
Setelah melewati drama ngambek sang pemilik debaran hati nya akhirnya di sini lah Daniel berada ditemani oleh asisten serba bisanya, Bram dan sahabatnya Thomas yang katanya hari ini bosan berada di kantornya jadilah ia tidak menolak saat Daniel menelponnya untuk mengajaknya bertemu di salah satu mall ternama di ibu kota menemani kedua anak kembarnya bermain.
Sebenarnya lebih tepatnya Thomas lah yang mengasuh kedua anak kembarnya bermain sedangkan dirinya melakukan meeting online dengan kantor cabang Wiratama Grup yang ada di Taiwan di coffee shop yang berada di depan area bermain itu seraya mengawasi Thomas yang siang ini menjadi pengasuh dadakan tuk kedua anak kembarnya itu.
Daniel tersenyum melihat kegembiraan di wajah kedua anak kembarnya saat mereka bermain terlebih wajah imut putrinya saat menaiki komedi putar yang terlihat percis seperti istrinya saat mereka jalan-jalan di amerika dan dirinya sempat mengajak istrinya menaiki komedi putar di salah satu taman hiburan karena ia mengetahui jika istri cantik nya itu menyukai komedi putar.
Ia ingat cerita Bunda Rani jika dulu sewaktu Angel kecil ia sangat menyukai naik komedi putar di salah satu pasar malam dekat panti asuhan mereka. Tetapi karena adik-adik di panti sangat banyak dan Angel tidak berani meminta uang pada Bunda Rani, jadi Angel hanya berdiri di depan permainan itu sambil melihat anak-anak yang lain menaiki komedi putar itu bersama dengan orang tuanya, karena itu Daniel mengajak Angel menaiki komedi putar bersamanya dan bersenang-senang dengannya di taman hiburan itu.
papa Daniel saat mengawasi kedua anak kembarnya bermain.
" Ternyata kesukaan putriku sama dengan mamanya, sama-sama menyukai komedi putar," ucap Daniel tersenyum saat memperhatikan putri kesayangannya gembira di atas komedi putar.
" Tuan muda, laporan tiap divisi Wiratama Grup sudah saya email ke alamat email anda."
" Uhm..."
" Ck...harusnya tadi aku tidak mengajak putriku aku tidak rela jika putriku yang begitu imut itu di lihat banyak orang, Bram kau lihat wajah putraku ? ia begitu senang menaiki mobil-mobilan apa aku buat saja taman hiburan di rumahku biar aku bisa melihat wajah bahagia mereka setiap hari ?"
__ADS_1
" Nona muda pasti tidak akan setuju dengan ide tuan muda, nona dan tuan kecil sudah memiliki ruang bermain yang luas di rumah."
" Huft...kau benar Bram, istriku tidak suka jika aku terlalu memanjakan twins."
" Sesuatu yang terlalu berlebihan memang tidak baik tuan muda," ucap asisten Bram mengingatkan.
Daniel segera menoleh dan menatap tajam Bram sambil berkata dengan kesal " ck...aku tahu itu ! Gaji bulan ini potong 20%"
" Haiiiz...aku kan hanya sekedar mengingatkan saja," rutuk Bram dalam hatinya.
" Mika sayang....sudah dulu yuk bermain komedi putarnya, lihat Sky juga sudah selesai main mobil-mobilan nya, sekarang kita ke tempat papa yuk untuk makan?" rayu Thomas pada balita cantik itu.
" Nda mau onkel, mika nda lapal mau maen ajah," sahut balita cantik itu sambil menggeleng.
" Princess sudah ya bermainnya lain kali kita kemari lagi dengan mama," ujar Daniel mendekat.
Saat mereka hendak keluar dari wahana bermain tiba-tiba putrinya berteriak jika dirinya mau pipis dan membuat ketiga pria dewasa itu kebingungan pasalnya balita cantik itu kekeh ingin ke toilet yang bertuliskan ladies tidak mau masuk ke kamar mandi pria, bagaimana mungkin ketiga pria dewasa itu memasuki toilet wanita bisa habis mereka di teriaki dan di pukuli di dalam sana jika tetap nekat tuk masuk jadilah Daniel membawa putrinya masuk ke dalam toilet pria, karena putra nya juga ingin pipis jadinya Daniel meminta Thomas untuk menggendong putrinya yang memberontak dalam gendongannya sedangkan dirinya harus membantu putranya membuka celana tuk pipis.
" Hwuaaa...nda mau onkel...mika mau pipis di sebeyah...hwuaa....papah !"
" Suuut....suuut...sama aja mika sayang pipis di----- ucapan Thomas berhenti saat ia merasakan sesuatu yang hangat di kemeja dan celana nya.
__ADS_1
" Haiiz....mika kenapa ngompol di baju onkel ??" ucap Thomas sedikit berteriak karena dirinya kaget saat melihat rok balita cantik itu sudah basah dan ternyata sudah pipis dalam gendongannya.
" Hwuaaa....papah....!" jerit balita itu semakin kencang kaget mendengar suara keras dari onkelnya dan membuat Daniel kesal melihat putri cantik nya menangis.
" Beraninya kau berteriak pada putri cantikku !" ujar Daniel seraya mengambil putrinya dan tak lupa memberikan sebuah tendangan di betis Thomas walaupun tidak kencang tapi berhasil membuat tubuh Thomas sedikit oleng dan segera mengecek pakaian putrinya yang sudah basah akibat terkena air kencingnya.
" Bram tolong belikan dalaman dan bawahan untuk ganti pakaian putriku sekalian dengan sepatu dan juga kaos kakinya," perintah Daniel
" Baik tuan muda."
" Sekalian juga belikan pakaian ganti untukku Bram, aku tidak mungkin balik ke kantor dengan pakaian basah dan bau pesing seperti ini."
" Iiih....mika ngompol ," ujar saudara kembarnya yang berbeda 5 menit sambil tersenyum mengejek.
" Mika nda ompol....hwuaaaa papah...Sekai jahat ituh."
" My name Sky...not Sekai," ujar putranya tidak terima jika namanya di ganti seenaknya saja oleh kembarannya.
" Hwuaaa papah...!"
" Boy.....!" ujar Daniel memperingati putra nya seraya memijat pangkal hidung nya untuk mengurangi pusing di kepalanya akibat suara tangisan putrinya yang sangat memekakkan telinga.
*Hai onti - onti yang bayik hati, minta like dan hadiyah nya yah buat Mika dan Sekai bisa ajak mamah maen kuda-kuda an agi di mol, xixixixi ðŸ¤
__ADS_1
" Sky....not Sekai ! " 😤*
Tbc