Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Rekaman CCTV


__ADS_3

" Sayang....selamat datang, bagaimana keadaanmu?" sambut Helena melihat menantu kesayangannya itu.


Angel melangkah cepat dan menghambur ke pelukan mama mertuanya. Angel menenggelamkan dirinya pada kehangatan pelukan seorang ibu yang tidak pernah lagi ia rasakan setelah meninggalkan panti asuhan tempat dimana dirinya bertumbuh.


Angel mulai menangis untuk kesekian kalinya dan membuat Andrew dan Helena saling berpandangan bingung. Helena memeluk menantunya dengan erat seraya berbisik " Sayang, mari mama antar ke kamar ya, kamu tidak boleh kelelahan."


Angel menurut dan membiarkan mama mertuanya menuntunnya menuju kamar, sedangkan Andrew tampak melihat ke arah Daniel sambil memicingkan matanya seakan akan bertanya pada putra sulungnya " Apa lagi yang telah kau perbuat kali ini?"


Tentu saja Daniel menyadari tatapan mata papanya itu. Daniel mendengus " Ayolah pa.., aku juga tidak mengetahui apapun. Angel tidak menjawab satu pun pertanyaanku. Setiap kali aku mencoba tuk mengajaknya berbicara ia selalu menangis dan itu membuatku bingung."


Andrew yang semula mengintimidasi putranya, kini tertawa geli melihat putra sulungnya yang tampak frustasi. " Itu karma, dulu kamu yang membuat hidup Angel menderita kan? sekarang karma yang dikirimkan oleh Tuhan telah datang menghampirimu sedikit demi sedikit, tinggal menunggu karma utamanya datang."


Daniel tidak menjawab dan hanya memasang ekspresi kesal mendengar perkataan papanya. Andrew menghela nafas dan berkata " Ikut papa ke ruang kerja papa ada beberapa hal yang ingin papa tunjukkan padamu," ucap Andrew lalu melangkah menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


" Tidak mau, aku ingin menemani Angel," jawab Daniel dengan ketus pada papanya.


" Papa kira hanya Angel yang dipengaruhi hormon kehamilan, ternyata itu menular juga kepadamu, jangan bilang itu hanya akal akalan mu saja untuk bermanja manja dengan istrimu ?" goda papanya.


Daniel terlihat kesal dan memutas bola matanya malas, ia mengikuti langkah papanya menuju ruang kerja papanya dan langsung duduk di sofa.


Andrew tampak mengambil sebuah tablet dari atas meja kerjanya dan menyerahkannya pada putra sulungnya. Awal nya Daniel tampak ogah ogahan menerima tablet yang diberikan oleh papanya dan melihat rekaman cctv itu dengan tidak minat, tetapi saat ia mengenali siapa perempuan yang tampak sedang duduk bersebrangan dengan istrinya itu


" Nona yang terhormat tolong jaga sikap anda, saya tidak tahu apa hubungan ada dengan Tuan Muda Daniel tapi tidak sepantasnya anda berkata seperti itu kepada Nyonya Muda saya."


" Saya tidak meminta pendapatmu, beraninya pegawai rendahan sepertimu mengomentari diriku, apa keluarga Wiratama tidak membaca latar belakang para pekerja yang akan bekerja di rumah ini ? tapi mungkin karena kalian berasal dari kelas yang sama ? pantas saja kau terlihat begitu membela wanita bisu yang kau layani ini ? dan kau memanggilnya dengan sebutan apa tadi ? Nyonya muda ???? cih...apa wanita bisu itu pantas menyandang gelar tadi itu ?"


" Nona yang terhormat, apa sikap anda yang seperti ini mencerminkan bahwa anda berasal dari kalangan atas? meskipun Nyonya Muda saya memiliki keterbatasan, tapi Nyonya Muda saya tidak pernah sedikitpun membeda bedakan dan memandang rendah seseorang."

__ADS_1


" Jangan membuatku tertawa, jelas saja ia tidak berhak. Apa dia tidak mempunyai kaca ? bahkan dirinya tidak pantas saat berhadapan denganku. Apa kau senang sudah menjadi Nyonya Daniel Wiratama ? apa kau berfikir jika Daniel benar benar menyukai wanita bisu seperti dirimu ? apa kau menggunakan kehamilanmu untuk memaksa Daniel menikahimu ? atau kau berfikir jika Daniel dan keluarganya akan senang hati menerima anak yang akan dilahirkan oleh wanita cacat sepertimu ? Jangan bermimpi menjadi seorang cinderlela. Aku sangat mengenal Daniel lebih dari siapapun."


" Nyonya Muda sebaiknya anda segera beristirahat di kamar jangan sia siakan waktu anda mendengar omong kosong ini."


" Apa yang kau maksud dengan omong kosong ? apa aku harus membuktikan semua perkataanku benar adanya? Apa perlu aku menyubutkan berapa banyak tahi lalat yang berada di tubuh Daniel atau bagaimana dengan bentuk "itu" nya ?


"Jangan heran mengapa diriku sangat mengenal Daniel luar dalam, karena dulu kami mempunyai hubungan saat bersama sama menimba ilmu di amerika. Bertahun tahun kami tinggal satu apartemen dan saling berbagi kehangatan di ranjang. Bahkan Daniel tidak bisa melupakan diriku dan masih berhubungan sampai sekarang. Daniel selalu mendatangi hotel tempatku bermalam jika aku datang ke kota ini."


" Kamu mengerti dengan semua yang kukatakan bukan ? Suamimu dan aku masih berhubungan dan kaulah orang ketiga itu. Apa kau ingin tau alasan Daniel selalu pulang larut malam ? kami habis menikmati malam panas kami di hotel tempatku menginap. Sebaiknya kau segera berkaca dari secarang dan mundur secara perlahan dan kembali ke tempat asalmu."


Daniel segera melepaskan earphone yang ia kenakan dan membantingnya setelah mengetahui alasan kenapa istrinya bisa berakhir di bawah shower yang menyala dengan luka di telapak tangannya. Dadanya bergemuruh mengetahui siapa dalang dibalik semua kejadian ini


Tbc

__ADS_1


__ADS_2