
Daniel terus menyuapi Angel, dan Angel dengan senang hati menerima suapan demi suapan yang diberikan Daniel, hingga pada potongan coklat yang kelima Daniel menghentikan suapannya dan meletakkan buket coklat itu di atas nakas. Tentu saja Angel merasa kecewa karena dirinya belum puas tuk mencicipi coklat tersebut.
Netra Angel bahkan terus menatap buket coklat yang Daniel letakkan di atas nakas.
" Sudah cukup coklatnya untuk malam ini," ujar Daniel seraya memberikan segelas air putih pada Angel
Setelah meminum air putih Angel hendak bergegas menuruni ranjang untuk memberaihkan kembali giginya sebelum tidur. Angel lagi lagi mengerucutkan bibirnya saat Daniel kembali menahan tangannya.
" Karena kamu sudah memakan coklat yang kuberikan, kamu harus membayar apa yang kamu makan ."
__ADS_1
" Kamu penipu ! tadi kamu sendiri yang bilang jika itu adalah hadiah untukku, kenapa sekarang kamu meminta bayaran ?" Angel merasa tidak senang dengan perkataan Daniel.
Daniel menarik Angel dengan lembut agar kembali duduk berhadapan dengannya. Ia menggenggam tangan Angel dan berkata " Ada yang ingin aku bicarangan denganmu, dan bayaran atas coklat yang telah kau makan adalah kesediaanmu untuk mendengarkan apa yang ingin kubicarakan."
" Katakan saja apa yang ingin kau bicarakan denganku, kenapa susah payah tuk menyogokku ? Bukankah sikap alami mu adalah egois dan pemaksa ? kenapa sampai sibuk tuk membuatku mendengarkanmu ?" ujar Angel dengan ketus.
" Baiklah, sekarang dengar baik baik 2 minggu yang lalu saat tanganmu terluka, siapa yang datang bertamu ?"
Angel menepis tangan Daniel dan kembali membuang muka, tentu saja dirinya tidak percaya dengan seseorang yang telah menjebak dan membohongi dirinya di masa lalu. Melihat istrinya tidak percaya, Daniel kembali memegang kedua pipi Angel. " Aku sama sekali tidak berbohong. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain semenjak kau resmi menjadi istriku. Aku bahkan tidak tau Jenn ke ----"
__ADS_1
Daniel terkejut melihat Angel memukul dadanya dengan keras dengan mata yang melotot. " Jangan sebut nama perempuan itu !" ujar Angel, tentu saja Angel merasakan tidak rela saat Daniel menyebut nama perempuan itu dengan nama panggilan kesayangan yang mungkin Daniel berikan pada wanita itu.
Daniel tampak tertegun sesaat, sebelum dirinya menyadari apa yang di rasakan oleh Angel. Istrinya itu ternyata merasakan cemburu. " Baik, aku tidak akan menyebut nama Jenn la ----hmpt"
Daniel melotot saat kedua tangan Angel menutup bibirnya. Dirinya menunduk dan mengamati ekspresi yang tercipta di wajah cantik Angel. Saat itu pula Daniel merasa senang bukan main karena ternyata raut wajah istrinya terlihat tidak senang seperti sebelumnya. Jadi perkiraan Daniel benar jika istrinya ini memang cemburu.
Saat menyadari jika bibir yang ia tutupi dengan tangannya menarik sebuah senyuman di wajah Daniel, Angel segera melepaskan tangannya.
Angel membuang wajahnya kembali dan merasakan sedih yang semakin menusuk di hatinya.
__ADS_1
" Aku sama sekali tidak mengharapkan cintamu. Tapi aku berharap kamu tidak memiliki hubungan gelap dengan wanita manapun selama kau masih menjadi suamiku. Mohon bersabarlah sebentar saja. Aku berkata seperti ini bukanlah tanpa sebab, aku hanya tidak ingin calon anakku akan mendapatkan karma atas perbuatan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri ."
Tbc