
" Duh eneng, makin hari makin cantik saja," puji seorang pemuda desa bernama Ari. Pemuda desa dan bapak bapak lain terlihat mengangguk menyetujui apa yang barusan diucapkan oleh Ari. Tentu saja mereka sama sekali tidak bohong mengatakan kalau Angel semakin cantik seiring kehamilannya yang semakin membesar, mungkin hormon kehamilannya membuat Angel terasa semakin mempesona.
Angel tersenyum canggung dan menuliskan ucapan terima kasih pada notes kecil yang selalu ia bawa, ia melanjutkan aktivitas paginya berjalan jalan di sekitar kebun teh untuk melatih otot otot nya.
" Eh itu anak angkat nya juragan Aan ya ?"
" Iya, anak dapat nemu waktu pulang dari kota."
"Katanya bayi nya gak punya ayah ya ?"
__ADS_1
" Katanya sih iya biasa...bodong."
" Ih koq mau maunya juragan angkat anak seperti itu? pasti dia bukan anak baik baik, masa atuh gadis baik baik hamil di luar nikah? mana dia cacat juga."
" Ja***y mereun euy." (ja**** kayaknya)
" Sigana mah enya." (kayaknya siy iya)
"Pagi juga dokter, ia saya sekalian melatih otot otot tubuh saya, sesuai yang dokter sarankan pada saya harus banyak bergerak," tulis Angel pada notesnya sambil tersenyum. Sebenarnya tadi Revan juga mendengar gunjingan para buruh teh tentang Angel dan walaupun Angel tersenyum tapi Revan dapat melihat kesedihan di netra indah Angel. Mereka berjalan jalan mengelilingi kebun teh dan setelah berbincang cukup lama, Revan undur diri dan Angel kembali ke rumah nya.
__ADS_1
l Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Angel berbaring di kasur nya ia memiringkan tubuhnya karena merasa kurang nyaman sengan posisi telentang, sedetik kemudian butiran air mata turun ke pipi mulusnya.
Ya, Angel begitu terluka mengingat bagaimana gunjingan para buruh teh dibelakang nya, ia tau walaupun warga di desa sangat baik tapi tak sedikit pula yang mengunjingkan tentang kehamilan nya bukan keinginan nya hamil di luar nikah ia adalah korban perkosaan seorang laki laki yang tidak bertanggung jawab, laki laki yang bahkan Angel tidak tau siapa. Lalu apakah salah jika ia memilih untuk tidak mengugurkan janin yang ada di kandungannya? bukan kah ia akan sangat berdosa kalau sampai ia mengugurkan janin nya yang bahkan tidak memiliki kesalahan apapun?
Angel menutup mulut nya saat ia tak tahan lagi oleh rasa sakit atas penghinaan dan rasa sesak di dadanya, mencoba menahan tangisnya sekuat mungkin.
Daniel melempar bolpoin mahalnya hingga tintanya berhamburan dimana mana. Bram yang berdiri di sampingnya tidak bereaksi dan hanya terdiam, bukan hal yang aneh lagi kalau Daniel terlihat frustasi beberapa minggu ini bahkan kesalahan sedikitpun mampu membuat Daniel meledakan emosinya. Sejak papa dan mamanya tau perihal Angel, mereka seakan akan memburu Daniel dan memaksa nya untuk membawa pulang Angel ke hadapan papa dan mamanya.
Tentu saja Daniel tidak mau, ia tidak sudi melihat wajah wanita itu sudah cukup tiap malam Angel datang ke mimpinya dan mengganggu tidurnya. Ya hingga saat ini Daniel masih dihantui oleh mimpi dimana dia memperkosa Angel. Anehnya lagi sensasi hangat dan manakjubkan tubuh Angel masih terasa begitu jelas seakan kejadian beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Daniel menggeram dan menggebrak meja, ia teringat kata kata papanya yang mengatakan jika saat ini Angel tengah mengandung, tanpa test DNA saja Daniel dapat memastikan jika bayi yang di kandungan Angel adalah miliknya. Sungguh menggelikan, rancana yang Daniel buat bukam hanya menghancurkan hidup Angel tetapi juga membuat hidupnya perlahan hancur.
Tbc