
Setelah mendengarkan penjelasan Sarah yang kini telah menjadi asistennya bahwa kini Angel berada di penthouse milik Daniel dan pria itu akan pulang malam nanti.
Angel hanya menatap piring yang berisi makanan yang telah disediakan khusus untuknya. Semua makanan terlihat begitu mengiurkan dan terbuat dari bahan bahan berkualitas, para koki dan pelayan mendapatkan resep khusus dari ahli gizi untuk membuat makanan yang memenuhi asupan nutrisi untuk Angel dan anak dalam kandungannya.
" Nyonya muda, silakan dimakan sarapannya," Sarah kembali menawarkan sarapan kepada nyonya mudanya yang terlihat hanya berdiam diri.
" Aku tidak mau memakannya." tolak Angel dan mendorong piring tersebut.
" Lalu apa yang ingin nyonya muda makan saat ini, kami akan menyiapkannya selama makanan tersebut tidak akan mengganggu kesehatan nyonya muda dan anak dalam kandungan nyonya muda." Sarah terlihat siap untuk memenuhi semua keinginan yang Angel minta karena sesuai pesan Daniel kalau dirinya harus siap siaga dan memenuhi semua keinginan Angel dengan baik.
Angel mengerutkan keningnya terlihat sedang berpikir makanan apa yang ia inginkan, saat Angel tengah berpikir menu yang ia inginkan di pagi hari, terdengar suara bel. Kedua pelayan pribadi Angel segera pamit meninggalkan ruang makan untuk memeriksa siapa yang datang
Angel menoleh saat mendengar salah satu pelayan pribadinya mendekati Sarah dan berkata, "Asisten Sarah, ada kiriman untuk Tuan muda Daniel, sepertinya ini makanan karena masih terasa hangat dan orang itu berpesan untuk menghangatkannya kembali untuk tuan muda."
" Apa para penjaga yang berjaga di depan pintu sudah memeriksa isi nya ?" tanya Sarah saat mengambil alih benda yang dibungkus oleh kain serbet berwarna kuning.
"Sudah asisten Sarah, mereka sudah mengkonfirmasikannya langsung dengan tuan muda dan penjaga mengatakan untuk segera menyimpannya."
Angel begitu penasaran dengan kiriman yang dibungkus dengan serbet kuning tersebut. Sarah tersenyum melihat Angel dan meletakan nya di atas meja.
__ADS_1
" Nyonya muda pasti penasaran akan isi dari kiriman barang ini, apa nyonya muda mau membukanya ?"
" Apakah boleh ?" tanya Angel
Asisten Sarah tersenyum semakin lebar, gemas melihat tingkah dari nyonya mudanya ini. Kedua pelayan pribadi Angel juga mendekat untuk melihat apa isi dari kiriman tersebut. "Tentu saja boleh nyonya muda, tuan muda sudah berpesan pada kami jika semua miliknya adalah milik nyonya muda juga. Jadi mari kita buka dan lihat isi dari kiriman ini."
Angel mengangguk dan saat pelayan pribadi membuka serbet pembungkusnya wangi harum segera menusuk indra penciuman Angel dan saar kiriman itu dibuka saat itulah Angel mendapatkan menu yang ingin ia makan, Angel menoleh pada Sarah dengan mata yang berbinar. Sungguh ekspresi nyonya mudanya ini sangat menggemaskan sehingga mereka seakan akan siap untuk memberikan apapun yang Angel inginkan.
¤¤¤
" Apa semuanya terkendali ?" tanya Daniel saat akan memasuki penthouse miliknya. Kedua penjaga yang ditempatkan di depan pintu membungkukan badan memberikan hormat sebelum salah satu diantara mereka menjawab dengan tegas.
Daniel mengangguk, " Baiklah, kalian bisa berganti tugas jaga dengan yang lain."
Kepulangan Daniel rupanya disambut oleh asisten sarah dan kedua pelayan pribadi Angel. Daniel duduk di sofa ruang keluarga untuk mendengar laporan sarah tentang kegiatan Angel sehari ini. Tentu saja Daniel tidak ingin satupun kegiatan Angel terlewat dalam laporan dari para pekerja yang telah ia pekerjakan ini.
"Nyonya muda menghabiskan sehari penuh dalam penthouse dengan membaca buku buku yang berada di ruang kerja tuan muda. Nyonya muda juga makan dengan lahap, walaupun nyonya muda tidak mau memakan makanan yang telah disediakan oleh ahli gizi," membuat Daniel terlihat mengerutkan keningnya. "Apa saja yang telah dimakan oleh Angel ?"
"Untuk sarapan nyonya muda makan siomay, Siangnya nyonya muda makan nasi dengan soto ayam dan untuk makan malam menu yang nyonya muda minta adalah gurame bakar," jawab Sarah dengan lancar dan tegas.
__ADS_1
"Apakah semuanya itu telah lebih dahulu di diskusikan dengan ahli gizi ?"
"Tentu tuan muda, nyonya muda diperbolehkan mengkonsumsi semua makanan tersebut."
Daniel merasa puas akan hasil kerja Sarah, tidak salah ia meminta seorang asisten terpercaya pada mamanya untuk melayani Angel secara pribadi seperti ini. "Baiklah sekarang kau boleh beristirahat," ujar Daniel. Tetapi melihat Sarah yang sama sekali tidak beranjak dari posisinya membuat Daniel kembali bertanya " apa masih ada yang ingin kau sampaikan ?"
Sarah terlihat mengangguk membuat Daniel merasa sedikit penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh asisten pribadi istrinya itu, jika apa yang akan disampaikannya itu hal yang tidak penting, Daniel akan menghukumnya karena telah membuang waktunya yang sangat berharga.
"Saya ingin memberitahukan agar tuan muda tidak menyentuh kiriman yang datang tadi pagi, karena sepertinya nyonya muda begitu menyukainya sampai sampai untuk cemilan siang nyonya muda meminta makanan itu untuk menemaninya membaca buku." ucap Sarah
" Kiriman ??" tanya Daniel mencoba mengingat apa yang dimaksud asisten Sarah. " Ahh...maksudmu siomay ?" tanya Daniel.
Sarah mengangguk "saya harap tuan muda tidak menyentuh sisa siomay itu sampai besok saya dan pelayan akan membuat siomay sebagai persedian tuk kudapan nyonya di siang hari.
Penjelasan asisten pribadi istinya ini membuat Daniel mendengus dan mau tidak mau mengangguk tuk menyetujuinya sambil mengumpat dalam hatinya " Nasib..."
Asisten pribadi Angel - sumber foto dari google-
__ADS_1
Tbc