Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Kamu saya pecat !


__ADS_3

Genggaman lembut Angel pada jemarinya yang membuat Daniel terbangun siang itu. Perlahan Daniel mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan kesadarannya, dan saat akhirnya dirinya sudah membuka matanya membuat Daniel tersentak. Ia melihat wajah Angel yang tampak khawatir langsung menyapa matanya.


Baru kali ini dirinya merasa tidak suka bertemu dengan Angel, walaupun dirinya rindu setengah mati dengan istrinya dan berharap jika istrinya berada di sisinya tetapi Daniel sama sekali tidak menyukai Angel melihat sisi lemahnya. Daniel tidak suka terlihat sebagai seseorang yang tidak bisa diandalkan oleh orang-orang yang disayanginya, terlebih dengan Angel seseorang yang menempati urutan teratas di hatinya menggeser kedudukan mama Helena.


" Bagaimana keadaanmu ? apa kamu masih merasa sakit ?" tanya Angel dengan isyarat jarinya.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, mata Daniel malah mencari sosok asistennya, begitu menemukan sosok Bram yang berdiri tegak di ujung ranjang rawatnya Daniel langsung menatap tajam pada Bram.


" Kamu saya pecat !" geram Daniel serak.


Angel mendengus dan memutar bola matanya dengan malas mendengar perkataan Daniel. Tadinya ia mengira asisten suaminya itu terlalu membesar besarkan saat bercerita tentang Daniel, tetapi saat melihat sikap Daniel yang mendadak dingin padanya seperti dulu, Angel sadar bahwa yang dikatakan oleh Bram tidak dilebih lebihkan.

__ADS_1


" Omong kosong, tidak usah kau dengarkan Bram, kamu tidak akan dipecat aku akan pastikan itu. Jika kau tidak keberatan bisakah kau dan asisten Sarah memberitahukan pada dokter jika suamiku sudah sadar ?" isyarat Angel dengan tersenyum.


Bram merasa serba salah, dengan terpaksa dirinya mengangguk dan melangkah meninggalkan tuan mudanya dan istrinya berdua di kamar rawat.


Mata Daniel kembali terpejam saat Angel menatap kembali wajah suaminya itu. Angel menghembuskan nafas, di satu sisi dirinya kesal melihat sifat kekanakan suaminya tapi di sisi lain dirinya merasa kasihan pada Daniel. Angel menatap sendu pada Daniel, pria itu memiliki segalanya uang,kekuasaan,wajah yang rupawan,fisik yang sempurna tetapi siapa sangka ia lebih memilih tuk menyembunyikan segala kesakitannya dan hanya mau membaginya dengan asisten serba bisanya.


Mengingat masa lalu Daniel membuat kekesalan Angel mereda. Dengan lembut Angel mengulurkan tangannya menyentuh kening Daniel perlahan, Daniel kembali membuka matanya saat sentuhan tangan Angel menyentuh keningnya. Ia melirik Angel sekilas sebelum dirinya kembali menutup mata.


" Kamu menyuruku pulang ketika aku baru sampai di sini untuk melihat kondisimu ? kamu baru saja tersadar setelah operasi usus buntu dan kamu bilang dirimu tidak apa-apa tadi ? Yang benar saja kamu yang....bahkan wajahmu masih pucat."


__ADS_1


sumber photo dari Pinterst


Daniel terdiam melihat isyarat jemari istrinya yang sudah menatapnya dengan kesal. Sebenarnya dirinya merasa gemas melihat Angel yang sudah melotot padanya tetapi lagi lagi gengsinya menahannya untuk tidak mencium istrinya itu. Fakta bahwa ia habis menjalani operasi usus buntu dan istrinya melihat sisi terlemahnya membuat ego nya terluka, dalam hati Daniel mengumpati dirinya sendiri. Rasanya dirinya belum pernah merasa selemah ini sebelumnya dan ia sungguh membenci perasaan tidak berdaya ini. Daniel hanya bisa diam sementara Angel masih membelai kepalanya dengan lembut.


" Pulanglah yang....", ujar Daniel tanpa membuka matanya.


Tangan Angel berhenti membelai kepala Daniel. Kini kedua tangan Angel menyentuh pipi Daniel dan memaksa Daniel membuka matanya untuk menatap wajahnya.


" Sekali lagi kamu mengusirku, kuanggap kamu mengusir aku dari hidupmu, bukan hanya dari ruang rawat ini !" ancam Angel dengan tegas.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2