Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Saatnya aku yang mendapat perhatian


__ADS_3

" Hwuaaa....papah....," suara tangisan putrinya dari dalam kamar pribadinya membuat Daniel langsung meninggalkan semua dokumen-dokumen yang sedang di baca nya.


" Putri cantik papa sudah bangun ?"


Balita cantik itu yang melihat kedatangan papanya langsung merentangkan tangannya meminta papa nya tuk segera memeluknya. " Papah...,mamah dan sekai iyang, Mika atut pah."


" Mama sedang berada di kamar mandi sedang bantu Sky sayang, jangan takut papah selalu ada tuk Mika," ujar Daniel lembut seraya mencium puncak kepala putrinya.


" Mika mau sama papah ja, nda mau di kamal lagi...papah ndong ya?" rengek putri nya dengan manja.


" Ia princess," ujar Daniel menyeka air mata di wajah putrinya itu dan memangku putrinya sambil kembali membaca dokumen yang tadi sedang dibaca nya.


" Mika sama mama ya, kasian papa lagi kerja." isyarat jemari Angel merayu putrinya agar mau bersamanya.


Bukannya menuruti permintaan mamanya, balita cantik itu malah memeluk tubuh papah nya dengan erat seraya menggelengkan kepalanya lalu menyembunyikan wajahnya di dada papa nya itu.


" Biarkan Mika bersamaku, aku tidak merasa terganggu."

__ADS_1


" Mika apa kau mau mewarnai gambar bersamaku ? Uncle Bram tadi memberikan crayon dan buku gambar princess kesukaanmu." tanya saudara kembarnya merayu kembarannya agar tidak menganggu papa mereka.


" Mau...Mika mau mewalnai gambal, papah Miko mau tulun pah."


Daniel melihat kedua anak kembarnya sibuk mewarnai di meja sofa dan istrinya tampak tersenyum menemani kedua anak kembar mereka, sadar jika seseorang sedang memperhatikannya Angel menoleh ke arah suaminya yang sedang menatap dirinya dan anak kembar mereka dari meja kerjanya. Angel tersenyum manis ke arah suaminya itu, entah mengapa dari dulu dirinya selalu mengagumi sosok suaminya saat berada di balik meja kerjanya seakan ketampanan suaminya itu berkali-kali lipat walaupun dulu suaminya itu selalu bermulut tajam dan bersikap kasar kepadanya.




Daniel tertegun melihat senyum Angel, sungguh dirinya tak hentinya selalu mengucap syukur kepada Tuhan karena telah memberikan keluarga kecil yang telah membuat hidup nya berwarna dan selalu diliputi dengan kebahagiaan. Wanita yang dulu amat dia benci sekarang telah memberikan dirinya banyak kebahagiaan dengan menjadi seorang ayah dari sepasang anak kembar yang lucu dan pintar, dirinya selalu berterima kasih pada Tuhan yang begitu baik telah memberikan dirinya kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini. Kepenatan yang dirinya rasakan beberapa saat memeriksa dan menandatangani setumpuk dokumen di atas meja kerja nya seketika hilang saat matanya melihat keluarga kecilnya.


Daniel menepuk pahanya memberi kode agar Angel duduk di pangkuannya.


" Ada twins kau jangan macam-macam," isyarat Angel sambil melotot.


Daniel tidak mendengarkan peringatan istrinya dan langsung menarik lembut tangan Angel agar duduk di pangkuannya. Daniel segera membenamkan wajahnya di leher sang istri, mendekap serta mencium aroma tubuh istrinya yang memberikan rasa tenang dan nyamam di relung hatinya.

__ADS_1


" Kau tenang saja twins saat ini sedang sibuk dengan aktifitas nya saat nya aku yang mendapatkan perhatian dari istriku tercinta, masa mereka saja yang dari tadi mendapatkan perhatianmu," bisik Daniel di telinga istrinya seraya memberikan ciuman-ciuman kecil di leher istri cantiknya itu dan jangan lupakan juga kelincahan jemarinya yang saat ini sudah masuk ke dalam baju yang Angel kenakan dan menjelajahi lekuk tubuh istrinya.


" Niel...jangan sekarang, ada twins di sini ingat kita sedang berada di kantor bukan di kamar kita."


" Baiklah aku akan melanjutkannya nanti malam di kamar kita," lirih Daniel seraya mencium bibir istrinya.


" Papah liat.....gambal Mika sudah jadi," teriak putrinya sambil memperlihatkan buku gambarnya ke arah papa dan mamanya.


" Wah bagus sekali gambar princessnya papa," puji Daniel pada putrinya yang tampak senang mendengar pujian dari papa nya.


" Apa gambarmu juga sudah selesai boy ?" tanya Daniel pada putranya.


" Sudah pa," jawab putra nya sambil memperlihatkan buku gambar nya.


Tampaknya putra nya itu berbakat di segala bidang sama seperti dirinya tetapi putri nya juga mempunyai bakat dalam bidang gambar terlihat dari coretan gambarnya yang sudah rapi walaupun belum serapih kembarannya.


" Papa akan memajang hasil gambar kalian di ruangan kerja papa, nanti berikan gambar kalian pada uncle Bram tuk dipajang di sebelah trophy papa.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2