Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Perang saudara


__ADS_3

Angel meringis menahan sakit ketika melihat luka luka pada wajah Revan, ia begitu sedih bagaimana orang sebaik Revan bisa dipukuli oleh preman preman dari desa sebelah. "Ini pasti terasa sakit," ucap Angle.


Revan mengangguk, "Tentu saja tetapi setelah tahu bahwa kakakku lah dalang dibalik penyerangan itu terasa lebih menyakitkan," ucap Revan dengan ekspresi menyedihkan membuat Angel termenung dan berpikir mengapa Daniel begitu tega memukuli adiknya.


"Apa ini perbuatan Daniel ?" tanya Aan


Revan mengangguk, " tentu saja kakak merasa marah saat mengetahui jika aku menyukai Angel dan bertambah kesal karena Angel tidak mau pergi bersamanya, aku tau dengan jelas bagaimana watak kakakku !"


"Angel benar tidak mau pergi dengan Daniel ? tanya Kokom.


Angel menggeleng, "Daniel jahat, dia pembohong dan penjahat. Jangan pernah percaya pada ucapan manis nya ! Dia benar benar penjahat, aku tidak mau pergi dengannya !"


Kokom dan Aan saling berpandangan dan memutuskan jika Angel tidak mau pergi dengan Daniel, tentu saja mereka tidak mengijinkan dan membiarkan Angel pergi karena Angel sendiri tidak menginginkannya.

__ADS_1


Angel mengganguk dan menoleh pada Revan yang berkata " Angel memang tidak boleh dibawa pergi oleh kakak, aku tidak tau apa yang kakak rencanakan tapi kakak bisa berbuat apa saja sampai ia mendapatkan apa yang di inginkannya."


Angel merasa ketakutan saat mendengar penjelasan Revan, ia teringat bagaimana perlakuan Daniel pada dirinya. Bagaimana Daniel membuat jebakan dan membuat orang orang membenci dan mempermalukan dirinya sampai ia terusir dan bisa berada di tempat ini. Tidak, Angel tidak mau mengalami hal itu lagi. Jika Angel ikut Daniel ke kota, dirinya pasti diperlakukan buruk lagi oleh Daniel ia tidak akan membiarkan Daniel tuk menyakiti anaknya.


"Sepertinya Angel perlu beristirahat," ucap Revan saat melihat wajah Angel yang pucat.


Kokom mengangguk, "Ambu akan membawa Angel pulang sementara abah akan berada di sini untuk menjagamu," ucap kokom seraya menggandeng tangan Angel dengan lembut.


Setelah kepergian Angel dan ambu dari tempat itu, Revan duduk dan bersandar. Netranya yang selalu memberikan tatapan lembut, menoleh pada Aan dan menatap tajam. " Nah sekarang mari kita bicarakan hal itu lebih lanjut perihal kesepakatan." Hilang semua kesopanan yang semula Revan tunjukkan begitu pula dengan ekspresi menyedihkan dan kesakitan yang sejak tadi terpasang pada wajah tampannya saat Angel masih berada di tempat ini.


Kokom bertanya pada Daniel, "Nak kenapa tadi tidak ikut turun tuk menjenguk Revan?" meskipun dirinya mengetahui bahwa saat ini terjadi konflik antara kedua kakak beradik itu tapi dirinya harus terlihat berada di pihak yang netral.


"Ambu liat sendiri bukan? bagaimana aku membuat Revan mendapatkan luka luka itu, rasanya kurang sopan jika aku menjenguknya setelah apa yang aku lakukan pada adikku."

__ADS_1


Ucapan Daniel itu cukup membuktikan jika tadi apa yang Revan katakan sebelumnya adalah benar, jika dalang penyerangan itu adalah Daniel. Ini benar benar perang saudara.


Kokom melihat tulisan yang Angel berikan padanya, " Ambu, Angel tidak mau lagi tinggal satu atap dengannya, dia benar benar penjahat." Kokom tersenyum "kita bicarakan nanti di rumah ya?


Angel mengangguk dan kembali memperlihatkan tulisannya, "iya ambu, tapi ambu harus pastikan bahwa Daniel harus mendengarkan perkataan ambu."


" Tentu saja sayang, ambu sangat menyayangi dirimu dan ambu akan melakukan apa saja tuk Angel."


Hati Angel menghangat merasakan kasih sayang yang Kokom tunjukan padanya ia selalu bersyukur bahwa dirinya dipertemukan oleh kedua orang yang baik hati seperti ambu dan abah.


Daniel yang mendengarkan perkataan ambu tidak bisa menyembunyikan seringainya. Apa katanya tadi ? "Sayang??" Daniel ingin tertawa sinis saat ini juga. Mari kita liat nanti, apa saat itu ambu masih bisa berkata seperti itu setelah Daniel mengungkap kebenaran. Daniel sudah tidak sabaran menunggu boom yang disembunyikan oleh kedua orang tua angkat Angel yang munafik ini terungkap, membayangkannya saja sudah terasa sangat menyenangkan apalagi jika nanti Daniel melihatnya langsung ?


Daniel susah payah menyembunyikan perasaan antusias yang memenuhi hatinya, saat ini Daniel harus bertingkah normal supaya tidak menimbulkan kecurigaan kedua orang ini.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2