
Malam menjelang, tampak bintang dan bulan yang bersinar terang menemani langit yang kesepian. Angel yang awalnya tertidur lelap karena badannya terlalu lelah digempur berjam jam oleh Daniel yang seakan tak mengenal kata lelah, terbangun karena suara igauan yang mengganggunya.
Angel membuka matanya dan melihat Daniel yang berbaring di sampingnya tengah berkeringat hebat. Angel berusaha untuk duduk dan memperhatikan Daniel dengan seksama. Dapat dipastikan jika kini Daniel tengah diganggu oleh mimpi buruknya. Angel merasa sepertinya dirinya perlu untuk membangunkan Daniel agar bisa terbebas dari mimpi buruk yang sepertinya menakutkan. Tapi sisi hati jahat Angel menolak untuk melakukan gagasan itu. Untuk apa Angel menolong orang jahat seperti Daniel ? selain telah membuat hidupnya hancur, Daniel bahkan memaksakan kehendaknya untuk menyentuh Angel secara intim, tapi sisi hati Angel yang lainnya mengakatakan jika Angel juga menikmati sentuhan Daniel tadi .
Angel tidak boleh menyalahkan Daniel atas apa yang barusan terjadi. Dirinya seakan mengijinkan hingga mengalami sesuatu yang baru pertama kali ia rasakan dalam keadaan sadar. Daniel melakukan penyatuan dengan lembut dan memastikan bahwa Angel merasa nyaman di bawah kungkungannya dan memastikan jika dirinya tidak menyakiti anak anaknya.
Kini Angel terdiam. Hati kecilnya mengatakan jika Daniel mempunyai hak untuk menyentuh dirinya karena kini Daniel adalah suaminya. Ya kini Angel tidak mau lagi membohongi dirinya sendiri dengan tidak mempercayai dokumen pernikahan itu. Karena semuanya sudah jelas bahwa pernikahannya itu legal dan diakui oleh negara. Yang artinya Angel dan Daniel telah resmi menjadi pasangan suami dan istri yang sah di mata hukum dan agama.
Angel termenung dalam waktu yang lama. Ia kembali menatap wajah Daniel yang ketakutan. Sepertinya ada yang salah pada diri Angel, mengapa dirinya malah merasa seperti ini ? Seharusnya kini ia memukuli Daniel dan membuat pria itu merasakan neraka dunia seperti yang Angel rasakan sebelumnya. Mungkin memukuli dirinya dengan buket bunga mawar yang pernah ia lakukan waktu itu saat Daniel meminta maaf padanya karena telah membentaknya dan tidak peka dengan keinginan dirinya waktu mereka ke singapore, atau membuat hidung mancungnya patah dan membuat dadanya lebam sudah lebih dari cukup untul Angel. Tapi sekali lagi hati Angel merasa jika pikirannya itu salah.
__ADS_1
Sumber foto dari google
Semakin terasa salah ketika dirinya memikirkan perkataan Helena tadi pagi. Daniel bertindak kasar karena luka yang ia dapatkan saat dirinya masih kecil, Luka yang ia terima atas penolakan dan kekerasan yang ia terima dari orang yang ia sayangi. Angel sendiri mengerti, karena sejak kecil dirinya juga kerap menadapatkan penolakan bahkan kata kata kasar dari orang di sekitarnya yang sama menyakitkannya dengan Daniel. Hal itu memang terasa menyakitkan hingga Angel kesulitan untuk mengatasi rasa sakitnya untung saja ada bunda Rani yang selalu menyayanginya dengan tulus.
Tapi Angel tidak membenarkan apa yang telah Daniel lakukan. Seharusnya, seterluka apa pun, sekecewa apa pun, Daniel tidak boleh melakukan hal seburuk ini. Karena Daniel jelas akan melukai banyak orang atas apa yang ia lakukan. Orang orang yang Daniel temui di masa kini tidak memiliki tanggung jawab atas semua luka yang Daniel dapatkan di masa lalu. Tapi entah mengapa, rasa kecewa besar dan amarah yang memenuhi hati Angel sama sekali tidak berubah menjadi kebencian terhadap Daniel. Angel sendiri tidak mengerti mengapa bisa seperti ini, apa mungkin benar jika dirinya terlalu bodoh hingga tidak bisa membenci orang lain ?
Angel sama sekali tidak mencoba menenangkan Daniel, dirinya hanya bertahan dalam pelukan Daniel sembari mempertahankan selimut di dadanya yang menutupi tubuh polosnya. Beberapa saat kemudian Daniel melepas pelukannya dan mendorong kasar pundak Angel. Daniel duduk di tepi ranjang membelakangi Angel.
__ADS_1
Pria itu nampak frustasi karena telah menunjukan sisi lemahnya pada Angel. Ia menyangka jika saat ini Angel tengah menertawakannya dalam hati. Daniel menoleh saat merasa kesal dengan halusinasinya sendiri. Tapi begitu menoleh, bukan wajah mengejek yang Daniel lihat melainkan raut sendu Angel yang terlihat seperti bayi kelinci kehilangan induknya.
Daniel menggeram kesal, ia kembali naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Angel di bawahnya. "Jangan pernah menampilkan ekspresi seperti ini kepada siapa pun, apalagi pada lelaki.
Sumber foto dari google
Baru saja Angel ingin menanyakan apa alasannya, Daniel sudah lebih dulu kembali menyerangnya dengan ciuman serta sentuhan yang menggetarkan pertahanan hati dan jiwanya. Tapi Angel tidak bisa membohongi diri sendiri, ia menyukai sentuhan dan getaran ini. Lalu apakah Angel salah ? Angel hanya ingin bebas memilih, tanpa harus memikirkan apa yang akan dipikirkan dan dikatakan oleh orang lain.
__ADS_1
Tbc