
" Daniel dimana? bagaimana keadaannya?" isyarat jari Angel menanyakan kabar suaminya saat dirinya melihat Bram yang menyambutnya di depan pintu lift.
" Operasi Tuan muda berjalan dengan lancar, beliau masih tertidur dan sudah dipindahkan ke ruangan VVIP jika nyonya muda ingin mengetahui lebih lanjut saya akan menyuruh dokter tuk menjelaskan keadaan Tuan muda," jawab Bram sambil berjalan menuju ruang perawatan Daniel. Bram menyewa 1 lantai khusus agar Tuan muda nya itu tidak terganggu oleh pasien lain dan juga para pencari berita, tadi saja nyonya mudanya harus masuk dari pintu UGD karena banyaknya pencari berita yang berkerumun di lobby rumah sakit,padahal Bram sudah serapat mungkin tuk mencegah agar berita Daniel yang pergi ke rumah sakit tidak tercium oleh para pencari berita tapi tetap saja para pencari berita bisa mengetahui kabar itu.
Angel segera berlari menuju ranjang rawat Daniel dan mengenggam jemarinya. Hati Angel mencelos saat dirinya menatap Daniel yang terbaring lemah dengan wajah pucat, baru kali ini ia melihat Daniel yang berbaring tak berdaya seperti ini sepanjang dirinya mengenal Daniel.
Setelah dokter menjelaskan tentang penyakit Daniel dan saat ini kondisinya sudah lebih baik hanya tinggal menunggu Daniel tersadar dari efek obat bius.
__ADS_1
" Mengapa Daniel tidak memberitahukanku jika ia menahan sakit sejak sehari sebelum berangkat? apakah aku bukan orang yang penting baginya?" tanya Angel dengan tatapan sendunya pada Bram.
Bram menggeleng dengan tegas.
" Tuan muda tidak memperbolehkan saya untuk mengabari tuan dan nyonya besar bahkan seharusnya nyonya Angel tidak boleh mengetahui hal ini", ujar Bram dengan pelan. "Tapi entahlah, saya tidak tega merahasiakan kondisi Tuan muda Daniel dan juga khawatir akan kondisinya jadi saya memberanikan diri untuk mengabari nyonya."
Angel menatap bingung pada asisten Bram. " Mengapa Daniel menyembunyikan hal seserius ini dari kami?" tanya Angel heran.
__ADS_1
" Entah nyonya muda sudah tahu atau tidak, impian tuan muda Daniel adalah ia bisa membangun perusahaannya sendiri dan membuatnya besar seperti Wiratama Grup, ia ingin membuktikan jika dirinya mampu berdiri sendiri tanpa harus berada pada bayang-bayang nama besar Wiratama Grup. Maka dari itu tuan muda Daniel bekerja sangat giat dan tidak mau tampak lemah di hadapan keluarganya."
Angel tampak terdiam mendengarkan cerita dari asisten Bram, terus terang ini bukan pertama kalinya ia mendengar cerita tentang suaminya. Mama Helena pun pernah menceritakan hal ini jika Daniel seorang pekerja keras dan ingin semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya. Tetapi tetap saja dirinya merasa kasihan pada Daniel, dulu saja saat dirinya masih belum mencintai Daniel dirinya sudah merasa kasihan apalagi saat ini, dirinya melihat langsung betapa tidak berdaya dan pucat nya wajah suaminya.
" Sebenarnya saya sudah lancang memberitahukan tentang keadaan tuan muda pada nyonya, tetapi saat nyonya membalas pesan saya tanpa keraguan sedikitpun dan menyuruh saya untuk menyiapkan semuanya untuk keberangkatan nyonya ke New York saya merasa senang karena Tuan muda Daniel dapat bertemu dengan nyonya. Tuan muda memang tidak salah pilih menjadikan anda sebagai istrinya walaupun saya juga tidak mendukung dan bahkan mengutuk tindakan tuan muda pada nyonya dulu, hanya saja tuan muda masih dibutakan oleh dendam masa lalunya. Walaupun tuan muda terkenal kejam dan tidak berperasaan pada lawan bisnisnya tetapi sebenarnya tuan muda memiliki hati yang hangat."
Angel sama sekali tidak menjawab ataupun merespon perkataan Bram.
__ADS_1
" Dan saya tahu betul jika setelah melakukan hal itu pada nyonya dan setelah kepergian nyonya, tuan muda menjadi sedikit frustasi ia tidak bisa mengerjakan apa pun dengan benar di kantor dan hanya melampiaskan kemarahannya pada bawahannya dan tuan muda sangat bahagia saat dirinya mengetahui jika nyonya sedang mengandung anaknya terlebih saat tuan muda berhasil menemukan nyonya secara tidak sengaja dan menyuruh saya untuk mengurus dokumen pernikahan untuk mengikat agar nyonya selalu berada di sisinya.
TBC