
Setelah mengganti baju pengantinnya dengan gaun malam. Daniel menyempatkan diri untuk menyapa para wartawan yang sudah menunggunya di ruangan khusus yang disediakan untuk memperkenalkan anggota baru keluarga Wiratama. Daniel menggenggam erat jemari istrinya saat memasuki ruangan yang dipenuhi oleh ribuan wartawan. Untungnya keamanan segera menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka segera membuat barisan yang menahan para wartawan tidak mengambil jarak yang terlalu dekat.
Semua lensa dan mata tertuju pada Angel dan sepasang bayi kembar mereka yang berada dalam gendongan Angel dan Daniel. Tidak ada satupun wartawan dan kamera yang tinggal diam. Mereka terus meneriakkan pertanyaan dan mengambil potret Angel yang menawan dari dekat sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Sumber foto Pinterst
Rupanya keributan tersebut membuat sepasang bayi kembar mereka yang berada dalam gendongan kedua orang tuanya terusik tidurnya. Daniel yang melihat hal itu menatap tajam para wartawan untuk memberikan peringatan. Tentu saja tatapan Daniel membuat para pencari berita itu bungkam seketika. "Aku memperbolehkan kalian meliput acaraku ini, tapi aku tidak akan segan segan untuk menendang kalian keluar dari sini jika kalian membuat istri dan kedua anak kembarku terganggu," ucapan Daniel sukses membuat para wartawan menelan ludah mereka dengan kelu.
Ternyata kabar yang selama ini mereka dengar memang benar adanya. Kabar yang mengatakan jika Daniel Wiratama begitu mencintai istri dan sepasang anak kembarnya. Kini semua orang bisa menyaksikan sendiri jika kabar itu bukanlah kabar angin semata. Daniel memang terlihat begitu mencintai keluarga kecilnya, sebenarnya semua orang sebelumnya menyangsikan jika kabar bahwa putra sulung keluarga Wiratama telah menikah karena sebelumnya Daniel sama sekali tidak terdengar jika dirinya sedang dekat atau menjalin hubungan dengan seorang wanita manapun. Tiba tiba Daniel mengadakan resepsi pernikahan dan membuat semua lapisan masyarakat terguncang karena kabar tersebut. Karena banyak wanita yang mendambakan berada di posisi Angel saat ini, siapa yang akan menolak ketampanan dan nama besar keluarga Wiratama juga jangan lupakan banyaknya harta yang dimiliki keluarga tersebut yang tidak akan habis sampai 7 turunan dan 7 tanjakan.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan ucapannya, Daniel merangkul pinggang istrinya dan membawanya pergi meninggalkan ruangan itu. Daniel sudah tidak sabar ingin cepat cepat tiba di kamar pengantinnya dan mengulang malam pertama dengan istrinya itu.
Untung saja sepasang anak kembarnya malam ini tidur dengan tenang seakan mengerti bahwa papanya ingin menghabiskan waktunya berdua dengan mamanya saja. Sebenarnya Angel tidak tega melihat kedua malikat kecilnya tidur bersama oma dan opa mereka, Angel tidak enak jika kedua anak kembarnya akan menyusahkan mertuanya nanti. " Jangan khawatir sayang, mama dan papa akan menjaga si kecil dengan baik, stok asi juga masih banyak di kulkas kamar kami. Kalian nikmati malam pertama kalian tanpa gangguan dari twins," ucap Helena seraya mencium kedua pipi Angel dan Daniel dan pergi meninggalkan kamar pengantin yang sudah dihias dengan cantik oleh orang suruhan Helena.
Entah mengapa suasana menjadi canggung tanpa kehadiran kedua anak kembar mereka. "Aku akan mandi lebih dulu, badanku sudah terasa lengket sejak tadi," ujar Daniel mencairkan suasana. " Aku akan menyiapkan baju ganti dari kopermu"
__ADS_1
Angel menyiapkan baju ganti untuk Daniel yang telah ia ambil dari koper Daniel, dan sekarang dirinya bingung kenapa semua piyama tidurnya yang sebelumnya berada di kopernya tiba tiba hilang berganti dengan lingerie sexy yang minim dengan kain tipis seperti saringan nasi agar tidak menempel di dandang seperti punya bunda Rani di panti asuhan. " Siapa yang mengganti semua piyama ku dengan baju setipis saringan nasi ini ? Aku tidak mungkin memakai ini di depan Daniel, dia pasti akan memarahiku karena baju ini tipis sekali," Angel terus dengan lamunanannya apa yang harus ia pakai malam ini sampai ia tidak mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Daniel telah mendekat ke arahnya yang sedang menatap kopernya yang terbuka.