
"Apa ada kabar baik?" tanya Daniel pada sekertaris serba bisa nya yang berada di samping nya. Daniel sendiri sibuk memeriksa dan menandatangani satu per satu dokumen yang ada di atas meja kerjanya.
"Seperti yang tuan harapkan, semua nya berjalan sesuai rencana video dan photo2 Angel telah viral dan seperti yang telah perkirakan bahwa Angel akan terusir dari kost an nya."
Daniel mengangguk puas dan meletakan bolpoin yang ia pegang lalu bersandar santai, " baiklah kembali ke ruangan mu."
Sepeninggal asisten serba bisa nya Daniel mengeluarkan ponsel nya dan tampak mencari sesuatu di internet, ternyata Daniel membaca berita tentang Angel dan entah mengapa Daniel yang melihat foto asusila Angel yang tersebar menjadi tidak senang, terlebih sesudah membaca komentar netizen +62 satu per satu di bawah artiket tersebut, sedetik kemudian ponsel mahal nya sudah melayang dan menghantam dinding hingga hancur berkeping keping.
__ADS_1
Wajah Daniel terlihat tidak enak untuk dilihat, suasana hati nya hancur begitu saja dan alasan nya selalu sama seperti sebelum nya, seorang gadis yang bernama Angel. Daniel memejamkan mata nya mencoba tuk menghilangkan semua pemikiran aneh yang berkeliaran di kepalanya, ya pemikiran aneh karena bukan rasa senang yang ia rasakan dengan mengetahui semua hinaan yang ditujukan pada Angel, tetapi ia merasakan amarah di hati nya amarah yang hampir membuat nya meledak dengan alasan yang tidak masuk akal dan yang tidak mau Daniel terima.
****
Hujan semakin deras dan guntur terdengar bersaut sautan, tampak seorang gadis cantik meneduh di sebuah ruko kosong dengan tubuh basah dan merasakan kram pada perut nya "Ach perutku sakit, Tuhan tolong agar janin ku tidak kenapa napa, bertahan lah di dalam sana hanya kau yang mama punya sekarang."
Daniel menatap pantulan diri nya yang tengah menyimpulkan dasi di cermin besar saat berada di walk in closet yang ada di kamar nya, sebagai CEO dari Wiratama Grup yang terkenal dengan berbagai bisnis di dalam dan luar negri, tentu saja harus tampil sempurna. Daniel kembali merapikan tampilan nya sebelum beranjak keluar dari kamar pribadi nya, ia menuruni tangga dan menuju ruang makan dimana terlihat sang mama sudah menunggu nya di meja makan.
__ADS_1
"Pagi sayang, apa kau sudah mau pergi ke kantor ?" tanya mama nya dengan lembut.
Daniel mengangguk dan mencium pipi mama nya itu dengan sayang. "Iya ma, banyak pekerjaan yang menumpuk dikantor yang harus ku selesaikan, aku sangat sibuk hingga rasa nya waktu 24 jam tidak cukup bagiku", ucap Daniel sambil memasang senyum tipis.
Siapa pun yang melihat sifat manis Daniel ini pasti akan terkejut, Daniel hanya bersikap dingin dan arogant juga kaku pada semua orang apa lagi pada perempuan tetapi berbeda dengan image nya di luar, di rumah nya Daniel bersikap lembut ia sangat menyayangi keluarganya apa lagi dengan mama nya terlihat dari gesture dan kata kata lembut yang ia ucapkan pada mama nya. Daniel menilai jika mama nya ini jelas memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan para wanita yang ia perlakukan dengan dingin di luaran sana, tentu saja mama nya ini tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu, bagi Daniel mama nya adalah malaikat nya.
Tbc
__ADS_1