
Daniel menghela nafas panjang untuk mengatasi keresahan di hatinya dan melangkah memasuki kamar yang ternyata masih terang benderang. Angel duduk bersandar di kepala ranjang dan sibuk dengan kegiatan merajutnya membuat sepatu bayi. Saat sadar jika Daniel tengah menuju ke arahnya ia segera menghentikan kegiatannya dan bersiap untuk tidur.
Daniel yang mengetahui niatan Angel segera meraih tangan Angel untuk mencegahnya tidur. Angel menoleh pada Daniel dengan kening yang mengkerut tidak suka dengan tindakan Daniel padanya saat ini. " Lepas, aku mau tidur !"
" Jangan tidur dulu, aku membawakan sesuatu khusus untukmu," ucap Daniel dan membantu Angel kembali menegakkan tubuh nya kembali dan bersandar di kepala ranjang.
Angel mau tidak mau menuruti kemauan Daniel karena dirinya tidak akan pernah menang melawan keinginan Daniel.
Saat itulah Daniel mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan dari belakang punggungnya. Netra Angel berbinar menatap sebuah buket coklat yang sangat cantik di hadapannya.
Daniel menarik lembut tangan Angel dan menaruh buket coklat itu di tangannya.
" Ini hadiah khusus yang aku belikan untukmu karena kesembuhanmu. Apa kamu menyukainya ?"
__ADS_1
Sumber foto dari google
Angel menatap Daniel dan mulai berpikiran yang aneh aneh. Kenapa Daniel berubah seperti ini ? Ayolah...Daniel yang ia kenal tidak mungkin memberikannya hadiah secantik ini dan bersikap manis seperti ini. Apa Daniel terjatuh dan kepanya terbentur tanah ? ataukah Daniel salah minum obat hingga bertingkah seaneh ini ? Tetapi Angel tidak mau mengutarakan apa yang menjadi pertanyaan di hati dan pikirannya dan lebih memilih untuk membuka coklat tersebut. Jika rasanya tidak enak ia tinggal melemparkan coklat itu ke wajah Daniel untuk membalaskan sakit hatinya.
Daniel yang melihat binar dalam netra Angel dan senyuman manis pada wajah cantiknya. Jika begini Daniel memang harus mengucapkan terima kasih pada Bram, asisten serba bisanya atau bahkan memberikan bonus sebagai tanda terima kasihnya atas ide dari asisten nya itu Daniel bisa membuat Angel sesenang ini.
Ternyata benar membuat Angel bahagia tidak perlu memberikan hadiah yang mewah, Daniel melirik buket bunga yang berisi coklat dengan kwalitas premium yang Daniel beli dengan harga murah. Daniel hanya menghabiskan 6 juta untuk buket coklat premium tersebut. Tetapi jika Angel mengetahui berapa banyak uang yang dihabiskan oleh Daniel untuk membeli buket coklat premium, ia sama sekali tidak akan berani untuk menyentuh atau bahkan mencicipinya.
Daniel yang melihat hal itu tentu saja menggelengkan kepalanya dan mengambil alih kembali buket coklat tersebut dari tangan Angel. Melihat hal itu tentu saja Angel merasa sedih, karena merasa hadiahnya itu diambil kembali oleh Daniel bahkan dirinya belum sempat tuk mencicipi rasa coklat tersebut.
Melihat ekspresi yang ditampilkan oleh Angel membuat Daniel menahan senyumnya tentu saja ia bisa menebak apa yang dipikirkan istrinya saat ini. Daniel mengambil sebuah coklat dan membukanya serta membawanya ke dekat bibir Angel.
__ADS_1
" Ayo buka mulutmu, coba kau cicipi coklat ini. Ku dengar jika coklat ini adalah coklat kwalitas terbaik dan juga rasanya cocok di lidah, tidak terlalu manis dan juga terlalu pahit," jelas Daniel sembari menyodorkan coklat pada Angel.
Angel menjauhkan wajahnya. " Aku bisa makan sendiri ." tolak Angel seraya mengambil alih potongan coklat dari tangan Daniel. Tapi Daniel menjauhkan tangannya agar Angel tidak bisa meraih coklat dari tangannya.
" Aku tidak akan memperbolehkan kamu tuk mencicipinya jika bukan aku yang menyuapimu.
Angel memberikan tatapan permusuhan pada Daniel, tetapi saat melihat coklat yang berada pada tangan Daniel yang begitu sangat menggoda ia terpaksa menelan salivanya. Angel sangat ingin mencicipi coklat tersebut, bahkan dirinya bisa membayangkan saat coklat itu lumer di dalam mulutnya rasa manis dan pahit yang berpadu sempurna.
Dengan malu malu, akhirnya Angel membuka bibirnya dan meminta Daniel untuk menyuapinya. Daniel langsung menyuapinya dan merasakan sengatan aneh saat jemarinya menyentuh bibir Angel yang lembut dan kenyal. Sedangkan Angel tengah menikmati sensasi yang memanjakan indra perasanya.
Angel tanpa sadar tersenyum dengan senangnya bahkan memegang kedua pipinya menunjukan bahwa ia sangat senang mencicipi coklat pemberian dari Daniel itu.
__ADS_1
Tbc