Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Pengganggu kecil


__ADS_3

" Bram tolong kau carikan data-data sekolah yang terbaik di kota ini, besok sudah harus ada di meja kerja ku." Daniel segera meletakkan ponsel nya di nakas saat melihat istri nya selesai dengan skin care rutin nya.


" Biar aku saja yang mengeringkan rambutmu yang," ujar Daniel seraya merebut sisir dan hair dryer yang berada di tangan istrinya dan dengan perlahan mulai mengeringkan serta menyisir rambut Angel.


Tapi bukan Daniel namanya, acara mengeringkan dan menyisir rambut hanya dilakukannya selama beberapa menit saja sisanya mulut nakal nya sudah menyusuri kulit lembut istrinya. Untung saja putrinya tadi tidak membuat drama dan cepat tertidur saat dirinya menyuruhnya untuk tidur beberapa jam yang lalu sehingga dirinya bisa melanjutkan hasrat nya yang sudah 4 hari ini sangat merindukan sentuhan hangat istrinya karena sudah beberapa hari ini dirinya selalu pulang larut malam karena kesibukannya menangani mega proyek yang sedang dijalankan oleh Wiratama Corp yang menyita seluruh waktunya.


Daniel sangat beryukur sekali jika istrinya selalu mendukung pekerjaannya tanpa sedikitpun protes jika dirinya pulang jam 2 dini hari saat istri dan kedua anak kembar mereka sudah terlelap dan berangkat kerja pagi-pagi sekali bahkan hanya beristirahat beberapa jam saja, malah istrinya itu rutin mengingatkan diri nya untuk rutin mengkonsumsi vitamin dan makan tepat waktu dan sesekali melakukan video call sehingga dirinya masih bisa melihat perkembangan kedua anak kembarnya di rumah.


Sadar dengan tingkah mesum suami nya yang menginginkan dirinya malam ini membuat Angel pasrah oleh ulah suami mesum nya itu toh dirinya juga malam ini menginginkan suaminya. Daniel yang mendengar deru nafas istrinya yang juga menginginkan sentuhannya mulai menggendong Angel ala bridal style dan membaringkan Angel dengan lembut di atas ranjang mereka dan melanjutkan ciuman panas seraya tangan nakal nya menjelajahi bukit indah istrinya dan bermain dengan puncak nya. Saat lidahnya sedang bermain merasakan puncak bukit istrinya tiba-tiba...


Bug...bug...


" Papah !"


"Sial ! Mengapa gadis kecil ini mengganggu di waktu yang tidak tepat," geram Daniel dalam hatinya sambil terus bibirnya bermain di dada istrinya sampai ia merasakan tepukan di lengannya yang membuat dirinya terpaksa mengalihkan pandangan mata nya dari dada istri nya ke muka istrinya.


" Ada apa ?" tanyanya sok polos sambil tangan nya terus bermain memberikan remasan lembut di dada istrinya.


" Bukakan pintu, apa kau tidak mendengar suara melengking putri kesayanganmu itu ? bangunlah dari atas tubuhku, jika kau tidak membukakan pintu ku jamin sebentar lagi Mika akan menangis kencang," peringat Angel seraya mendorong lembut dada suaminya itu.


" Papaaaaah.....yama amat ciy ! Bug....bug....papah buka cepetaaan !"


Bahkan kini gedoran di pintu kamarnya terdengar lebih kencang. " Iya sayang, sebentar..."


" Pakailah piyama mu di kamar mandi aku akan membukakan pintu tuk penganggu kecil itu...Cup !" Daniel menyempatkan memberikan ciuman di bibir istrinya sebelum dengan malasnya bangkit dari tubuh istrinya dan berjalan ke arah pintu kamar nya yang tergedor dengan kencangnya.


