Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Nasi goreng sosis


__ADS_3

" Mika....bangun sayang, kata nya mau ikut mama ke rumah aunty Clara dan bermain sama kakak Matthew ?" ujar Daniel sambil menepuk lembut pantat putrinya untuk membangunkannya.


" Eugh..."


" Ayo sayang...liat Sky sudah selesai membereskan tempat tidur."


" Eugh...., iyah papah cebental yagi..."


Setelah 15 menit Daniel mengawasi putra nya untuk mandi dan berpakaian Daniel kembali membangunkan putri nya yang nampak masih sangat nyaman di kasur milik nya.


" Mika sayang...bangun sayang nanti jangan marah-marah ya kalau sampai mamah marah."


" Iiiih papah....ini mata nya Mika gak bisa di open, masih yengket papah," jawab balita cantik itu yang selalu saja mempunyai seribu alesan.


Daniel tampak menggelengkan kepala nya mendengar alasan putrinya yang tidak masuk akal itu.


" Apa katanya tadi ? lengket ?? tidak bisa dibuka ??? Dasar rubah kecil ini entah menuruni sifat siapa putriku ini," batin Daniel.


" Wah...sayang sekali padahal mama sudah masak nasi goreng sosis kesukaan Mika pagi ini."


" Benelan papah ??" tanya putrinya seketika membuka mata nya lebar-labar sambil berkedip-kedip membuat Daniel gemas melihat wajah putrinya yang terlihat sangat imut di matanya.

__ADS_1


" Yes darling."


" Aciiik...!" seru batita cantik itu dan melompat turun dari ranjangnya, " papah iiih mayah diem aja..Mika mo mandi pah nanti nasi goyeng nya abis sama Sekai."


" Pelan-pelan sayang nanti jatuh," ucap Daniel sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri nya yang tak sabar setelah mendengar kata nasi goreng sosis kesukaannya.


Setelah drama pagi yang hampir membuatnya telat berangkat ke kantor, sekarang di sini lah mereka berada duduk di meja makan menunggu sang mama menyiapkan sarapan pagi kesukaan anak kembar nya dan juga english breakfast untuk suami tercinta.



English breakfast tuk suami tercinta



" Mamah....Mika juga mau cama kek papah, ada telol cama cocis nya juga mah.." ujar putrinya dengan tatapan sendu.


" Baiklah...ini telor dan sosis yang Mika inginkan." isyarat jemari Angel lalu menaruh sebuah telor ceplok dan 2 sosis di piring putrinya itu


" Makacih mamah."


__ADS_1


Daniel hanya tersenyum menatap kedua anak kembarnya memakan sarapan paginya dengan lahap terutama putrinya itu yang mempunyai banyak persamaan dengan dirinya dalam selera makanan seperti dirinya semasa kecil dulu, Daniel kecil juga sangat menyukai nasi goreng sosis buatan sang pengasuh yang kini telah menetap di desa.


" Selamat pagi Tuan muda...nona, tuan dan nona kecil," sapa Bram.


" Selamat pagi Uncle Bram."


" Ceyamat pagi onkel Blam" jawab balita kembar itu bersamaan sedangkan Daniel hanya mengangguk menjawab sapaan dari asisten setianya.


" Selamat pagi asisten Bram, silakan bergabung sarapan bersama kami."


" Terima kasih nona, saya sudah sarapan di rumah," ujar asisten Bram dengan sopan.


" Maaf tuan ada perubahan jadwal, perwakilan dari negara Perancis menunda waktu kunjungannya karena putranya mengalami insiden kecelakaan di sekolahnya jadi jadwal meeting hari ini di undur besok siang."


" Hem...baiklah, terima kasih Bram," seraya mengelap bibir nya.


" Sayang terima kasih sarapannya, aku berangkat kerja dulu jangan lupa tuk selalu mengabariku saat pergi nanti, tidak usah mengantarku ke depan habiskan saja sarapanmu, I love you...," ujar Daniel seraya mengecup bibir istrinya.


" Twins papa berangkat kerja dulu, jangan berantem dan selalu dengar kata mama ok ? Papa love you," ujar Daniel seraya mencium puncak kepala kedua anak kembar nya dengan sayang.


" Baik papa, we love you too papa ." ujar 2 balita kembar itu dengan kompak sambil melambaikan tangan nya ke arah papanya sampai punggung sang papa tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2