Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Supir pribadi


__ADS_3

" Kak Angel tinggallah beberapa lama lagi di sini sampai acara pernikahanku, temani aku di sini biar rumah bibi rame dengan tawa si kembar yang menggemaskan ini," ujar Clara sambil menoel bibi bulat keponakan cantiknya yang berada di pangkuan Daniel.


" Enak saja, aku mana bisa tidur tanpa istri dan kedua anakku," ujar Daniel dengan sengitnya


" Ish...kak Daniel, aku kan masih kangen dengan si kembar."


" Nanti kau bisa meminta pada Roby tuk membuatkan mu anak yang lucu seperti si kembar, itu pun kalau dia sanggup soalnya bibitku adalah bibit unggul yang tidak ada tandingannya," ujar Daniel dengan sombong nya.


*


" Ada apa denganmu mukamu ?" tanya Daniel ketika dirinya memasuki ruang vip sebuah restoran jepang yang biasa mereka kunjungi.


" Kedua orang tuaku membuatku sibuk dengan berbagai pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum pernikahanku, karena kesibukkanku aku belum belum bertemu dengan calon istriku selama seminggu ini dan hanya video call dan berbalas pesan, sungguh tersiksa sekali tidak bertemu dengannya walau seharipun.


" Cih ! dasar pria bucin !"


" Kalian berdua sama bucin nya, makanya aku tidak mau terikat sebuah pernikahan," ujar Thomas


" Sudahlah mari kita nikmati makan siang kita karena setelah ini aku harus menjemput istriku di butik langganan mamaku."


" Apa aku boleh ikut bersamamu ? Aku hanya ingin bertemu dengan calon istriku," ujar Roby dengan tatapan memohon agar Daniel mengijinkan dirinya tuk ikut bersamanya nanti.


Daniel segera mengeluarkan ponsel dari saku celana nya, " Bram tidak usah menjemputku nanti, tolong kau handle pekerjaanku di kantor selama aku keluar."

__ADS_1


*


" Aku tidak akan memintamu tuk mengajakku jika ku tahu ternyata kau akan menjadikanku sebagai supir pribadimu," dengkus Roby dengan kesal, sebelum nya ia sangat senang ketika Daniel setuju tuk mengijinkannya pergi bersamanya.


" Kau yang mau bukan ? Aku tidak memintamu tuk pergi bersamaku ke butik langganan mamaku, sudahlah jangan berisik menyetirlah dengan baik."


Lima belas menit kemudian sampailah mereka di tempat butik langganan mama Daniel tempat di mana Clara dan Angel akan mencoba kebaya dan baju pengantinnya tuk acara pernikahannya nanti.


" Kau cantik sekali sayang," ujar Daniel sewaktu melihat Angel mencoba gaun pesta nya.


" Padahal kau tidak perlu tuk menjemputku di butik, aku hanya mengganggu waktumu saja."


" Aku selalu mempunyai waktu jika untuk dirimu dan anak-anak," ujar Daniel seraya mencium pipi dan mencuri ciuman di bibir istrinya.



" Ehm....Niel kau sudah datang, bagaimana kabarmu nak?" tanya tante Mery sahabat mamanya sekaligus pemilik dari butik ternama ini.


" Aku baru saja datang...kabarku baik, tante semakin cantik saja pasti semua orang tidak akan percaya kalau tante Mery sudah mau mempunyai cucu," ujar Daniel seraya memeluk sahabat mamanya yang sudah ia kenal sejak kecil.


" Anak nakal..dari dulu selalu menggoda tante, kau harus memperhatikan istri dan anakmu ya jangan pulang kerja terlalu malam keluarga harus tetap nomer satu," ujar tante Mery yang selalu menganggap Daniel seperti anaknya sendiri.


" Baik tante, nasehatmu akan selalu aku ingat sampaikan salamku pada Lucas."

__ADS_1


" Sayang, apa gaun mu masih ada yang perlu tante kecilkan atau besarkan lagi?"


" Semuanya sudah sesuai tante, terima kasih tante sudah mau membuatkan gaun sesuai dengan hasil rancanganku," ujar Angel tidak enak hati pada sahabat mama mertuanya yang baik hati ini.


" Tante senang sekali sayang, sewaktu Daniel mengirimkan sketsa gambarmu tante sudah menyukainya kamu sangat berbakat di bidang gambar, kapan-kapan tante akan mengajarimu cara tuk membuat pola,memotong dan menjahitnya pula jadi kau tidak kesepian di rumahmu menunggu Daniel pulang."


" Terima kasih tante sudah mau mengajariku," isyarat Angel seraya memeluk tante Mery


" Kau pun sudah tante anggap seperti putri tante sendiri setelah Luna menantu tante, nanti tante akan mengabarimu sebelum tante ke rumahmu ya ?"


" Sayang apa kau sudah makan ?" tanya Daniel dengan lembut pada istrinya


" Belum aku hanya memakan roti sebelum membuatkan makanan untuk si kembar lalu aku dan Clara berangkat ke butik tante Mery."


" Ayo aku akan mengajakmu makan siang dan mengantarmu pulang ke rumah mama,biar nanti Clara di antar pulang dengan Pak Mun."


" Dimana mobilmu, aku tidak melihatnya di luar ?"


" Hari ini Roby yang akan mengantar kita sayang, ia yang memaksaku," ujar Daniel dengan entengnya.


" Apa ?!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2