Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Minggu ke 18


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang tuan inginkan ? jika tuan bertanya tentang Angel, gadis bisu tak tahu malu itu, benar gadis itu pernah kost di tempat ini tetapi ia sudah tidak tinggal di kost ini lagi karena semua penghuni kost an saya ini wanita baik baik semua jadi sudah sewajarnya jika kami mengusir paksa gadis bisu itu dari tempat ini daripada membuat aib dan membuat rugi usaha kost an ku."


"Wanita baik baik ? apa wanita baik baik yang kau maksud adalah dirimu ? yang dengan sengaja mengambil barang barang milik Angel yang masih tertinggal dan menjualnya selayaknya itu adalah barang milikmu ?" tanya Daniel dengan nada sinis


"Benar tindakan kami tidak salah, awalnya kami pikir Angel adalah gadis baik baik ternyata itu hanya kedok untuk menyembunyikan kebenarannya kalau sesungguhnya dia adalah pe****r," ucap seorang pria yang berlutut di samping Hani.


Daniel terlihat semakin tidak senang saat mendengar ucapan pria tersebut selanjutnya. " Dia sudah tidak berada di tempat ini lagi jadi jika tuan mencarinya untuk membutuhkan layanan nya, jangan pernah lagi mencarinya ke sini dan jangan pula bertanya tentang gadis bisu itu pada kami karena daerah ini bukan tempat bordil, silakan tu---"


Ucapan pria itu berhenti saat dirinya tepat mendapatkan pukulan di wajahnya, semua orang tampak terkejut terutama Daniel. Ia tak percaya jika dirinya yang memberikan pukulan itu bukan hanya satu pukulan tapi pukulan bertubi tubi yang diberikan olehnya.


Daniel mengusap wajahnya dengan kasar, kemarin dirinya memang tidak seperti biasanya, bisa bisanya ia main tangan padahal semasa sekolah dan kuliah Daniel terkenal sebagai siswa yang tidak pernah bertindak kasar walaupun memiliki tingkat emosi yang cukup tinggi dan meledak ledak. Tapi karena auranya yang mengintimidasi sudah membuat orang tidak berani mendekat, hanya dengan kata kata tajam nya sudah membuat orang mengambil jarak aman dengannya.

__ADS_1


Tapi kemarin untuk pertama kalinya Daniel mengotori tangannya sendiri tuk memukuli seseorang karena merasa begitu marah. Ya Daniel sangat marah ketika mendengar pria itu merendahkan dan melecehkan Angel menyamakan gadis itu dengan seorang pe****r , ada ruang dalam hatinya yang seakan tidak terima jika mendengar orang orang melecehkan gadis itu.


Daniel menghela nafas saat sadar pikirannya sudah bercabang kemana mana. Padahal awalnya niat Daniel pergi ke tempat itu untuk mencari tau kemana Angel pergi setelah warga sekitar mengusirnya dengan paksa dan berpikir langkah apa yang seharusnya ia ambil, tetapi kemarahan terasa mengepul di dadanya setelah mendengar omongan pemilik tempat kost dan seorang warga. Daniel merasa semakin frustasi saat sadar dirinya marah akan hal yang tidak masuk akal. Mengapa dirinya bisa semarah ini hanya karena mendengar ucapan tidak mengenakan tentang Angel ? Bukankah seharusnya Daniel merasa senang?


" Sial ," maki Daniel sepertinya ia harus mengalihkan pikirannya lebih dulu, jika tidak ia bisa melakukan hal hal gila seperti kemarin.


¤¤¤¤


Angel menoleh dan mengangguk, tangannya yang bebas ia gunakan untuk mengelus perutnya yang membuncit di balik daster batik yang ia gunakan. "Tapi dokter mengapa perutku ini sepertinya sangat besar melebihi usia sebenarnya, apakah ini terlihat normal ?" tanya Angel pada secarik kertas.


"Jika diagnosa ku tidak salah sepertinya kau sedang mengandung bayi kembar Angel, hal itu harus dipastikan oleh mesin USG tetapi di sini tidak terdapat mesin itu kau harus memeriksakannya ke kota untuk lebih jelasnya," terang Revan.

__ADS_1


Benar sekarang usia kehamilan Angel sudah hampir memasuki bulan ke 5, tidak terasa jika dirinya sudah melalui hari hari yang sulit seperti ini Angel sangat bersyukur semua orang di desa ini menjaga dan merawatnya yang sebatang kara dengan tulus dan tidak memperlakukan Angel hanya karena mereka merasa kasihan atau iba dengan keadaannya karena jika mereka memperlakukannya hanya karena mereka iba Angel tidak akan mau berlama lama tinggal di desa ini. Walaupun dirinya memiliki kekurangan tapi Angel ingin hidup dari hasil jerih payahnya sendiri.


"Nah kamu harus sering sering berjalan jalan di pagi dan sore hari tapi ingat jangan sampai kelelahan, kamu hanya cukup membuat kaki dan pinggangmu semakin kuat saja jangan terlalu berlebihan," ucap Revan memberikan saran sebagai seorang dokter. Jujur saja kini Revan menikmati kebiasaan baru yaitu menemani Angel berjalan jalan tiap pagi dan sore.


Angel mengangguk dan tersenyum dengan cantiknya. Hal itu membuat Revan salah tingkah "Jangan pernah tersenyum seperti itu di hadapan pria lain."


Dengan gerakan bibirnya Angel bertanya "kenapa ?"


"Aku takut jika orang orang itu akan jatuh cinta padamu," jawab Revan cepat.


Angel terkekeh geli mendengar ucapan Revan yang terasa seperti gombalan anak SMA.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2