
Revan merasa hatinya begitu sakit, ia berpikir lebih baik mendapatkan penolakan dari Angel karena dirinya masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatinya di lain waktu, tetapi jika sudah seperti ini apa yang harus Revan lakukan ? ia tidak mungkin membuat hubungan dengan kakaknya retak karena memperebutkan seorang wanita, apalagi wanita itu sudah dimiliki oleh kakaknya sendiri.
Tapi tunggu, Revan merasa ada yang janggal " Apa benar Angel adalah istri kakak, kenapa aku tidak mendengar kabar pernikahan kalian ? pasti mama akan heboh dan menyuruhku pulang saat pernikahanmu, lalu kenapa Angel bisa sampai di sini dan hidup menderita sendirian ?" tanya Revan dengan kesalnya.
Daniel mendengkus " Semuanya terjadi begitu saja, pernikahanku dengan Angel hanya diketahui oleh petugas KUA dan Bram yang membantu pernikahanku, mama dan papa juga tidak mengetahui perihal pernikahan ini. Lalu mengenai Angel yang bisa tiba di sini, semua itu terjadi karena kesalapahaman yang terjadi diantara kami."
"Jangan berbohong kak ! aku bisa mencari tahu dan mengetahui semuanya, jadi kakak jangan berbohong," Revan masih bersikukuh bahwa apa yang Daniel katakan hanyalah sebuah kebohongan.
"Lakukan aja apa yang kamu mau lakukan, kakak tidak peduli," ujar Daniel seakan dirinya tidak peduli dengan apa yang akan adiknya lakukan.
Revan mengerutkan keningnya, " Kakak benar benar memperbolehkan aku melakukan apapun yang ku mau ?" Daniel mengangguk dan terlihat tidak berniat menjawab lebih lanjut.
"Walau itu artinya aku boleh merebut Angel dari kakak ?" tanya Revan penuh harap
Daniel terlihat kaku dan menoleh pada adiknya "Sepertinya lama bekerja sebagai relawan telah membuat otakmu terjangkit penyakit langka yang mendorongmu melakukan hal gila ya ?" tanya Daniel dengan nada tajam, tentu saja Daniel mempertanyakan kewarasan adiknya ke mana perginya semua kewarasan Revan ?
__ADS_1
Revan mengendikkan bahunya acuh, "Mungkin saja, tapi satu hal yang kupastikan bahwa aku akan memastikan jika Angel tidak akan hidup menderita lagi." ujar Revan serius.
Baru saja Daniel hendak berbicara, suara Kokom dan Aan terdengar memanggil orang orang yang bekerja di sawah dan ladang untuk berhenti dari pekerjaan mereka. Rupanya Kokom dan Aan membawa makan siang untuk para pekerja. Angel juga terlihat dengan bakul nasi yang cukup besar dalam pelukannya.
Dengan kompak Daniel dan Revan berjalan mendekat pada Angel, berniat untuk membantu mengangkat bakul nasi.
Sayangnya keduanya malah berebutan dan adu mulut. " Kamu diam saja, biar kakak yang membantu."
" Lebih bail kakak yang diam saja, biar aku yang membantu Angel."
Angel tertegun dan membiarkan Daniel membawa bakul nasi begitu saja, hal itu membuat Revan kesal.
Kokom menarik Angel dengan lembut dan membawanya untuk duduk di bawah pohon yang teduh dan mengelar tikar di sana, Kokom memang menyediakan makan yang berbeda untuknya dari para pekerja. Revan dan Daniel tentunya mengikuti mereka untuk makan bersama.
"Ayo silakan dimakan ambu dan Angel sendiri yang menyiapkan makanan ini," sembari menyendokkan lauk untuk suaminya.
__ADS_1
"Iya...terima kasih untuk makanannya ambu," ujar Revan dan Daniel bersamaan.
" Semakin dilihat, kalian memang seperti kakak dan adik pantesan kalian sekompak ini," ujar kokom sambil tersenyum tipis.
Daniel hanya tersenyum tipis dan senyumnya itu langsung surut seketika melihat Revan yang duduk menempel disebelah Angel yang duduk dengan susah payah.
"Jangan menempel nempel seperti itu, istriku terlihat sangat tidak nyaman," ucap Daniel ketus. Revan tidak mempedulikan ucapan kakaknya dan malah semakin menjadi.
Angel mengerucutkan bibirnya dan membuang muka, ia masih sangat marah pada Daniel atas semua yang telah ia lakukan padanya. Jika saja Angel tidak ingat kalau hari ini sudah tiba masa cocok tanam sehingga para pekerja harus bekerja keras di ladang dan sawah, Angel tidak mau keluar dari rumah dan melihat wajah Daniel tentu saja Angel akan memilih untuk menghabiskan waktunya di rumahnya.
"Tidak mungkin Angel merasa tidak nyaman di dekatku, kami memiliki hubungan yang dekat sebelum kakak datang. Jadi jangan komentar sembarangan, ayo Angel makan yang banyak," ujar Revan seraya menyendokkan lauk untuk Angel. Sedangkan Angel sendiri tidak keberatan dengan perlakuan Revan padanya.
Daniel terlihat kesal, " Jaga sikapmu pada Angel, dia istriku.. kakak iparmu," peringat Daniel dengan tegas jelas Daniel tidak senang melihat kedekatan antara Angel dengan Revan.
Tbc
__ADS_1