
Helena dan Angel segera menoleh pada sumber suara. Keduanya tertegun melihat wajah Daniel yang dipenuhi kemarahan. Pria itu mendekat dan mengatakan, "Ma..sudah berulang kali aku mengatakan agar tidak membicarakan apa pun tentang masa lalu, Daniel tidak suka."
Tanpa permisi Daniel segera menarik kasar tangan Angel dan membawanya pergi. Helena yang melihat hal itu terlihat panik. Ia tau bahwa emosi Daniel akan meledak tak terkendali saat dirinya mendengar masa lalunya diungkap. Padahal Helena sudah memastikan jika hari ini Daniel tengah sibuk seharian ini dengan pekerjaannya, karena tadi pagi Helena sudah menanyakan jadwal putra nya pada asisten pribadi Daniel, jika ternyata hari ini dari pagi sampai sore jadwal Daniel padat dengan sejumlah rapat dan meeting dengan klien.
Bagaimana bisa sepagi ini putranya itu telah berada di rumah dan mendengar pembicaraan dirinya dengan Angel di rumah kaca ? Helena memutuskan untuk menghubungi suaminya, sedangkan Sarah segera bergegas mengikuti Daniel yang masih menyeret Angel dengan kasar.
Saat masuk ke dalam kamar pribadinya, Daniel berbalik dan membentak Sarah.
__ADS_1
" Menjauh dari kamarku !"
Sarah mematung saat pintu kamar tertutup dengan suara yang begitu keras. Ia jelas merasa cemas. Tuan muda Daniel tengah terlihat begitu marah, dan merasa takut jika Tuan muda Daniel akan melampiaskan kemarahannya pada Nyonya muda Angel, jika itu terjadi, bisa bisa Angel dan bayinya akan berada dalam bahaya.
Di dalam kamar, Daniel mendorong Angel berbaring di atas ranjangnya yang luas. Daniel mencengkram rahang Angel dengan kasar dan berkata, " Sialan! Memangnya siapa yang mengijinkanmu mendengarkan kisah hidupku ? Apa saja yang sudah kau dengar dari mama ? Katakan !"
Angel menggeleng dan memeluk perutnya menjaga bayi dalam kandungannya, takut takut jika Daniel tidak bisa mengendalikan diri dan malah melukai bayinya. Daniel merasa begitu marah melihat kebungkaman Angel. " Apa kau merasa bangga menjadi orang bisu hingga kau menunjukkan kebisuanmu itu kepadaku ? Apa kau ingin tanganmu kupatahkan saja, agar kau benar benar tidak bisa berkomunikasi lagi ?" tanya Daniel dengan tajam.
__ADS_1
Selain terkejut dengan genggaman tangan Daniel yang tidak lagi terasa menyakitkan, Angel juga terkejut saat melihat Daniel menyeringai dan menciumi kulit lembutnya.
" Daripada mematahkannya, lebih baik kita gunakan tangan lembut ini untuk kegiatan yang lebih bermanfaat , " ujar Daniel dengan seringai licik nya.
Sebenarnya Daniel memutuskan kembali ke rumahnya karena ia tidak berkonsentrasi di kantor, bayangan malam tadi saat dirinya mencuri pelukan dan ciuman pada bibir Angel saat dirinya tertidur nyenyak terus berputar dalam kepala Daniel, rasa lembut kulit Angel saat ia mengelus perut bulat Angel dan rasa manis bibir Angel masih bisa Daniel rasakan. Akhirnya ia memutuskan kembali karena merasa rindu pada istrinya. Sesampainya di rumah ia mengetahui bahwa Angel dan mamanya sedang berada di rumah kaca ia melangkahkan kakinya menuju rumah kaca dan mendengar sedikit pembicaraan antara mamanya dengan Angel mengenai masa lalunya. Kemarahan langsung menyelimuti dadanya sampai ia tidak sadar telah berbuat kasar pada Angel, tetapi saat melihat Angel yang memejamkan kedua matanya dan terlihat sedang menahan tangisnya membuat dirinya segera tersadar.
Daniel semakin menyeringai saat melihat raut kebingungan pada wajah Angel. Daniel menggerakkan tangan Angel menyentuh adik kecil kebanggannya yang sudah berdiri dengan garangnya seakan siap untuk bertempur. Saat itulah muka Angel memucat dan ekspresi pada wajahnya sukses membuat Daniel senang.
__ADS_1
" Hukumanmu adalah, memuaskan apa yang telah kau bangunkan." Tanpa permisi Daniel langsung mencium bibir Angel dan menyesapnya, Daniel sedikit mengigit pelan bibir Angel agar terbuka sehingga Daniel bisa mengabsen semua bagian dalam bibir Angel dengan lidahnya. Daniel menarik bibirnya saat menyadari Angel kesulitan untuk bernafas akibat perbuatannya. Tampak wajah Angel memerah Daniel membiarkan Angel untuk menarik nafas sebanyak banyak nya sebelum melanjutkan kembali ciumannya dan tangannya sudah bermain di pegunungan kembar milik Angel. Daniel seakan sudah tidak sanggup lagi menahan gairah yang telah lama ia pendam sejak kejadian malam itu.
Tbc