
Selama perjalan pulang dari bandara Angel terus terdiam. Bahkan Angel melewatkan makan malam dengan alasan bahwa dirinya tidak merasa lapar. Sebenarnya Angel hanya merasa malas harus melihat wajah Daniel.
Angel teringat lagi ucapan Daniel saat membentaknya karena sudah membuang waktunya, hatinya terasa sedih dan kesal secara bersamaan, tanpa terasa air mata membanjiri kedua matanya. Angel menyeka air matanya dan mengelus lembut perutnya. "Nanti kalau mama sudah punya uang kita pergi bersama makan es cream lagi di sana dan jalan jalan sampai kalian puas, mama janji." ucap Angel dalam batinnya sambil terus mengelus perut bulatnya seakan sedang merayu anaknya. Lelah karena menangis Angel memilih menutup matanya dan mencoba untuk beristirahat.
Daniel memasuki kamar pribadinya yang ditempati bersama dengan Angel. Dirinya terpaksa meneruskan pekerjaannya yang tertunda gara gara menemani Angel yang ingin sekali mencicipi es cream uncle di singapore benar benar telah mengacaukan jadwalnya seharian ini, ia terpaksa harus menghandle beberapa pekerjaan melalui ponsel. Terlihat lampu sudah dipadamkan hanya lampu nakas yang berada di samping ranjang terlihat masih menyala. Daniel mendekat dan hendak membetulkan letak selimut Angel, dirinya melihat jejak air mata di wajah istrinya yang sedang tertidur nyenyak.
"Apa yang membuatmu menangis, hmm ? Apa karena aku tidak bisa menemanimu berjalan jalan di sana ?" tanya Daniel lirih seraya menghapus jejak air mata di wajah Angel.
Daniel mendengus ketika dirinya mengingat perkataan sepupunya sewaktu membawa Angel untuk memeriksakan kehamilannya jika ibu hamil akan merasakan ngidam. "Huff....anak papa tadi pengen makan es cream dan jalan jalan ya ? maafkan papa yang tidak peka dengan keinginan kalian, lain waktu papa akan berusaha untuk memenuhi keinginan kalian dan tidak akan membuat mama menangis lagi. Sehat terus ya anak papa." lirih Daniel seraya mengusap lembut perut bulat Angel.
¤¤¤
__ADS_1
Angel merasa gugup saat Helena secara khusus mengundangnya untuk menghabiskan waktu bersama di rumah kaca milik mama Daniel itu. Tentu saja kini Angel mulai menebak nebak hal apa yang hendak dibicarakan oleh mama Daniel itu ? Apa mungkin mama Daniel akan mengusirnya karena tidak mau memiliki cucu dari wanita cacat seperti dirinya ? Jika iya, lalu apa yang akan Angel lakukan, dirinya sudah tidak mempunyai apa apa lagi dan tempat untuk pulang. Berbagai pikiran pikiran negatif memenuhi kepala Angel saat ini.
Jika Angel merasa cemas dengan semua pikiran negatifnya, berbeda hal dengan yang dirasakan Helena saat ini. Helena terlihat antusias dan meminta pelayan untuk menyiapkan kudapan kudapan nikmat untuk Angel, tetapi apa yang Helena lakukan itu rupanya membuat Angel semakin tidak nyaman.
Untungnya ada Sarah yang memang ditugaskan untuk menemani dan menjaga Angel juga berada di rumah kaca itu dan memberikan tatapan yang menenangkan. Angel mencoba tuk mengatur nafasnya, menghirup udara dalam dalam dan melepaskannya secara pelan pelan sampai akhirnya bisa sedikit tenang.
Sumber foto dari google
Angel pun mencicipi sebuah kue yang dihias cantik dan rupanya ia menyukai makanan tersebut. Helena tersenyum bangga karena melihat menantunya tampak menyukai apa yang telah ia siapkan.
__ADS_1
Sumber foto dari google
"Apa Angel menyukainya ?" tanya Helena penasaran.
Angel mengangguk cepat "Ini sangat enak, terima kasih ." Angel terlihat sangat menyukai kudapan yang tengah ia nikmati. Angel rasa, ini kue terenak yang pernah ia makan selama hidupnya. Jujur saja, kini Angel merasa ketagihan dan ingin kembali memakan kudapan yang diberikan oleh Helena.
" Ah...mama senang, padahal tadi mama sempat khawatir jika menantu mama tidak menyukainya." ucap Helena senang. Helena tidak berbohong perihal dirinya yang memang sangat senang dengan fakta bahwa kini putra sulungnya telah menikah. Dan kebahagiaan Helena seakan berlipat lipat saat dirinya mengetahui menantunya sedang mengandung. Kini Helena tengah menunggu saat saat dimana dirinya akan melihat cucu pertamanya yang akan terlahir kembar seperti yang Daniel sampaikan waktu itu di ruang keluarga dan memperlihatkan foto usg cucunya yang telah lama ia nantikan.
Tbc
__ADS_1