Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Memperkenalkan Angel pada kedua orang tua


__ADS_3

Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada Clara, Daniel mengandeng tangan Angel menuju ke mobil menuju suatu tempat yang sudah Daniel rencanakan sebelumnya.


Daniel dan Angel duduk dengan tenang dan mobil melaju meninggalkan halaman rumah sakit. Angel selalu menatap foto usg bayi kembarnya yang tadi diberikan oleh Clara dengan binar bahagia sampai Daniel mengambilnya dan menaruh foto tersebut ke dalam kantong kemeja yang ia kenakan. " Kita mau kemana ?"


" Ke rumah semantara kita," jawab Daniel seraya memasangkan sabuk pengaman pada Angel. Tidak ada penolakan dari Angel, karena dirinya tahu tidak akan menang melawan keinginan Daniel.


"Rumah sementara ? tanya Angel kembali, ia merasa aneh dengan jawaban yang Daniel berikan padanya bukankah saat ini mereka tinggal di penthouse milik Daniel ?


"Jangan terlalu banyak bertanya. Lebih baik sekarang kau tutup matamu dan tidur dengan tenang, telingaku sakit dari sejak tadi menjawab pertanyaanmu," ucap Daniel tanpa menutupi nada ketus pada perkataannya.


Mendengar hal itu, Angel tidak bisa menahan rasa kesalnya. Seakan akan menantang Daniel, Angel malah membulatkan matanya. " Aku tidak mengantuk. Jangan menyuruh nyuruhku seenaknya !"


Sayangnya ucapan Angel tidak bertahan lama, 15 menit kemudian Angel sudah terkantuk kantuk dan tidur dengan nyenyak. Daniel yang sadar jika Angel bisa saja terbangun karena tertidur dalam posisi duduk yang tidak nyaman, segera melepas sabuk pengaman dan mengangkat tubuh Angel agar tidur dalam pangkuannya. Angel tanpa sadar segera menyamankan dirinya dan wangi tubuh Daniel membuatnya tidur semakin nyenyak.


"Tidak perlu terburu buru, pertahankan kecepatan dalam batas ini jangan sampai membuat istriku terbangun dan pastikan kita sampai satu jam sebelum makan siang," ucap Daniel pada sopir kepercayaannya. Sang sopir mengangguk dan menjawab, " Baik Tuan muda."


¤¤¤

__ADS_1


Angel membuka mata dan lagi lagi ia tersadar dirinya tertidur di kamar orang lain. Angel melihat sekeliling kamar dengan nuansa hitam dan putih, wangi maskulin khas Daniel tercium di indra penciumannya. Ternyata sudah malam, langit bahkan sudah dihiasi bintang dan bulan saat ia melihat ke arah balkon kamar yang terbuka. Berapa lama ia tidur ? ia ingat dirinya tertidur saat perjalanan menuju rumah sementara yang Daniel katakan.



-sumber foto dari google-


"Sudah bangun ?"


Angel menoleh dan melihat Daniel yang masuk ke dalam kamar dengan pakaian santainya. Daniel mendekat dan duduk di tepi ranjang. "Kau tidur seperti orang mati."


"Aku bisa mandi sendiri."


" kau memang bisa mandi sendiri, tetapi kehamilanmu sudah besar, kau harus lebih berhati hati. Mereka berdua yang akan membantumu, ahh...atau kau ingin aku saja yang membantumu membersihkan diri ?" tanya Daniel dengan seringainya.


Jelas saja Angel menggeleng kuat, ia tidak mau berdua saja di kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dengan Daniel, entah apa yang akan terjadi dengannya nanti. Kedua pelayan pribadi Angel yang sedari tadi berdiri di sudut kamar mendekat dan membantu Angel membersihkan diri dan berpakaian.


Daniel memilih berbaring di ranjang menunggu Angel selesai dengan kegiatannya, dan memejamkan kedua matanya ia menurunkan kewaspadaan indra indranya yang terasa begitu lelah.

__ADS_1


Daniel terbangun saat terdengar suara salah seorang pelayan pribadi Angel memanggilnya dari alam bawah sadarnya.


Daniel membuka matanya dan melihat Angel yang tampak begitu segar dengan gaun hamil berwarna baby blue dan pita satin berwarna senada pada rambut hitam Angel. Daniel mengangguk puas melihat tampilan Angel yang sederhana tapi memukau, kali ini Daniel ingin memperkenalkan Angel pada kedua orang tuanya. Tentu saja Daniel ingin pertemuan mereka meninggalkan kesan untuk orang tuanya, karena itulah Daniel harus membuat penampilan Angel terlihat begitu natural tapi menonjolkan kecantikannya yang alami.


Daniel menggandeng tangan Angel untuk melangkah pergi. Selama perjalanan Angel terus saja menolak untuk digandeng oleh Daniel. Hal itu tentu saja membuat Daniel kesal dan membisikan ancaman pada Angel. "Teruslah memberontak seperti ini, dan nanti malam akan aku pastikan kau akan menghabiskan malam yang panas denganku," bisik Daniel dengan nada rendah, Daniel menunduk dan berbisik tepat pada telinga Angel, Angel bisa merasakan sapuan nafas Daniel yang membelai daun telinganya.



-Sumber foto dari google-


Angel dengan patuh berjalan dituntun oleh Daniel, wajah kesal Angel berubah pias saat dirinya menangkap bayangan orang orang yang tidak ia kenali, tanpa bisa menahan diri Angel segera bersembunyi di balik punggung lebar Daniel.


Helaan nafas terdengar dari Daniel, sepertinya semua yang terjadi pada kehidupan Angel meninggalkan sedikit trauma pada kesehatan psikisnya.


"Tenanglah, mereka kedua orang tuaku. Mereka tidak akan bersikap jahat denganmu. Aku menjaminnya, sekarang beri salam pada mereka."


Tbc

__ADS_1


__ADS_2