
Angel kembali ditinggal bersama para pelayan dan bodyguard yang selalu menjaganya. Hal itu terjadi bukan karena Andrew, Helena dan Daniel tidak mau menemani Angel tetapi mereka memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan atau diwakilkan. Apalagi Daniel yang mengurus 2 perusahaan sekaligus yang sangat menyita waktunya.
Angel semula agak cemas, takut jika Revan akan melakukan hal yang sama seperti waktu itu.
Untungnya hal itu tidak terjadi, sejak kejadian sore itu Revan tidak kelihatan batang hidungnya. Sedikit banyak Angle merasa lega. Tapi Angle tetap harus berhati hati. Karena itulah sejak sarapan pagi, dirinya sama sekali tidak mau keluar dari kamar.
Hal ini tentu saja membuat Sarah khawatir.
"Nyonya muda mari kita lihat bunga di rumah kaca nyonya besar Helena, pelayan mengatakan bahwa ada anggrek yang baru tiba pagi ini. Nyonya muda pasti akan menyukainya," bujuk Sarah. Sejak tadi dirinya mencoba membujuk nyonya mudanya untuk mau keluar kamar dan menghirup udara segar, setidaknya Angel harus terkena sinar matahari yang hangat.
Anggel menggeleng menolak usulan Sarah. "Apa nyonya muda sudah pernah mencoba untuk merangkai bunga? nyonya muda bisa memetiknya sendiri dan mencoba untuk merangkainya dalam vas dan meletakkan nya di meja ruang keluarga agar semua orang di rumah dapat melihat hasil rangkaian bunga milik nyonya muda.
Sarah mencoba untuk menahan senyumnya saat melihat Angel tertarik dengan bujukannya. Angel menatap Sarah dan bertanya, " Bolehkah aku mencobanya ?" Tentu saja nyonya muda Tuan besar dan tuan muda mengizinkan nyonya muda untuk melakukan apa saja dan menginjakkan kaki menelusuri setiap inci rumah ini, tetapi nyonya muda tidak diperbolehkan untuk melangkah keluar dari gerbang. Jika nyonya muda ingin keluar, nyonya muda harus meminta izin dahulu pada Tuan muda Daniel.
Angel terdiam beberapa saat guna memikirkan apa yang harus ia lakukan. Tentu saja dirinya tergoda untuk mencoba memetik bunga dan merangkainya ke dalam vas. " Aku ingin mencoba merangkai bunga, tapi aku ingin bertanya sesuatu."
__ADS_1
" Apa yang ingin nyonya muda tanyakan ?" tanya Sarah
" Apa ingin bertanya, apa Revan ada di rumah ?"
Sarah menggeleng, tentu saja dirinya tidak tahu ada hubungan apa antara Angel dan Revan. Itu artinya Sarah tidak mengetahui perihal rasa suka Revan pada Angel. "Tuan muda Revan tidak berada di rumah nyonya muda, kemarin yang saya dengar jika Tuan muda Revan tengah bertugas ke rumah sakit di luar kota."
Mendengar hal itu, Angel tidak bisa menahan diri untuk meminta Sarah untuk membantunya berdiri.
------
"Nyonya muda, coba gunakan bunga ini. Pasti karangan bunga nyonya muda akan terlihat lebih cantik," saran Sarah seraya memberikan setangkai bunga yang indah pada Angel.
Angel mengucapkan terima kasih dengan bahasa isyarat. Sarah menemani Angel merangkai bunga pada vas.
Sarah terlihat melirik jam pada pergelangan tangannya. "Mengapa pelayan belum juga membawakan kudapan siang untuk nyonya muda?" tanyanya pada pelayan yang melintas di sana.
__ADS_1
" Aku tidak apa apa kalau tidak memakan cemilan. Hanya makan tepat waktu saja sudah terasa lebih dari cukup untukku."
" Tapi Nyonya muda harus makan kudapan, nanti calon tuan muda atau nona muda kecil akan merasa kelaparan, saya akan ke dapur sebentar untuk mengeceknya," pamit Sarah pada Angel
Angel merasa puas dengan hasil rancangan bunga yang baru saja ia kerjakan kini ia tinggal meletakkan rangkaian bunga yang cantik ini pada meja yang berada di ruang keluarga.
Sumber foto dari google
Angel terlihat menyelonjorkan kakinya untuk meringankan pegalnya. Baru saja Angel ingin menikmati waktu santainya, seorang pelayan datang, " Maaf saya menganggu waktu Nyonya muda. Ada tamu yang menunggu dan ingin bertemu dengan Nyonya muda."
Angel mengerutkan keningnya. Ia meminta bantuan untuk membantunya bangkit berdiri dan mengeluarkan sebuah notes dan bolpoin, setelah itu Angel meminta untuk dibawa ke ruang tamu tempat tamu itu menunggu.
Tbc
__ADS_1