
" Sayang, jumat besok aku harus pergi ke New York selama seminggu untuk bertemu dengan client, apa selama aku pergi kau dan twins menginap saja di rumah papa biar aku lebih tenang karena di sana ada mama dan lebih banyak pelayan yang akan membantumu." ujar Daniel seraya memeluk Angel di atas ranjang. " Baiklah kalau itu akan membuatmu tenang, aku dan twins akan menginap di rumah mama, aku akan membantumu tuk menyiapkan keperluanmu selama di sana." isyarat Angel seraya bangkit dan berjalan ke arah walk in closet untuk menyiapkan keperluan Daniel selama di New York.
" Sayang....kau mau apa? mengapa sepertinya kau senang sekali kalau aku pergi?" tuduh Daniel seraya mengukuti langkah istrinya ke walk in closet.
" Astaga Niel bukan itu maksudku, aku hanya ingin membantumu menyiapkan semua keperluanmu karena besok kau sudah harus berangkat,"
" Daripada menyiapkan keperluanku, lebih baik kau menyiapkan sarapanku tuk bekal aku selama di sana," ujar Daniel seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Sarapanmu ? apa kau yang inginkan tuk bekal sarapanmu sayang?" tanya Angel pada Daniel yang sekarang sudah asyik menciumi ceruk leher istrinya. " Daniel ?? lepaskan dulu kalau kau terus seperti ini aku tidak bisa pergi ke dapur", peringat Angel saat merasa jika tangan nakal suaminya sudah bermain dengan kedua gunung kembarnya. Daniel membalik tubuh istrinya dan berbisik di telinga istrinya, " Bekal yang kumaksud adalah dirimu sayang, kau harus menyiapkanku bekal tuk jatahku selama di sana," ujar Daniel seraya menggendong Angel dan membawanya ke ranjang mereka.
" Aku ingin mengambil jatahku tuk seminggu sekarang sayang," ujar Daniel menahan kabut gairah di matanya.
__ADS_1
"Cucu oma...." sapa Helena saat melihat kedua cucu kembarnya datang ke rumahnya siang ini. Daniel mengantarkan Angel dan kedua anak kembarnya tuk menginap di rumah kedua orang tuanya saat dirinya pergi ke Amerika selama seminggu dengan asistennya tuk urusan bisnis. " Ma maaf aku titip Angel dan twins selama aku pergi ke Amerika, aku tidak akan tenang jika harus meninggalkan mereka di rumah," ujar Daniel seraya mencium dengan sayang pipi mamanya.
" Mama akan senang menjaga kedua cucu mama dan menantu mama, rumah ini terasa sangat sepi sejak kalian memutuskan tinggal di rumah kalian."
" Maaf jika kami selalu merepotkan mama," ujar Angel dengan isyarat jarinya.
" Mama tidak merasa direpotkan justru mama senang kalian menginap di sini, mama bisa selalu bertemu dengan kedua cucu mama yang menggemaskan ini," ujar Helena seraya menggambil Sky ke dalam gendongannya, sedangkan cucu cantiknya itu sedari tadi menenggelamkan wajahnya di bahu papanya seakan tahu jika papanya itu akan pergi jauh jadi dirinya selalu menempel terus dalam gendongan papanya dan enggan tuk berpisah dengan papa tampannya itu.
" Ayo ikut papa ke ruang kerja, papa ingin memberikan dokumen yang harus kau bawa nanti."
" Biar aku yang menggendong Mika," isyarat Angel pada Daniel, tetapi saat Angel ingin mengambil alih putrinya itu menggeleng dan semakin kuat mengeratkan lengannya pada leher papanya menolak berpisah dengan papanya. " Sudahlah biar Mika bersamaku sebentar daripada ia menangis," ujar Daniel seraya mengelus lembut punggung putri cantiknya.
__ADS_1
Tak terasa sudah satu jam Daniel habiskan waktunya di ruang kerja bersama dengan papanya tuk membahas apa saja yang harus ia lakukan selama di sana, sampai Bram masuk ke ruang kerja untuk mengingatkan Daniel untuk bersiap siap ke bandara. Kedua orang tua Daniel dan Angel mengantarnya sampai mobil, putrinya itu menangis kejar saat sang mama mengambilnya dari pelukan papanya. Daniel seakan berat meninggalkan istri dan kedua anak kembarnya, ini pertama kalinya dirinya berpisah jauh dengan ketiga detak jantungnya selama seminggu. " Princess nya papa jangan nangis, papa janji akan cepat pulang begitu urusan papa selesai di sana, nanti pulangnya papa belikan hadiah untuk Mika dan Sky," rayu Daniel pada kedua anak kembarnya yang menangis. Karena putrinya menangis kencang tak lama kemudian putranya juga ikut menangis mungkin karena ia merasakan kesedihan saudara kembarnya yang akan berpisah dengan papa mereka. Daniel mencium pipi kedua anak kembarnya secara bergantian, " rasanya aku berat meninggalkan kalian," ujar Daniel dengan sendu saat istrinya mengantarnya sampai di dekat mobilnya.
" Kami bertiga akan merindukanmu, jaga kesehatanmu selama di sana."
" Aku akan sangat merindukanmu sayang, kamu harus selalu memberi kabar padaku. Sebisa mungkin jangan dekat dekat pada Revan, aku cemburu " ujar Daniel sambil cemberut.
Plak..." kau ini..."
" Aku pergi dulu ya sayang, love you much " bisik Daniel lembut di telinga istrinya dan mencium lembut bibir istrinya seraya menyesapnya merasakan manisnya bibir istrinya yang akan membuat dirinya akan merindukan istri cantiknya ini selama di amerika.
mohon maaf, saya terlalu lama tidak menulis di karenakan sibuk dengan si bontot yang sejak pulang dari RS selalu menempel tidak mau berpisah, mohon pengertiannya kakak kakak semua 🙏
__ADS_1
Tbc