Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Melupakan dan mengikhlaskan Angel


__ADS_3

Setelah selesai menikmati makan malam , Daniel dan keluarga kecilnya menghabiskan waktu bersama kedua anak kembar mereka di sofa ruang keluarga melepas rindu dengan kedua malaikat kecilnya, bahkan putranya mau bermain dengan dirinya bersama dengan kembarannya. Biasanya putranya itu lebih memilih bermanja-manja dengan mamanya daripada ikut bermain dengan dirinya dan saudara kembarnya.


Tampak si kembar sedang bermain di dada sang ayah, bergelung manja dan tertawa menikmati tubuh kekar sang ayah yang mereka panjat dan duduki. Angel menutup sisi kiri perut suaminya nya dengan sebuah bantal sofa agar kedua anak kembarnya tidak sampai menyentuh bekas luka itu agar luka itu dapat sembuh dengan sempurna. Tawa bahagia kedua anak kembarnya dan Daniel membuat hati Angel menghangat.


" Niel apa kau sudah menyiapkan pesta untuk ulang tahun pertama kedua cucu mama?" tanya Helena yang memilih duduk di sofa melihat interaksi hangat keluarga kecil putra sulungnya itu yang sedang merebahkan diri bermain bersama kedua anak kembarnya dengan meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.



" Sudah ma, Roby dan Thomas memaksa untuk menyiapkan pesta ulang tahun pertama si kembar," bohong Daniel padahal yang sebenarnya Daniel lah yang memaksa kedua sahabatnya untuk membuat persiapan ulang tahun kedua anak kembarnya itu.


" Revan kau sudah pulang nak?" sapa Helena ketika melihat putra bungsu nya hendak menaiki anak tangga.

__ADS_1


Revan sebenarnya berusaha tuk menghindari melihat interaksi Angel dengan kakaknya serta kedua keponakan kembarnya di ruang keluarga, tetapi pertanyaan dari mamanya membuat dirinya harus mendekat dan mau tak mau harus menyapa. " Revan baru saja sampai ma ," sahut Revan seraya mencium pipi mamanya. " Gimana kabar kakak ? ku dengar kakak masuk rumah sakit sewaktu di new york kemarin ?" tanya Revan basa basi.


" Ya...operasi usus buntu, tapi sekarang hanya tinggal pemulihan saja." ujar Daniel sambil terus bercanda dengan kedua anak kembarnya yang tampak belum mengantuk padahal sudah satu jam dirinya bermain bersama kedua anaknya ini.


Revan yang melihat interaksi keluarga kecil kakaknya membuat hatinya sedih...andai dirinya yang lebih dulu mengenal Angel pasti dirinya lah yang sekarang sedang berada di pangkuan Angel dan bermain bersama anak-anak yang dilahirkan oleh Angel. Walau sudah berusaha tuk melupakan Angel dan mengikhlaskan Angel menjadi milik kakaknya tapi melihat pemandangan hangat di depan matanya ini membuat hati Revan terasa tercubit dan berpamitan pada mama dan kakaknya untuk ke kamarnya padahal dirinya tidak ingin berlama-lama di tempat itu.


" Bu..bu..bu..." tunjuk putranya pada majalah bisnis yang memuat photo Daniel pada cover depan nya yang tergeletak di atas meja.


" Bu...bu...bu...," putranya kekeh bahkan menarik tangan papanya tuk mengambilkan buku yang sudah menarik perhatian nya itu.


" Baiklah...Sky ingin liat majalah bisnis papa?" tanya Daniel

__ADS_1


" Pa...pa...pa..." ujar putranya sambil menepuk-nepuk gambar papanya sambil menoleh pada papanya.


" Iya itu papa boy, anak pintar," ujar Daniel seraya mengecup kening putra nya itu.


" Daniel membuka halaman demi halaman majalah bisnis dan putranya tampak berminat pada grafik-grafik dan angka-angka yang membahas tentang pergerakan saham-saham.



Jika saudara kembarnya asyik bergelung manja di pangkuan mamanya, lain hal nya dengan balita tampan itu. Di usianya yang belum genap satu tahun putra tampan nya itu sudah menunjukkan minat pada buku-buku,angka-angka dan grafik. Daniel dan Angel memang sudah mengenalkan buku pada kedua anak kembar mereka walaupun masih dengan buku cerita anak-anak yang bergambar untuk di bacakan oleh mereka tuk pengantar tidur kedua anak kembarnya ataupun sekedar menghabiskan waktu dengan membaca buku cerita di perpustakaan yang Daniel buat di rumah pribadinya yang memuat banyak buku cerita untuk anak kembarnya, buku-buku mengenai parenting, sampai buku-buku bisnis kesukaan Daniel dan Angel.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2