
" Paman Halis Mika yang pencet tombol nya ya?" rayu batita cantik itu sambil berkedip-kedip membuat luluh siapa pun yang melihatnya.
" Baiklah nona kecil, paman akan mengangkatmu tuk dapat memencet tombol nya."
" Mohon ijin untuk menyentuh nona kecil nona muda," ujar pengawal pribadi mama mertua nya karena sudah menjadi hal umum jika Daniel melarang siapa pun untuk menyentuh kedua anak kembar nya terutama putri kesayangannya selain dirinya.
Tampak Angel mengangguk memberikan ijin.
" Xixixi....yantai tuenti six," ujarnya seraya menekan tombol berangka 26.
Setelah pintu lift terbuka di lantai 26 batita cantik itu tak sabar menggandeng tangan oma nya agar berjalan lebih cepat mencari letak unit aunty nya.
" Nomel 2605 EFG...," ujar nya seraya mencari dimana letak unit apartemen aunty nya.
" Pelan-pelan sayang nanti kau terjatuh, aunty Clara tidak pergi kemana-mana."
" Oma...mamah....ini dia nomel 2605 EFG !" seru nya dengan riang.
" Paman Halis ayo angkat Mika yagi, Mika mau pencet bell nya."
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Seorang wanita seumuran Helena tampak membukakan pintu Apartemen mewah milik Roby yang menjadi kediaman pasangan muda itu. "Selamat datang nyonya...nona," sapa pengasuh Roby dari kecil yang sekarang bekerja di apartemen Roby dan Clara untuk membantu pasangan muda itu merawat putranya saat melihat nyonya besar dan menantu keluarga Wiratama yang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
" Selamat siang bu Lasmi dimana Clara kenapa sepi sekali, apa Clara masih di rumah sakit ?"
" Nona Clara sedang berada di kamar nya bersama dengan tuan Roby, sejak pulang dari rumah sakit nona Clara sering muntah karena itu sekarang sedang berbaring di kamar."
" Astaga kasihan sekali keponakanku itu, apa Clara sudah makan ?"
" Sudah nyonya tapi baru beberapa suap sudah di muntahkan kembali sekarang tuan Roby membawanya untuk beristirahat di kamar."
" Baiklah ini saya buatkan makanan kesukaan Clara siapa tau nanti ia mau makan, kami akan melihat keponakanku di kamarnya."
" Silakan nyonya mari saya antar."
Tok
Tok
Tok
" Tante...kak Angel ? Kenapa tidak mengabariku kalau mau datang biar aku dan Roby bisa menjemput tante di lobby bawah."
" Kau ini....bagaimana kau bisa menyambut kami jika kau lemas begini, apa kau masih merasakan mual ?" tanya Helena seraya duduk di pinggir ranjang dan mengusap lembut lengan keponakan nya.
" Aku bahkan tidak bisa mencium bau masakan itu membuatku sangat mual, kak Angel apakah dulu kakak sama seperti diriku selalu mual dan muntah setiap mencium bau ?"
" Maafkan aku Clara, dulu sewaktu hamil si kembar aku tidak sedikitpun merasakan mual dan muntah karena Daniel yang merasakan semua itu."
" Ach benar, Daniel yang merasakan mual dan muntah mama ingat benar karena dulu mama mengira jika Daniel kena maag akibat makan tidak teratur tetapi ternyata karena putri mama saat itu sedang mengandung cucu mama," jelas Helena sambil mengusap lembut puncak kepala cucu kembar nya.
" Hi Aunty Clara get well soon"
__ADS_1
"Onti Clala..cepet cembuh ya Mika lindu cekali cama onti," seru si kembar bersamaan seraya memegang jemarinya.
" Wajahmu pucat sekali, apa kau mau aku buatkan teh jahe tuk mengurangi rasa mual mu ?" tanya Angel melalui isyarat jemarinya.
" Terima kasih kak, maaf aku merepotkan kakak."
" Tidak merepotkan sama sekali, aku senang dapat membantumu, sebentar ya aku ke dapur *sebentar."
" Kata oma dan mamah ada adik bayik di dayam peyut onti, apa itu benal onti* ?"
" Benar sayang di dalam perut onti Clara ada adik bayi, apa Mika mau menyentuh adik bayi ?" tanya Roby seraya mengendong putri sahabatnya dan menciumi pipi bulat nya, Roby sangat beruntung karena akhirnya dirinya bisa mengendong dan mencium putri sahabatnya itu suatu hal yang langka karena selama ini Daniel selalu melarang laki-laki lain menyentuh putri kesayangannya selain dirinya.
" Hihihi....mau...mau... paman Lobi, Mika mau pegang adik bayik."
Roby segera mendekatkan balita cantik itu ke arah perut istrinya yang sedang berbaring di kasur.
" Adik bayik ini kakak Mika, apa adik bica dengal suala kakak ? Ujar nya seraya mengelus perut rata sang onti.
" Oma kenapa adik bayik nya nda menjawab, apa adik bayik yagi bobok di dalam peyut onti ? tanya nya karena tidak mendengar suara apa pun dari dalam perut ontinya.
" Adik bayi nya belum bisa mendengar suara kakak Mika karena adik bayi nya masih sebesar biji kacang sayang," jelas Helena saraya tersenyum.
" Jadi yang ada di dayam peyut onti itu biji kacang bukan adik bayik onkel ? kemayin ciang Mika nda sengaja makan biji apel waktu di lumah, nanti biji apel nya akan jadi adik bayik di peyut Mika onkel ? Tanya batita cantik itu dengan polos nya dan membuat semua orang yang berada di sekitarnya tertawa mendengar pertanyaan nya.
" Hahahaha....kau ini lucu sekali," ujar Roby seraya menoel kedua pipi bulat itu
Tbc
__ADS_1