
Selama pesta berlangsung mata Roby tak pernah lepas dari Clara yang tampak sedang mengendong putra tampannya, gadis yang sudah mencuri hatinya dan beberapa bulan belakangan ini sedang merajut kasih dengannya.
" Apa kau mengenal pria yang dari tadi selalu berada di samping Clara?" tanya Roby pada Thomas tanpa mengalihkan pandangan matanya.
" Siapa ? Oh...dokter muda itu? Dia Kevin Atmadja anak dari teman sekaligus rekan bisnis paman Andrew ", jawab Thomas dengan santai sambil menghabiskan hot dog yang berada di tangannya.
" Apa kau juga mengenal nya? "
" Ya karena dulu anak itu selalu di ajak oleh ayahnya untuk mengunjungi rumah paman Andrew dan sepertinya anak itu sudah menyukai Clara sejak dulu, dia selalu mengikuti Clara kemanapun dan bermain bersamanya sampai mereka berpisah untuk melanjutkan studi masing-masing dan sekarang mereka bertemu lagi karena kebetulan mereka berkerja di rumah sakit yang sama. Daniel bilang dokter muda itu gencar mengunjungi rumah paman Andrew hanya sekedar untuk mengatarkan makanan kesukaan bibi Helena padahal ia hanya ingin bertemu dengan Clara."
__ADS_1
" Apa ?! Jadi pria itu sering bertemu dengan Clara di rumah paman Andrew ??!"
" Hey ! Kau mengagetkan ku saja hampir aku mati tersedak hot dog gara-gara kau!" omel Thomas.
" Ahh sudah lah jangan lebay, toh hot dogmu sudah kau habiskan. Kenapa kau baru memberitahukan ku jika pria itu sering bertemu dengan Clara di rumah paman Andrew? Cih..! Ini yang kau bilang sebagai sahabat ??!"
" Hey...memangnya kau bertanya kepadaku ? lagian kenapa kau marah padaku? Toh kau pun selalu menolak jika aku ajak mengunjungi bola susu di rumah paman Andrew."
" Kau serius dengan Clara ?? " tanya Roby dengan tatapan tidak percaya karena dirinya tau jika Roby dan dirinya sama-sama seorang playboy.
__ADS_1
" Jika aku tidak serius dengan nya aku tidak akan mau repot-repot terbang dari London ke New York bulan lalu hanya untuk menemaninya seminar kedokteran."
" Jadi ucapan Daniel benar?? Kau benar-benar terbang ke New York daripada pulang menghadiri pertunangan adik mu? aku tau mungkin kau masih takut karena wanita itu pergi meninggalkanmu dan anak kalian begitu saja tanpa pamit, tapi Clara adalah wanita yang berbeda dia tulus menyayangi anakmu dan lihatlah anakmu pun sudah sangat dekat dengannya seperti mamanya sendiri. Jika kau benar serius dengannya lebih baik kau segera melamar jadi secara tidak langsung kau sudah mengikatnya menjadi tunanganmu. Kau pikirkan baik-baik nasehatku jangan sampai dokter muda itu menikung dan mengambil wanita mu dan menjadikanmu duda selamanya hahahaha," ujar Thomas seraya menepuk bahu Roby dan berlalu untuk berkenalan dengan seorang gadis yang sejak tadi mencuri atensi nya dan meninggalkan Roby yang termenung seorang diri memikirkan apa yang barusan sahabatnya ucapkan.
" Melamarnya??" ulang Roby dengan lirih sambil melihat interaksi dokter muda itu yang selalu berada di sebelah Clara dan ikut bercanda dengan gadis itu dan putranya yang membuatnya cemburu sejak tadi karena mereka bertiga terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, sungguh hati kecil Roby merasa ia belum yakin jika harus membawa hubungannya dengan Clara ke jenjang yang lebih lanjut yaitu pernikahan. Ia takut jika gadis itu akan kembali menyakiti hatinya sampai matanya melotot dan jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat pria itu mengusap noda es krim di sudut bibir gadis manis itu. " Ach...persetan, aku harus secepatnya melamar Clara untuk menjadi istriku dan membuat pria itu sadar diri bahwa Clara selamanya adalah milik ku!"
Di tengah kegembiraan para tamu yang sedang menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk si kembar dan bersiap untuk memotong kue ulang tahunnya, tiba-tiba terdengar suara seorang pria dengan lantang sedang melamar seseorang.
" Clara Evans...maukah kau menikah denganku?" tanya Roby dengan lantang yang membuat atensi seluruh tamu jadi terdiam melihat ke arah Roby yang sudah berada di depan kue ulang tahun dan menantikan jawaban dari gadis manis yang terlihat sangat terkejut mendapat lamaran dadakan di depan kekuarganya dan juga para tamu yang hadir di pesta ulang tahun keponakan nya.
__ADS_1
Mohon maaf kakak-kakak semua, sudah lama tidak up cerita Daniel dan Angel karena benar-benar otak buntu untuk menulis dan juga kehidupan di real banyak menyita waktu. Terima kasih atas kesetiaan dari para reader yang selalu menantikan kelanjutan cerita ini. Salam sayang selalu 💕
Tbc