" Iiih papah yama amat ciy buka pintunya, kan kaki Mika cakit ni gala-gala papah," ujar gadis cilik itu dengan bibir yang mengerucut tajam mengeluarkan kekesalan hatinya dan berlari memasuki kamar papanya di ikuti oleh saudara kembarnya yang berjalan dengan santai di belakangnya.


" Kenapa kaki Mika bisa sakit, emang nya Mika habis ngapain nak ?" tanya nya dengan lembut sambil menuju ke tempat tidur nya di mana kedua anak kembarnya kini sudah menguasai ranjangnya.

__ADS_1


" Tadi Mika ngetuk pintu nya pake kaki papah....abis nya pake tangan papah nda dengel jadinya Mika tendang kencang-kencang pake kaki deh," ujarnya dengan bangga seakan dirinya telah berbuat sesuatu yang membanggakan.


" Astaga nak....coba sini kakinya papa lihat, ada luka atau tidak ?"


" Niy...," ujar putrinya seraya mengangkat kaki kanan nya sampai di depan muka papanya.


Daniel menggeleng pelan seraya menghembuskan nafas melihat kelakuan putrinya itu.


" Kaki mungil seperti ini mengapa tendangan nya sangat kencang tadi ?" batin nya dalam hati sambil memeriksa kaki kecil putrinya itu apakah terluka atau tidak.


" Mama kemana pa, kenapa tidak ada di sini ?" tanya pria kecil itu seraya memperhatikan kamar papanya ke setiap sudut kamar itu.


" Mama sedang berada di kamar mandi boy, makanya tadi papa lama buka pintunya karena sedang membantu mama di dalam kamar mandi."


" Emangnya mama cedang apa pah di kamal mandi ?"


" Papah sedang membantu mengeringkan rambut mama, sayang," ujar Daniel berbohong tak mungkin juga kan dirinya jujur jika tadi dirinya sedang sibuk dengan dada istrinya.


" Anak mama...apa kalian merindukan mama ?" isyarat jemari Angel


" Ya mama, Mika katanya mau tidur sama papa dan mama malam ini jadi aku mengantarkan Mika ke sini," ujar putranya dengan datar.


Deg


Perasaan Daniel tiba-tiba menjadi tidak enak mendengar jawaban putranya itu.


" Mika mayam ini pengen bobo cama papah dan mamah di cini," ujar putrinya sambil mengedip kedipkan kedua matanya.


" Tidak...jangan katakan....,"jerit Daniel dalam hatinya.

__ADS_1


" Baiklah malam ini kita tidur berempat di sini."


" Tidaaaak...!" jerit Daniel.


" Papah kenapa diem aja ? Mika mau di puk-puk cama papah," ujarnya seraya merapatkan tubuhnya.



" Gak terasa mereka sudah tumbuh besar, don't grow so fast twins....papa love you so much," ujar Daniel seraya memberikan ciuman di puncak kepala kedua anak kembarnya dengan sayang.


" Rasanya seperti baru kemarin aku melahirkan mereka berdua."


" Yuk..," ujar Daniel dengan semangat.


" Apaan ?" tanya Angel dengan bingung melihat wajah suami nya yang semringah.


" Kita lanjutkan yang tadi yang....mumpung twins sudah terlelap."


" Jangan macam-macam bagaimana jika mereka terbangun nanti ?"


" Kita bisa pindah ke sofa atau kamar mandi."


Daniel segera mengangkat istrinya dengan lembut ke arah sofa untuk melanjutkan yang tadi tertunda karena kedatangan twins.


" Sleep tight and sweet dreams twins," ujar Daniel dalam hati seraya melihat kedua anak kembarnya yang kini terlelap dengan damainya di ranjangnya dan berharap jika kedua anak kembarnya itu jangan sampai terbangun dan menganggunya kembali malam ini.



Selamat malam dan selamat beristirahat reader setiaku....jgn lupa tombol👍

__ADS_1


sengaja nulis agak panjang untuk membayar segala kekurangan karena lama gak up date


Tbc


__ADS_2