
Angel tidak mengenal tamu yang kini duduk dengan begitu anggun di ruang tamu mewah milik keluarga Wiratama. Karena tidak ada orang lain yang berada di rumah jadi Angel sebagai menantu keluarga Wiratama bertindak sebagai tuan rumah dan menyambutnya.
Angel duduk bersebrangan dengan tamu yang sangat sangat cantik di mata Angel , tak lama Sarah pun datang membawa kudapan dan minuman untuk Angel dan tamunya dan meletakkannya di meja.
Selama dirinya bekerja pada Nyonya besar Helena sekalipun ia belum pernah wanita yang saat ini duduk bersebrangan dengan Angel terlihat menginjakkan kakinya di rumah ini.
" Maaf saya datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu," ucap wanita cantik itu dengan gesture yang elegan.
Angel mengangguk dan tersenyum. Ia segera menjawab tamunya dengan bahasa isyarat yang segera diterjemahkan oleh Sarah. Nyonya muda saya bilang, karena semua orang sedang tidak berada di rumah jadi hanya ada nyonya muda yang menyambut anda. Anda siapa ? dan ada keperluan apa?
Wanita cantik itu tersenyum dan berkata " Saya Jennifer, kenalan Daniel dari amerika. Saya datang hanya sekedar bertamu dan menyapa teman lama. Tidak ada kepentingan yang lain. Apa kedatanganku mengganggu waktu luang mu ?"
Nyonya muda berkata, bahwa anda tidak menganggunya. Nyonya muda saya memperkenalkan dirinya, nyonya muda bilang anda dapat memanggilnya Angel seperti dengan yang lainnya.
Wanita itu melihat Angel dari atas kepala sampai ujung kaki lalu membuang muka.
__ADS_1
" Saya mendengar kabar yang mengatakan bahwa kini Daniel telah menikah, dan kamu pasti adalah istrinya bukan ?"
Angel mengangguk dan tersenyum membenarkan pertanyaan tamunya, membuat Jennifer berdecih, " Ck....saya tidak menyangka jika selera Daniel bisa jatuh serendah ini sangat berbeda dengan Daniel yang kukenal," ucap Jennifer sambil menatap tajam kepada Angel
Sarah yang mendengar hal itu tidak bisa menahan diri dan berkata. " Nona yang terhormat tolong jaga sikap anda, saya tidak tahu apa hubungan anda dengan Tuan muda Daniel tapi tidak sepantasnya anda berkata seperti itu kepada Nyonya muda saya."
" Saya tidak meminta pendapatmu, beraninya pegawai rendahan sepertimu mengomentari diriku, apa keluarga Wiratama tidak membaca latar belakang pekerja yang ingin bekerja di keluarga ini? tapi mungkin kalian berasal dari kelas yang sama? pantas saja kau terlihat begitu membela wanita bisu yang kau layani ini? dan kau memanggilnya dengan sebutan apa tadi? Nyonya muda ???? cih...apa wanita bisu itu pantas menyandang gelar itu ?" ujar Jennifer dengan sinis.
Sarah berusaha menekan kemarahannya, ia harus bersikap profesional, lalu menatap tajam " nona yang terhormat, apa sikap anda yang seperti ini mencerminkan bahwa anda berasal dari kalangan atas ? meskipun Nyonya muda saya memiliki keterbatasan tapi nyonya muda saya tidak pernah sedikitpun membeda bedakan dan memandang rendah seseorang."
Angel terlihat mengenggam gelas kristal dengan tangan yang gemetar menahan luapan emosi di dadanya.
"Nyonya muda sebaiknya anda segera beristirahat di kamar jangan sia siakan waktu anda tuk mendengar omong kosong ini," ujar Sarah merayu Angel.
Ucapan Sarah sukses memancing kemarahan Jennifer. "Apa yang kau maksud dengan omong kosong ? apa aku harus membuktikan semua perkataanku benar adanya? Apa perlu aku menyebutkan berapa banyak tahi lalat yang berada di tubuh Daniel atau bagaimana dengan bentuk "itunya" ?" tanya Jennifer dengan nada penuh percaya diri.
__ADS_1
Angel tampak berusaha tersenyum, wajahnya memerah menandakan suasana hatinya yang memburuk.
" Jangan heran mengapa diriku sangat mengenal Daniel luar dalam, karena dulu kami mempunyai hubungan saat bersama sama menimba ilmu di amerika. Bertahun tahun kami tinggal satu apartemen dan saling berbagi kehangatan di ranjang. Bahkan Daniel tidak bisa melupakan diriku dan kami masih berhubungan sampai sekarang. Daniel selalu mendatangi hotel tempatku bermalam jika aku datang ke kota ini, " ucap Jennifer
Sarah benar benar muak melihat wanita yang duduk bersebrangan dengan Nyonya mudanya ini. Jennifer benar benar tamu yang sangat arogan dan tidak memiliki sopan santun.
" Kamu mengerti dengan semua yang ku katakan bukan ? Suamimu dan aku masih berhubungan dan kaulah orang ketiga itu. Apa kau ingin tau alesan kenapa Daniel selalu pulang larut malam? kami habis menikmati malam panas kami di hotel tempatku menginap. Sebaiknya kau segera berkaca dari sekarang dan mundur secara perlahan dan kembali ke tempat asalmu." peringat Jennifer yang berjalan melangkah ke hadapan Angel.
Tanpa sadar Angel meremas gelas kristal ia pegang di kedua tangannya yang entah kekuatan darimana sampai ia sanggup memecahkan gelas kristal yang tebal itu hanya dengan tangan kosong.
Sarah menjerit panik melihat gelas kristal yang berada di tangan Angel pecah berhamburan dan melukai kedua tangan Nyonya mudanya.
Sumber foto dari google
__ADS_1
Tbc