakan akan merasakan intimidasi dari Daniel yang sama sekali tidak pernah mereka rasakan.
"Aku tanya sekali lagi, apa yang telah kalian lakukan pada Angel ?" tanya Daniel dengan suara rendah tetapi aura di dalam kamar itu sangat mencekam, bahkan Thomas dan Bram yang tidak mempunyai kesalahan apapun merasakan ketakutan apalagi dengan orang orang yang berlutut dihadapan mereka yang jelas jelas melakukan kesalahan.
Sore tadi tiba tiba rombongan Daniel menerobos masuk ke rumah bertingkat 4 yang dijadikan usaha kost an khusus putri yang selama ini Bu Hani jalankan *dan menyekapnya bersama dengan beberapa orang warga sekitar tempat kost nya.
Apalagi saat ini Daniel sendiri yang mulai melakukan introgasi kepada mereka, kesabaran Daniel menguap begitu saja saat tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. "Apa bisunya Angel menular pada kalian semua ? Apa mungkin kalian yang normal ingin memiliki kondisi yang sama dengan Angel ? mungkin kalian tidak tahu bahwa aku lebih dari mampu untuk membuat kalian tidak bisa lagi berbicara."
Daniel menelisik keadaan kamar dimana Angel pernah tempati, ia melihat photo photo Angel yang tergantung pada dinding di samping tempat tidurnya dan yang menarik perhatian nya adalah foto cantik Angel saat memakai seragam SMA dan juga photo keseharian Angel saat di kampus dan juga beberapa guntingan majalah yang memuat berita tentang seorang Daniel Wiratama terbingkai dalam frame
__ADS_1
sumber foto dari google
sumber foto dari google
sumber foto dari google
__ADS_1