
Angel dengan telaten mengurus Daniel, bahkan dirinya bersikeras akan makan setelah selesai menyuapi suaminya makan. Asisten Bram duduk di sofa dengan memangku sebuah laptop memeriksa pekerjaan yang tertunda karena Daniel dilarikan ke rumah sakit dan asisten Sarah sedang memberi info mengenai kondisi Daniel saat ini kepada Nyonya Helena.
" Yang....serius ya ini terakhir kalinya kamu menutupi penyakitmu seperti ini, kamu dengar gak penjelasan dari dokter tadi kalau kamu tuh beruntung banget Bram membawamu ke rumah sakit pada waktu yang tepat karena kondisi kamu sudah dalam tahap memprihatinkan tahu gak ? kamu juga siy...kalau sudah kerja selalu gak ingat waktu. Next time kalau kamu sakit sedikit saja kamu harus bilang ke aku, jangan dipendam sendiri dan kamu gak bole lagi kerja sampai gak ingat waktu kayak kemarin-kemarin itu, aku gak mau lihat kamu seperti ini lagi, ngerti gak ?"
Daniel hanya tersenyum simpul melihat semua omelan istrinya setelah ia menghabiskan buburnya. Dirinya tidak pernah menyangka diomeli untuk hal-hal semacam ini ternyata rasanya sangat menyenangkan.
" Yang, koq kamu gak jawab siy ? kamu mengerti gak ?"
Daniel tersentak, ia kembali tersenyum.
" Iya sayang, aku akan ngomong ke kamu kalau aku merasa sakit, tapi saat ini aku tidak apa-apa mungkin karena masih dalam efek bius jadi aku masih tidak merasakan apa-apa tapi nanti saat biusnya hilang dan aku merasa sakit, aku akan memberitahukan kepadamu," ucap Daniel seraya mengelus pipi istrinya.
" Maaf karena sudah membuatmu khawatir ya, dan terima kasih kamu telah membuatku melewati ini semua dengan lebih mudah." ujar Daniel seraya mencium kedua jemari Angel.
" Terima kasih juga karena kamu sudah baik-baik saja Yang..."
Daniel menarik lembut tangan Angel ke dalam pelukannya, dan menaruh kepalanya pada curuk leher Angel untuk menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang sangat ia rindui. Aroma vanila wangi khas tubuh istrinya seakan membuat hatinya tenang.
__ADS_1
"Ehm...maaf menganggu, Nyonya muda saatnya anda makan siang," sela Sarah dengan wajah datarnya. Angel segera melepaskan pelukan Daniel padanya dan segera menerima nampan yang berisi makan siangnya dari Sarah. Daniel menatap sebal pada asisten istrinya itu yang menganggu kegiatannya itu.
¤¤¤¤
" Kamu tidak mau tidur disini aja Yang? tidur di sampingku aja yuk." Daniel menatap penuh harap pada Angel sambil tangannya menepuk pelan sisi samping ranjang rawatnya.
Angel yang hendak berbaring di ranjang yang satunya, langsung tersenyum geli mendengar permintaan suaminya itu.
"Kamu mau aku diusir dari sini Yang? begitu ada perawat atau dokter yang masuk ke sini aku pasti bakalan di usir tau gak?
Angel melihat ke arah Bram." kau jangan dengarkan kata-katanya Bram," ancam Angel sambil menggerakkan jemarinya.
" Selamat beristirahat tuan dan nyonya muda, asisten sarah akan berjaga di dalam ruangan ini besok pagi saya akan secepatnya datang untuk bergantian jaga dengan nyonya muda." jelas Bram seraya membungkukkan badannya.
Angel berjalan menuju ke arah Daniel, ditatapnya suaminya itu yang sudah bersemangat dan tersenyum lebar melihat kedatangannya ke arahnya.
" Tidak Yang...aku bukan mau tidur disitu, aku hanya ingin menemanimu sampai kamu tertidur. Kamu itu baru selesai operasi, harus banyak istirahat. Aku akan memegang tangan kamu sampai kamu tertidur ya." isyarat Angel seraya duduk di samping ranjang rawat Daniel dan menggengga jemari Daniel.
__ADS_1
" Kamu beneran tidak mau tidur di samping aku? kita gak akan ngapa ngapain koq, cuma gandengan tangan aja," bujuk Daniel.
Angel tersenyum sambil menggeleng dengan tegas. " Ini rumah sakit Yang, bukan hotel ! aku gak mau sampai perawat atau dokter sampai melihat kita tertidur dalam satu ranjang dan aku tidak percaya kalau kita hanya akan bergandengan tangan saja. Kamu pasti akan mengambil kesempatan saat aku sudah tertidur."
Daniel mendengus pelan seraya mencibir istrinya kesal karena istrinya itu sudah mengetahui rencananya. " Nanti saat dokter sudah mengijinkanmu pulang dari rumah sakit, kita bisa tidur sambil berpelukan lagi."
" Enak saja, aku ingin lebih dari sekedar hanya tidur sambil berpelukan, aku kan belum mengambil jatah aku tuk minggu ini," ujar Daniel dengan santainya tanpa melihat jika wajah Angel sudah bersemu merah mendengar perkataannya itu.
" Cepet tidur atau kamu ingin aku menelepon Bram untuk menemanimu malam ini di sini?" ancam Angel dengan sorot mata tegas.
Daniel mendengus dan segera memejamkan matanya tanpa membantah lagi, daripada harus tidur dengan ditemani oleh Bram lebih baik tidur ditemani oleh istri cantiknya sambil menggenggam tangan istrinya walau tidak seranjang seenggaknya dirinya merasakan kehangatan tangan Angel dan mencium aroma yang sudah ia rindui malam ini.
sumber photo dari google
Tbc
__ADS_1