Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Panggilan mommy


__ADS_3

Sebuah mobil mewah tampak memasuki halaman panti asuhan Kasih Ibu, Daniel turun bersama dengan papanya, Angel yang melihat kedatangan suaminya tampak menyambutnya, ia segera mencium punggung tangan papa mertuanya, dan suaminya. Sepeninggal papa mertuanya Angel memeluk suaminya seraya mengucapkan terima kasih " Sayang, terima kasih atas pesta kejutannya, ini benar benar pesta ulang tahun terbaik dalam hidupku setelah pesta kecil kecilan yang kita rayakan tadi malam, aku benar benar bahagia "


" Kita berempat akan selalu bersama sama merayakan setiap ulang tahunmu di masa depan " ujar Daniel seraya mencium puncak kepala Angel, lalu membisikan sesuatu di telinga istrinya " tapi ini semua tidak gratis sayang, kau harus membayarnya nanti malam" ucap Daniel lirih sambil tersenyum penuh arti. Angel yang mendengar kemesuman suaminya, protes " bukankah tadi malam kau sudah mengambil jatahmu dengan dalih dinner yang semalam kita rayakan?" isyarat Angel dengan tatapan protes. " Itu kan tuk dinner yang tadi malam, ini kan tuk pesta kejutan yang aku buat sekarang sayang, kamu juga harus membayarnya nanti malam " ujar Daniel. Angel yang mendengar hal itu hanya memutar bola matanya sungguh suaminya itu pintar memanfaatkan situasi tuk mendapatkan keinginannya.


Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, setelah pengajian dan pembagian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, acara dilanjutkan dengan makan yang pastinya sudah di tunggu oleh puluhan anak yatim piatu.

__ADS_1


Angel terkejut dirinya baru mengetahui jika suaminya, Daniel mengunjungi bunda Rani untuk memperkenalkan dirinya sebagai suami Angel, merenovasi rumah yatim piatu itu dan bahkan mertuanya dan suaminya menjadi donatur tetap panti asuhan. Bahkan anak anak panti asuhan ada yang mendapat beasiswa dari yayasan Wiratama. Sungguh Angel tidak bisa berkata apa apa lagi melihat semua ketulusan dan kebaikan keluarga suaminya pada bunda Rani dan panti asuhan tempat dirinya di besarkan.


" Kau ini makan terus, tidak mau kalah sama anak-anak " dengus Daniel dengan sebal melihat kelakuan kedua sahabat nya yang sedari tadi terus mengunyah makanan seperti lokomotif. " Hey...kami berdua di suruh nambah oleh bunda Rani, sebagai tamu kami hanya mengikuti tuan rumah," ujar Thomas dan mendapat anggukan kepala oleh Roby. Bahkan putranya terlihat mengahabiskan waktu bersama Dr Clara , sepupu Daniel. Ya balita tampan itu sangat bahagia bertemu dengannya, dan Roby pun bahagia karena putra nya tidak rewel dan mencari Clara.


" Mommy " tiba tiba putranya memanggil Clara dengan panggilan mommy seraya memegang d*d* wanita itu seakan meminta asi.

__ADS_1


" Maafkan putraku, mungkin dia haus. Aku akan membuatkan susu untuknya " ujar Roby pada Clara.


" Wah....putranya Roby tidak jauh dari kelakuannya dari daddy nya senang memegang d*d* wanita cantik" ujar Thomas dengan gelengan kepala takjub melihat tingkah balita itu yang sama percis dengan kelakuan ayahnya yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.


" Cih ! buah jatuh tidak jauh dari pohon nya, dari kecil saja sudah berani memegang d*d* wanita. Awas jika putramu berani mendekati putri cantik ku " ujar Daniel seraya mewanti wanti balita kecil itu. Angel yang mendengar ucapan suaminya memukul punggung kekar suaminya sambil melotot. " Tolong jaga ucapanmu banyak anak anak di sini " isyarat Angel dengan jemari nya. Terkadang suaminya itu selalu membuatnya kesal dengan omongan nya yang selalu tidak terfilter jika sedang berkumpul bersama kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


" Aku akan membantu menidurkan Matthew " ujar Clara yang sedang tampak merayu balita tampan itu yang sedang mengantuk dan menangis kencang menginginkan susunya. Clara membawa Matthew ke dalam kamar Angel yang berada di panti asuhan itu dan merebahkannya di kasur seraya menepuk nepuk pantat balita tersebut. Tetapi rupanya Matthew menangis kejar sambil memegang d*d* Clara karena menginginkan susunya segera. " Apa aku susui aja anak ini, aku tidak tega melihatnya menangis kencang meminta susu seperti ini ." batin Clara. Akhir nya setelah melihat keadaan sangat aman gadis itu membuka kancing dress nya dan mengeluarkan satu payu**** nya untuk di hisap oleh balita itu. Seketika itu Clara merasakan sensasi geli saat mulut balita itu mengulum puncak d*d* nya. Tangis balita itu berhenti dan matanya mulai menutup saat dengan lembut Clara menepuk nepuk dengan pelan bokong nya


Tbc


__ADS_2